Harus dicatat bahwa pengukuran kadar logam dalam air dan pengukuran partikel debris tentu saja adalah sangat jauh berbeda. Kadar Fe (atau logam-logam lain) dalam suatu Water Monitoring System, pada umumnya adalah berbentuk senyawa-senyawa logam yang terlarut dalam air. Ini tentu saja sangat berbeda dengan partikel-partikel debris, yang adalah kontaminan tak-terlarut. Jadi, saya sangat meragukan peralatan ‘total ferrous debris sensor’ ini dalam hal pengukuran kadar Fe di dalam air, yang seringnya adalah exist sebagai larutan.

Tanya – m_sahlaa

Saya ingin menanyakan tentang apakah ada alat/instrument untuk mengukur kadar Fe (Ferrum/besi) dalam air? Mungkin kalau Bapak2/Ibu2 mempunyai experience dilapangan yang equivallent tolong bantuannya untuk dishare. Mungkin dari Bapak2/Ibu2 mengetahui distributornya, mohon informasinya via japri saja, agar tidak mengganggu milist ini.

Mohon arahan dan bimbingannya. Terima kasih.

Tanggapan 1 – Isya Muhajirin

Pak m_sahlaa,

Hingga saat ini kita masih menggunakan Spectrofotometer dr HACH Instrument (sorry, menyebut brand) untuk mengambil data Fe terlarut dalam liquid. Dengan mencampurkan specific reagent (ferrover) pada air yang akan dianalisa maka kita bisa langsung mendapatkan hasilnya.
Hasil yang didapat dari onsite analysis ini kita bandingkan dengan hasil corrosion monitoring coupon agar didapatkan korelasi tingkat korosivitas dalam pipa.
Untuk distributornya saya kurang tahu tapi saya yakin rekan2 disini pasti ada yang mengetahuinya.

Tanggapan 2 – hanang h

Sekedar tambahan, untuk keperluan Water Monitoring, tentunya yang diperlukan adalah hasil numerik yang terpantau secara terus menerus, entah itu secara kontinyu ataupun secara autosampling dengan perioda T tertentu. Yang pasti, untuk monitoring system sebagaimana terminologi instrument yang dipahami pada umumnya, si alat ukur harus secara sendirinya memberikan hasil pengukuran secara terus-menerus, baru bisa dikatakan sebagai monitoring system.

Dalam hal pengukuran kadar logam (Fe, in this case) dalam air, perlu juga memperhatikan keadaan si logam, apakah dia ada sebagai unsur? senyawa? Senyawa apa..? dsbnya. Terutama hal ini jika dikaitkan dengan teknik analisaspektrofotometri. Dan sepertinya, Pak Sahlaa memang kudu menggunakan spektrofotometri untuk menganalisa dan mendapatkan hasil pengukuran numerik kadar Fe itu.

Tapi, yang menjadi masalah dalam hal kebutuhan Pak Sahlaa untuk Water Monitoring System itu adalah: pada umumnya teknik spektrofotometri memerlukan adanya sample treatment tertentu yang harus dilakukan secara manual di laboratorium. Nah, tentunya ini sangat tidak applicable untuk sebuah Water Monitoring System bukan..??!. Lain halnya dengan pengukuran pH, DO, Conductivity.. yang semuanya bisa dilakukan pengukuran secara langsung dan online, dan langsung mak jrenggg….terlihat di layar komputer di meja kita. Kadar logam tidak bisa diukur langsung seperti itu.

Salah satu (atau benar satu?) solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah: secara periodik mengambil sample dan melakukan analisa kadar logam secara terpisah di laboratorium. Teknik spektrofotometri seperti disarankan oleh Pak Isya sangat applicable. Biasanya sih bukan dalam percentage, tapi dalam skala ppm. Kalau dalam kadar lebih kecil lagi, umpamanya dalam skala ppb, Bapak mungkin bisa gunakan atomic absorbance spectrophotometer (AAS) yang memang specialnya adalah untuk analisa logam atau senyawa logam dalam kadar ppb.

Untuk peralatan, HACH cukup simple digunakan, sepengetahuan saya hanya untuk spektrum visible. Ada beberapa lagi merk Hewlett Packard, Shimadzu, GBC dll.. yang menggunakan UV-Vis, desainnya lebih rumit, pengoperasiannya agak lebih rumit.., equipmentnya lebih kompleks, lebih muahal.., tapi hasil analisanya lebih bagus.

Mungkin ada tambahan dari yang lain…

Tanggapan 3 – ebahagia

Metode pendekatan mengukur Fe (Iron) pada suatu aliran fluida dapat menggunakan kumparan magnet yang akan ter’ganggu’ bila dilewati fluida dengan kandungan Fe (magnetic material). Dalam aplikasi monitoring fluida minyak sudah sangat umum di gunakan, yang harus di perhatikan apakah sensor ditempatkan secara online – inline atau offline? http://www.ebahagia.com/ANALEXrsTotalFerrousDebrisSensor.html

Inline berarti seluruh di tempatkan di pipa utama, sensor mendeteksi seluruh diameter pipa. Online – membuat cabang aliran dari pipa utama dengan asumsi sampel fluida mewakili aliran fluida yang sebenarnya (pipa utama). Offline – pengambilan sampel & analisa secara on-demand / periodik.

Agar tetap akurat dalam pengukuran, sensor harus dilengkapi self cleaning polutan Fe pada daerah pengukuran – biasanya pakai piston type atau air blast, plus self calibration dengan penggunaan referensi nilai medan magnet tanpa intervensi polutan Fe.

Magnetic screen, filter & magnetic plug juga umum di pakai dengan tujuan menangkap polutan Fe, meskipun tingkat polutan terukur secara manual.

Tanggapan 4 – hanang h

Menarik sekali mengikuti link yang diberikan Pak Ebahagia, terimakasih atas share-nya.

Harus dicatat bahwa pengukuran kadar logam dalam air dan pengukuran partikel debris tentu saja adalah sangat jauh berbeda. Kadar Fe (atau logam-logam lain) dalam suatu Water Monitoring System, pada umumnya adalah berbentuk senyawa-senyawa logam yang terlarut dalam air. Ini tentu saja sangat berbeda dengan partikel-partikel debris, yang adalah kontaminan tak-terlarut. Jadi, saya sangat meragukan peralatan ‘total ferrous debris sensor’ ini dalam hal pengukuran kadar Fe di dalam air, yang seringnya adalah exist sebagai larutan.
Mohon dikoreksi kalau saya salah.

Atau mungkin ada rekan-rekan lain yang punya pengalaman dengan peralatan ‘total ferrous debris sensor’ tersebut untuk pengukuran kadar logam terlarut..? Silakan dishare..

Tanggapan 5 – ebahagia

Pak Hanang,

Sangat setuju dengan email Anda pada perbedaan ferrous debris dan soluble ferrous dalam larutan/ikatan kimia – dimana konsentrasi dan besaran-nya sangat berbeda.

Metode pengukuran dengan Potentiometric dan Absorbance Spectrum lebih lazim digunakan pada analisa air sebagai alternatif (tanpa menggantikan) metode pengujian ICP & AA.