Select Page

Dalam performance curve selalu ada batasan ’Best Efficiency’ yang terletak mendekati puncak kurva, dalam hal penggunaan pompa sentrifugal, apabila pompa dioperasikan pada kondisi dibawah batas best efisiensi maka akan terjadi ’downthrust’ pada impeller dan sebaliknya jika diatas batas best efisiensi maka akan terjadi ’upthrust’ pada impeller.

Tanya – Syamsul Anwar@pusri

Ada yang mau saya tanyakan. Apakah pengaruhnya jika pompa beroperasi pada point hampir mendekati end of performance curve ?.

Atas jawabannya diucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Pudjantoro, Setyadi@ap.weatherford

Pak Syamsul,

Perlu dijelaskan tipe pompa yang Bapak gunakan, tetapi dalam hal ini saya berasumsi Bapak mempergunakan jenis pompa sentrifugal.

Dalam performance curve selalu ada batasan ‘Best Efficiency’ yang terletak mendekati puncak kurva, dalam hal penggunaan pompa sentrifugal, apabila pompa dioperasikan pada kondisi dibawah batas best efisiensi maka akan terjadi ‘downthrust’ pada impeller dan sebaliknya jika diatas batas best efisiensi maka akan terjadi ‘upthrust’ pada impeller.

Tanggapan 2 – suryadi

Dear Pak Samsul

kami akan bantu sepengetahuan kami.

yang perlu di khawatirkan jika pompa beroperasi di ujung curve ialah :

1. BHP (Break Horse Power) yang ditanggung shaft atau drive bapak akan mendekati titik Trip atau Break, mungkin masih bisa service tapi akan memakan banyak amphere.

2. NPSH juga akan ikut meningkat sebanding dengan Capacity discharge
dan sudah wajib NPSHA > NPSHR jika tidak akan Kapitasi

3. Head pompa bapak juga akan menurun Kecuali di modifikasi pada discharge line dengan cara memasang reducer pipe.

saran kami, lebih baiknya mengganti type Impeller pada pompa bapak atau merubah speed pada motor drive bapak dengan menggunakan inverter atau gear box.

demikian sedikit pencerahan dari kami, mohon maaf jika masih kurang banyak karena keterbatasan kami.

( kita sama – sama belajar ko Pak ).

Tanggapan 3 – Syamsul Anwar @pusri

Pak Setyadi,

Benar pak, tipe pompanya sentrifugal & terima kasih atas tanggapannya.

Memang di dalam API 610 diatur kalo preferred operation region 70% – 120% dari best efficiency flowrate.

Nah kasus yang saya hadapi, pompa rated operasi-nya berada di sekitar 124% dan kalo dilihat di performance curve sudah hampir mendekati end of curve.

Mungkin ada efek lain selain terjadinya upthrust pada impeller jika pompa ini di operasikan secara terus-menerus.

Tanggapan 4 – sinthd@technip

Dear Pak Syamsul

Menyambung dari ‘prefered operation region’ di API 610.
Coba Pak Syamsul lihat di API 610 10th Edition halaman 39 Fig. 26.
Di situ tampak dijelaskan Relation Between Flow and Vibration.

Di figure 26 tersebut tampak bahwa kurva 6 (kurva vibrasi) kembali naik dengan bertambahnya flow yang mendekati end of curve. Titik operasi juga dibatasi oleh garis 3 maximum allowable vibration limit at flow limits.

Efek lainnya adalah seperti yang dijelaskan pak suryadi / Doni.

Tanggapan 5 – achmad riyanto

Pak Syamsul,

efeknya:

1. Vibrasi naik

2. MTBR pump lebih pendek, especially seal and bearing lifetime. Ada kasus yang menyebabkan shaft sampai patah juga.

Tanggapan 6 – mundir mundir

Unik sekali kasus pak SY, performance pompanya di atas desain???
Kalau pendapat saya sih, kalau tidak berpengaruh ke sisi operasi maupun maintenancenya (vibrasi, beban, motor, pipelinedll) jalan aja…..

Tanggapan 7 – Ilham B Santoso

Saya sependapat dengan P Mundir dari sisi operasi pompa sendiri sih tidak ada masalah, hanya dari efisiensi pemakaian daya yang kurang efisien. Tergantung dari kebutuhan proses yang dilayani pompa dapat diatur besar flow pompa, dengan melakukan pengaturan bukaan valve discharge, sedemikian sehingga semakin mendekati best efficiency point nya (daerah design operasi pompa).

Tanggapan 8 – jamiat deba

Bisa jadi Pompa tersebut memiliki Diameter impeller yang masih besar… (lupa di potong)
Sehingga tidak sesuai dengan curve yang ada…

Share This