Ada beberapa jenis kapal yang beroperasi di sekitar platform, those are crew
boat (untuk antar jemput passangers), LCT (biasanya untuk angkat material
(bisa welding machine, material boxes, dan sejenisnya), crane barge (untuk
lifting/installation purpose, terutama yang memiliki ukuran dan berat yang
besar), material barge (biasanya untuk membawa material yang akan di-install
dengan crane barge tadi), stand by boat (bisa tug boat ato lainnya, yang
memiliki fungsi musti stand by pada saat ada orang yang bekerja di platform,
disini diasumsikan sbg unmanned platform).

Tanya – muhammad rifai

Salam kepada semua milist migas,

Saya baru belajar untuk handling pada sebuah platform
salah satu poin yang masih saya cari tapi blom ketemu adalah untuk menentukan
jarak dari pedestal crane ke supply vessel. Mohon sharenya, bagaimana cara
menentukan jarak tersebut… apa dipengaruhi jenis kapalnya atau gimana.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Arif Basuki

CMIIW: Saya kira bukan jenis kapalnya, tapi SWL dan radius cranenya, serta
beban terberat yang harus diangkat dari supply vessel yang berpengaruh.
Terima kasih,

Tanggapan 2 – muhammad rifai

yang pengen dicari cara nentuin radius cranenya.

Tanggapan 3 – Teguh Santoso

Saya setuju, bukan jenis kapalnya tetapi justru jangkauan crane untuk keperluan
pengangkatan equipment yang ada di platform itu sendiri. Jadi setiap equipment
di atas platform dapat terjangkau oleh crane tsb. Kalau satu crane tidak cukup
untuk satu platform karena luasnya maka diperlukan crane kedua, dst dst. Jadi
radiusnya justru ditentukan oleh keperluan untuk menjangkau equipment yang ada
di platform.. biasanya crane satu dengan lainnya ada intersection radius (ada
bidang yang bisa dijangkau oleh kedua crane tsb).

Tanggapan 4 – Eddy P

Rekan2,

Betul menurut rekan2 yang penting adalah crane radius, angle crane vs
capacity. Tapi mungkin yg dimaksud pak Rivai adalah size atau ukuran dari
supply vessel, artinya kalo supply vessel ukurannya besar tonnage-nya, maka
mungkin diperlukan platform crane yang lebih jauh radiusnya dibandingkan
dengan kalo menggunakan supply vessel yang kecil.

Tentunya handling seperti ini harus benar2 diperhitungkan sehingga supply
vessel yg digunakan sesuai dg platform crane yg ada, makanya ada material
handling study.

Tanggapan 5 – muhammad rifai

Terima kasih kepada semua termasuk yang japri,

Maklum pak, saya nih belum pernah berada di platform apalagi ketika ada kapal
berlabuh di platform ketika loading unloading.

Logika saya juga bilang, selain masalah keekonomian, jangkauan di platform
sampai apa saja yang mesti diangkat, juga keterbatasan platform itu sendiri. satu
yang belum masuk dalam angan angan saya, yaitu ketika crane itu hendak
mentransfer dari atau ke kapal. ketika kapal itu berlabuh, benda yang mau
diangkat (misal pompa).
sekarang kalau pompa sudah bisa diraih dari platform, tinggal kemana pompa mau
ditaruh… itu yang belum ada gambaran di angan angan saya… apa benda itu
mesti ditaruh ditengah kapal, atau bisa dipinggiiiir sekali (sehingga jarak 3
atau 4 meter cukup) atau bagaimana… trus apakah kapal itu bisa berlabuh nempel
dengan platform (kayak prangko) atau mesti ada jarak (1 ato 2 meter lah)…
beberapa yang saya tanyai… berestimasi… dan ber biasanya… jadi estimasinya
blom pakai dasar yang cukup dimengerti.

Mungkin bagi ABK, pertanyaan ini mudah, tapi bagi saya yang hanya pernah di
fabrikasi dan epc, nggak kebayang sama sekali… wong bentuk kapal yang dipakai
untuk ngirim barang ke platform aja blom ada bayangan…

Jadi, mohon bagi para pekerja offshore bisa kasih gambaran.

Terima kasih.

Tanggapan 6 – Indratmo JP

Pak/Mas Rifai,

Mau menanggapi tentang kapal yang ‘nempel’ ke platform.

Sependek yang saya tahu dan pernah alami serta pernah lihat sendiri, ada
beberapa jenis kapal yang beroperasi di sekitar platform, those are crew
boat (untuk antar jemput passangers), LCT (biasanya untuk angkat material
(bisa welding machine, material boxes, dan sejenisnya), crane barge (untuk
lifting/installation purpose, terutama yang memiliki ukuran dan berat yang
besar), material barge (biasanya untuk membawa material yang akan di-install
dengan crane barge tadi), stand by boat (bisa tug boat ato lainnya, yang
memiliki fungsi musti stand by pada saat ada orang yang bekerja di platform,
disini diasumsikan sbg unmanned platform).

Mengenai pertanyaan berapa meter dari platform, bisa ato tidak nempel tepat
di platform bisa dijabarkan dengan melibatkan beberapa parameter. Seperti
kondisi gelombang, angin, current pada saat itu, bisa juga memperhitungkan
radius crane yang akan meng-install sesuatu di existing platform tersebut.

Bila kondisi gelombang (dan environmental condition lainnya) sedang calm,
crew boat bisa saja menempel ke landing boat (salah satu bagian platform
untuk akses POB dari dan ke crew boat). Untuk bisa menempel ke landing boat
tersebut, biasanya memanfaatkan dorongan mesin dari crew boat tersebut.
Dalam kondisi seperti ini passenger tinggal ‘melangkahkan kaki’ saja kalo
mau nyebrang dari ato ke platform. Akan berbeda kondisinya bila laut sedang
‘bergejolak’. Boat driver akan mengambil jarak 1-3 meter antara landing
boat dengan crew boat, lalu passanger akan menyeberang menggunakan jump
rope, ga beda jauh kaya di film Tarzan J.

Jarak dari boat ke platform bisa juga ditentukan sekian meter karena lifting
purpose. Misal, akan melakukan instalasi sebuah material (yg terletak di
material barge) menggunakan crane barge. Maka, jarak antara platform dengan
crane barge (dan atau platform dan material barge) akan ditentukan dengan
lifting radius crane yg berada di crane barge tersebut sehingga lifting
purpose akan tercapai.

Tanggapan mengenai perletakan pompa pada saat lifting (refer ke contoh yang
Pak/Mas Rifai contohkan di email di bawah).

Seperti aktifitas lain yang dilakukan di offshore area. Lifting pun akan
memakan biaya yang sangat mahal (compared with lifting di onshore). Kita
musti memperhitungkan biaya rental crane, boat, dan marine spread lainnya.
Untuk itu, pada saat melakukan lifting sudah bisa dipastikan akan dilakukan
briefing terlebih dahulu, safety briefing dan technical briefing. Dalam
briefing tersebut akan dijelaskan peran masing2 personnel dalam aktivitas
lifting tersebut dan sudah ditetapkan juga barang A akan ditaruh mana,
begitu juga barang B, C, dan seterusnya. Jadi sangat mustahal sekali barang
sudah dalam posisi lifting baru ditentukan mau ditaruh mana barang tersebut.

Tanggapan 7 – Irwan Satria

Mas Rifai,

As additional dari yg sudah dsampaikan Pak Indratmo.
Mungkin yg mau didiskusikan oleh mas Rifai ini adalah brkenaan dengan lifting
crane di offshore platform (pedestal crane) dari atas platform ke supply vessel
(bisa tug boat,LCT,barge etc) di sekitar platform dan sbaliknya,dlm hal ini yg
dkenal dengan DYNAMIC LIFTING. Dan bukan STATIC LIFTING di atas platform. CMIIW.
Sepanjang pengetahuan saya,utk mendesain jangkauan atau radius crane di kondisi
Dynamic ini yg perlu kt perhatikan adalah :

1. Supply vessel approach direction ke platform. Apakah dari arah
barat,selatan,dsb. Pd umumnya supply vessel approach adalah pd sisi kita
melokasikan pedestal crane (utk meminimalkan radius crane).

2. Jarak supply vessel dari crane pd saat load transfer. Pd umumnya saat
mlakukan transfer material supply vessel tidak akan menempel di boat landing
seperti saat akan melakukan personnel landing ke platform. Namun supply vessel
akan berada dlm jarak tertentu dr platform,ini utk menghindari slam (hantaman)
pd platform terutama saat kondisi wave & wind yg tdk mendukung. Jarak minimum
saat transfer ini hrs dkonsultasikan ke Owner atau Operator brdasarkan analisa
wave,wind,etc dan bs me-refer ke existing facilities.

3. Jenis supply vessel yg akan dipakai utk load transfer. Ini sesuai yang
dijelaskan pak Indratmo sblmnya. Dan data ini bs jg dikonsultasikan ke Owner
atau Operator. Termasuk dimensi dan layout vessel (lokasi tempat material akn
diletakkan di vessel).

Dari 3 parameter td bisa kita dapatkan minimum dynamic lifting radius yg
diperlukan untuk crane yg kt desain.
Sbg catatan for Dynamic Lifting ada faktor2 di API 2C yg harus di consider utk
mengoptimalkan desain pedestal crane kita.
Mudah2an bisa membantu dan mohon dikoreksi jk ada yg kurang tepat.