Wafer Connection adalah metode untuk mengikat valve dengan bolting connection dimana valvenya dijepit diantara dua valve seperti valve pada umumnya.
Yang membedakan disini yaitu, bolting digunakan untuk mengncangkan koneksi valve dan flange dari flange disisi upstream dengan flange di sisi downstream (bolt-nya memanjang ke arah longitudinal di luar badan valve dari sisi upstream ke downstream). Jadi, ukuran panjang bolt-nya lebih panjang dibandingkan dengan bolt untuk mengikat flange – flanged valve pada umumnya. MTO untuk gasket tetap sama : 2 EA, untuk masing2 upstream & downstream valve.

Tanya – Fedrianto

Dear Rekan2,

Saya mw nanya pertanyaan yg sangat simpel aja, wafer connection pada valve itu maksudnya apa y? Standard flangenya pake Ansi B16.5 jg?

Thanks, untuk perhatian dan jawabannya before.

Tanggapan 1 – sri rejeki

Mas Fedri,

Yang dimaksud wafer connection adalah metode untuk mengikat valve dengan bolting connection dimana valvenya dijepit diantara dua valve seperti valve pada umumnya.
Yang membedakan disini yaitu, bolting digunakan untuk mengncangkan koneksi valve dan flange dari flange disisi upstream dengan flange di sisi downstream (bolt-nya memanjang ke arah longitudinal di luar badan valve dari sisi upstream ke downstream). Jadi, ukuran panjang bolt-nya lebih panjang dibandingkan dengan bolt untuk mengikat flange – flanged valve pada umumnya. MTO untuk gasket tetap sama : 2 EA, untuk masing2 upstream & downstream valve. Standar flange dan gasket tetap mengacu pada ANSI B16.5 untuk rating dan schedule pipa yang menghubungkan flange (schedule & rating) & valve (rating) tersebut.
Salah satu tipe valve yang menggunakan koneksi semacam ini yaitu Check Valve.
Semoga bisa membantu.

Tanggapan 2 – Fedrianto

Trima kasih mbak sri atas jawabannya. yg sy mw tanyakan lagi, apakah valvenya harus dijepit antara dua buah valve saja? atau bisa antara flange-valve-flange? untuk gasketnya 2ea untuk masing2 upstream dan downstream y? berarti ada empat gasket totalnya? FYI, type valvenya adalah butterfly.

Tanggapan 3 – A. Rofiudin

Mas Fedri,

Benar sampeyan, valve di jepit di antara flange seperti yang sudah saya jawab lewat japri, dan seperti yang saya katakan biasanya butterfly valve, mengenai gasket tetap perlu 2 ea, tapi juga tidak perlu gasket kalau valve tersebut PTFE lining, karena lining PTFE tersebut juga sudah merupakan gasket, dengan menambahai gasket lagi maka akan menambah jumlah titik kemungkinan kebocoran (maksud saya kalau tanpa gasket tambahan berarti kebocoran hanya di sisi kiri dan kanan velve — > 2 ea only, bila ditambah gasket maka di kiri 2 di kanan 2 kans kebocoran, kenapa di kiri dua? –> muka flange to gasket = 1, gasket to muka PTFE lining di valve = 1. Kecuali kalau PTFE liningnya ini dijepit di flange PVC or PVC+FRP, maka tambahan gasket yang lebih soft seperti Viton or EPDM adalah perlu untuk menghindari kebocoran.

Mbak Sri hanya salah ketik, ‘dimana valvenya dijepit diantara dua valve seperti valve pada umumnya’ Maksud beliau adalah dimana valvenya dijepit diantara dua flange seperti valve pada umumnya’.

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – sri rejeki

Dear mas Fedri & ma Rofi,

Betul mas Rofi, saya salah ketik, maklum abis tidur siang…:).
Valvenya dijepit diantara 2 flange di sisi upstream & downstream. Kalo jenis valvenya setahu saya yaa, wafer check valve. Kalo yang jenis butterfly, saya belum pernah menemui. Barangkali ada anggota milist lain yang pernah menemukannya..

Tanggapan 5 – Dedi Mulyadi Supriatna

Dear Bu Sri,

Sekedar sharing dan berbagi pengalaman aja,

Untuk wafer connection yang biasa kami lakukan yaitu menggunakan jenis butterfly valve type : wafer type.

