Pada awalnya, kalangan Process Control menyebut APC untuk strategi control yang lebih advance dari simple control loop (single input – single output), seperti cascade, feedforward, dsb. Akan tetapi, pengertian itu berkembang sebagai suatu strategi supervisory control dengan MIMO (Multiple Input – Mulitple Output), seperti yang diterapkan pada Process Optimization, Pipeline Network Management, dsb., sehingga pengertian awal seperti diatas sekarang disebut sebagai ERC (Enhanced Regulatory Control). Penerapan APC seperti yang pernah dibicarakan dalam milis ini sebagai APC/POC (Advanced Process Control / Process Optimization Control) dan sudah diterpakan di Pertamina UP V Balikpapan, dan dalam proses tender di Pertamina UP II Dumai. Mungkin rekan-rekan User bisa melengkapi.

Tanya – Imam Dermawan

Saya ingin mengetahui penerapan APC(Advance Process Control) terutama tentang Intelligent Instrumentation & Control yang pernah diterapkan di industri adakah yg mengetahui atau punya pengalaman dalam hal ini.

terima-kasih

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Pada awalnya, kalangan Process Control menyebut APC untuk strategi control yang lebih advance dari simple control loop (single input – single output), seperti cascade, feedforward, dsb.

Akan tetapi, pengertian itu berkembang sebagai suatu strategi supervisory control dengan MIMO (Multiple Input – Mulitple Output), seperti yang diterapkan pada Process Optimization, Pipeline Network Management, dsb., sehingga pengertian awal seperti diatas sekarang disebut sebagai ERC (Enhanced Regulatory Control).

Penerapan APC seperti yang pernah dibicarakan dalam milis ini sebagai APC/POC (Advanced Process Control / Process Optimization Control) dan sudah diterpakan di Pertamina UP V Balikpapan, dan dalam proses tender di Pertamina UP II Dumai. Mungkin rekan-rekan User bisa melengkapi.

Saya kurang paham maksud Pak Imam dengan ‘Intelligent Instrumentation & Control’. APC (pengertian sekarang), sebagai supervisory control merupakan perangkat tambahan dan bekerja sama dengan Regulatory Control System (DCS, FCS, dsb.) yang ada. Dengan mempunyai system yang terbuka (open system) seperti FCS dengan teknologi FF, OPC dsb., implementasi APC kan jauh lebih mudah dan integrasi lebih mantap.

Tanggapan 2 – Tanuwijaya, Andi

Mas Imam,

Kalau APC seperti feed forward control, atau ratio-control, cascade control seperti banyak terlihat di pemrosesan gas dan minyak atau pabrik pupuk.
Tapi saya juga ingin tanya nih sama ahli control, kalau fuzzy logic itu sudah diterapkan belum ya, yang saya pernah baca terakhir penerapan kontrol di industri adalah multivariable control, sedangkan fuzzy logic baru diterapkan pada peralatan rumah tangga seperti lemari es, AC.

Tanggapan 3 – Yoyok Poerwedi

Untuk APC (Advance Process Control) sampai POC(Process Optimization Control), bapak-bapak bisa lihat aplikasinya di :

Pertamina

Unit Pengolahan V

Jl. Yos Sudarso No.1 Balikpapan

Tanggapan 4 – Waskita Indrasutanta

Betul! Fuzzy logic dengan multivariable control inilah yang dipergunakan oleh APC (pengertian sekarang); beberapa diantaranya melaksanakan melalui process modeling, dsb.

Tanggapan 5 – Kundono, Warih

Saya kira fuzzy logic controller dan Dynamic Matrix Control (DMC) controller bisa dikategorikan sebagai APC. Saya pernah melihat fuzzy logic controller dipasang untuk megontrol kiln di pabrik semen. Sayang, tidak adanya SDM yang menunjang membuat controller ini tidak jadi difungsikan. DMC yang sekarang dikembangkan oleh AspenTech biasa dipasang untuk multivariable unit (misalnya kolom distilasi), dimana interaksi antar variable cukup tinggi. Saya belum tahu apa sudah ada yang memasang disini.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: