Stainless Steel : Merupakan baja alloy tinggi yang mengandung paling sedikitnya 12% Chromium (Cr). Semakin tinggi kandungan Chromium (Cr), makin tinggi ketahanan korosinya (Corrosion Resistance). Pada saat ini telah tersedia beraneka ragam jenis material Stainless Steel dengan sifat yang berbeda, misalnya keuletan pada temperature tinggi. Sifat yang terpenting tentu saja adalah ketahanan korosi (corrosion resistance) pada berbagai keadaan lingkungan yang berbeda. Sifat Stainless Steel menjadi beraneka ragam dengan adanya komposisi kimia yang menentukan mikrostrukturnya.

Oleh : Moderator KBK PengelasaModerator Pengelasan –
Farid Moch. Zamil (Farid Las)

Stainless Steel : Merupakan baja
alloy tinggi yang mengandung paling
sedikitnya 12% Chromium (Cr).
Semakin tinggi kandungan Chromium
(Cr), makin tinggi ketahanan korosinya
(Corrosion Resistance).
Pada saat ini telah tersedia beraneka
ragam jenis material Stainless Steel
dengan sifat yang berbeda, misalnya
keuletan pada temperature tinggi. Sifat
yang terpenting tentu saja adalah
ketahanan korosi (corrosion resistance)
pada berbagai keadaan lingkungan yang
berbeda.
Sifat Stainless Steel menjadi
beraneka ragam dengan adanya
komposisi kimia yang menentukan
mikrostrukturnya.

Adapun jenis Stainless
Steel menurut mikrostrukturnya
umumnya :

1. AUSTENITIC – STAINLESS STEEL
Type Austenitic Stainless Steel ini
mempunyai kandungan Chromium (Cr)
tinggi yaitu 16% – 26 % dan
mengandung paling sedikitnya 8 %
Nickel (Ni). Jenis Baja ini paling umum
dipakai dalam dunia industri.
Sifat Weldability yang paling baik
dengan proses welding umumnya.
Austenitic Stainless Steel pada
umunya memiliki structur fase tunggal.

Selengkapnya :