Untuk falngesnya diletakan diantara upstream dan downstream, atau jika posisinya horizontal diletakan antara sisi kiri dan kanan valve.

Untuk penggunaan gasketnya saya rasa sudah dijelaskan sama Pak Rofi.

Panjang baut yang diperlukan yaitu tebal flange sebelah kiri + gasket sebelah kiri + tebal valve + tebal gasket sebelah kanan + tebal flange sebelah kanan + tebal nut + toleransi 15 atau 20 mm untuk ext nut (terserah anda). Dari penjumlaha itu setidaknya kita akan mengatahui batas minimum baut yang akan kita gunakan untuk wafer connection ini.

Tanggapan 6 – Fedrianto

Trima kasih atas jawabannya mas Rofi, mas Dedi dan mas Sri. sangat membantu.. butterfly yg sy pake disini tidak dilining dengan PTFE tp cuma EPDM aja. Klo EPDM masih perlu dikasi gasket lagi gk? sy juga masi agak bingung knp kok klo dilining dengan PTFE, tidak perlu diberikan gasket lg?klo titik kemungkinan kebocorannya sy udah paham.

Tanggapan 7 – Pranoto

Terlampir adalah Butterfly Valve Drawing berikut dengan deminsinya yang biasanya digunakan sebagai maintenance/isolation valve utk water based system. Mungkin lampiran tersebut bisa digunakan sebagai bahan referensi.

Tanggapan 8 – Fedrianto

@ all : trima kasih atas jawaban dr rekan2 semua. Jadi tambah ngerti nih sy..

@ mas Rofi : butterfly valve yg saya pake bukan teflon lined tp EPDM lined (body & discnya). Klo misalnya td butterfly dengan teflon tidak butuh gasket lg, apakah untuk type sy ini butuh gasket?

@ mas Dedi : apakah lebih baik menggunakan stud bolt ketimbang bolt biasa sbagai boltingnya?

@ mas Pranoto : drawingnya gak ada mas.

Tanggapan 9 – A. Rofiudin

EPDM lining apalagi mas kan lebih soft, ga perlu gasket mas. (kan sudah saya sebutkan). discnya juga di lining EPDM juga gitu? coba cek lagi.

Penggunaan stud bolt atau baut biasa sama saja, memang kalau ada keduanya pasti lebih suka stut bolt enak dipasangnya.

Tanggapan 10 – Pranoto

Dear P’ Febrianto,

Saya kirim lewat japri saja ya, thx.

Tanggapan 11 – A. Rofiudin

Kali ini saya bingung habis nih, mau koreksi lagi gak berani. Sri Rejeki kok kelompok ‘Mayoritas’, Koreksi nama ga berani takut kualat. Koreksi ‘mayoritas’ jadi ‘minoritas’ saya blm pernah lihat… 🙂 no comment lah.

Mas fedri dan ? Sri rejeki yth,

Yang pernah saya temui dalam bentuk wafer dalam installasinya adalah : Check valve, rupture disc, ball valve (ini agak jarang, tapi ada di bawaan compressor GARO), butterfly valve, atau orifice bisa dimasukkan kali?.

semoga membantu,

Tanggapan 12 – A. Rofiudin

Pada prinsipnya butterfly valve yang soft lining (N Rubber, EPDM, PTFE, PFA, Viton etc)tdk perlu dipakai gasket lagi, karena sudah berfungsi sebagai gasket juga (conturnya juga di buat corugated kan?).
Tapi untuk lining yang keras semacam PTFE atau PFA dan sejenisnya kalau mau di pasang di PVC (rawan pecah) yang soft perlulah diberi gasket yang soft semacam soft PTFE, kalau di beri gasket EPDM or viton harus lihat chemical resistannya ke fluida yg mengalir. Tapi kalau tidak dipakai gasket tambahan ya tdk apa apa, yang penting pengencangannya cross sectional dan hati hati.
Karena saya pernah punya kasus di line 8 inch, pasang butterfly valve wafer PTFE lining tdk pakai gasket tambahan, ada leak sedikit, tdk bisa dikencangkan takut pecah, setelah di kasih gasket tambahan Viton (yg compatibel dgn fluidanya) langsung beres. ini hanya kasus.