Yang lazim dilakukan dalam merancang analyzer house adalah memastikan terjadinya pertukaran udara yang cepat sehingga tidak terjadi akumulasi gas bila terjadi kebocoran tubing atau kebocoran lainnya. analyzer house dimonitor oleh combustible gas detector untuk mendeteksi kebocoran combustible gas dan o2 detector untuk mengetahui kebocoran gas lainnya yang bisa mengakibatkan kurangnya o2. alarm combustible gas detector akan mematikan power ke analyzer house sedangkan alarm o2 akan mengaktipakn audible dan visual alarm didepan pintu analyzer house.

Tanya – Lucky Soemawisastra

Rekan-rekan sejawat,

Kebetulan kami sedang me-review analyser house sehubungan dengan adanya fatality pada saat electrical power failure tgl 12-September-2002. disini ada 5 analyser house yang ruangannya di jaga selalu positive pressure dengan Instrument Air.

Nah pada saat power failure bulan lalu, kami pun mengalami failure di Power generator sehingga Instrument Air Compressore pun fail untuk menjaga pressure di Instrument Air network kami. Secara procedural, kami harus men-switch IA air supply dengan Nitrogen Medium.

Sehingga Semua analyser kami menjadi full of Nitrogen, dan disinilah timbul fatality ketika seorang analyser technician masuk kedalam analyser house yang penuh dengan N2.

Pertanyaannya atau info yang kami mohon bantuannya adalah :

* Adalah design quote yang menyatakan bahwa analyser house harus dijaga untuk keep positive pressure, yang katanya akan mencegah timbulnya explosion akibat Hydrocarbon ingress kedalam house tersebut ?.

* Jika design sedikit kita rubah, Analyser house tidak dijaga positive pressure…, apakah ada impactnya pada alat Gas Chromatography ?. Kami menggunakan GC dengan Detector Flame Ionization, dan ada lagi yang menggunakan Thermal Conductivity Detector.

Setahu saya, GC yang kami gunakan sudah explosion proof. tapi kok ya ‘pendahulu’ kita menambahkan safety factor lain yaitu positive pressure IA yang ternyata menjadi senjata makan tuan terhadap salah satu anak buah kami.

Demikian pertanyaan saya,…. thanks buat rekan sejawat yang ikut berpartisipasi dalam miling list ini.

Tanggapan 1 – stephanus sulaeman

Pak Lucky,

Pertama-tama saya menganggap GC yang bapak maksud adalah suatu on-line analyser ( bukan portable analyzer ), sehingga connection baik listrik dan fluida bersifat agak permanen. Sebab apabila ia bersifat non-permanen, akan sangat diragukan kemampuan explosion proofnya secara system. Nah kemudian kenapa analyser house mempunyai positip pressure. Salah satunya adalah apabila ia bersifat atmosferik, maka gas dari luar dapat masuk kedalam ( saya menganggap analyser house anda berada dalam lingkungan daerah merah / daerah dimana uap gas flammable dianggap selalu ada ). Walaupun analyser anda explosion proof, tetapi system analyser house anda tidak akan explosion proof ( terutama jaringan lampu penerangan dan jaringan instrument-ellectrical system ), sehingga ia membutuhkan positip pressure untuk menghindari gas masuk kedalam analyser house !! Itulah sebabnya setiap ruangan tertutup didalam battery-limit selalu diusahakan positip pressure.

Tanggapan 2 – Lucky, S Soemawisastra

Mas Sulaeman,

Thanks berat atas response anda (juga rekan-sejawat yang lain).

Benar sekali, bahwa kami menggunakan on-line analyser, nah… karena kasus fatality dahulu…. ada suatu ide untuk tidak menggunakan positive pressure (walaupun AH tersebut berada di didalam battery limit).

Jika, setelah kami check semua jaringan lampu penerangan, jaringan instrument electrical system sudah explosion proof (misalnya..), apakah kita bisa melaksanakan ide tersebut (yaitu mematikan system positive pressure ?).

Terima kasih sekali, maaf atas topic yang terlalu ‘silly’ ini, terus terang kami pernah mengalami 16.000.000 jam kerja tanpa loss time accident, dan akhirnya karena kasus ini… yach dengan sangat sedih kami reset lagi menjadi zero.

Tanggapan 3 – stephanus sulaeman

Dear sir,

Pak Lucky, ada dua system yang berbeda, yaitu on-line analyser yang harus disupply oleh IA atau nitrogen dan analyser house yang harus dijaga tidak mempunyai accumulasi flammmable liquid. Adalah suatu hal yang tepat on-line analyser diproteksi dengan nitrogen purge apabila IA fail. Yang menjadi root cause permasalahan adalah nitrogen leak kedalam analyser house. Prosedur yang diterapkan ditempat anda ada kesalahan, yaitu kurang mempertimbangkan safety pada emergency case dan karyawan anda kurang hati-hati ( awareness terhadap K3, dikarenakan lack of knowledge ).
Untuk menanggulangi kasus tersebut secara tepat guna menurut saya adalah menginjeksikan pneumatic air kedalam analyser house ( anda melihat perbedaannya ? ). Pneumatic air ini sangat mudah diperoleh karena kita dapat menggunakan emergency portable kompressor. Tidak ada perubahan system lainnya !!

Tanggapan 4 – Togar Manurung

Pak Lucky ,

Instrument Air Failure adalah salah satu case yang dikonsider dalam mendesain Safety System (ESD) di Plant selain case-case lain seperti Black Out Power , Cooling Water Fail , etc .Umumnya kasus IA-Fail diikuti oleh Plant Shutdown.

Dalam kasus anda yang membuat saya bertanya adalah :

Kenapa Pada saat IA-Fail langsung di switch ke Nitrogen System untuk memaintain Possitive Pressure ? Meggunakan Std apa ?

Ada 2 kemungkinan loss of pressureized yaitu : IA-Fail atau Seal Leakage IA-Fail ,gas HC akan release ke Flare (Plant shutdown),sedangkan Seal leakage (IA-Life) tidak ada gunanya Switch ke Nitrogen gas. Kalau merefer ISA atau IEC , Pressurization Techiques ada 3 jenis yaitu :
Tipe X, Tipe Y dan Tipe Z(ISA) atau Case-1 &Case-2 (IEC) dan tidak ada keharusan untuk switching pressurized sources Environment Analyser House memang agak sedikit berbeda dengan Panel Control yang diField karena umumnya Panel Control hanya berisi peralatan Electric/Pneumatic sedangkan untuk Analyser House ditambah dengan Gas HC yang masuk ke dalam Panel secara Continue sehingga umumnya STD yang digunakan juga merefer ke NFPA 496 yang menuntut ‘Continuous Dillution’ .
Untuk di Panel Control , dengan Technique Pressurerization, konsekuensi dari Loss of Pressure adalah , Cut Of Power Supply di Panel (Tipe X) atau Alarm Only (Tipe Y) dan Classisfikasi Equipment yang di dalam panel menjadi berkurang, misal dari Div-1 menjadi Div-2 rating karena Area Class juga berkurang (pressurized condition ).
Menurut saya , Possitive Pressure tetap dipertahankan di AH karena selain area diluar adalah Div-1 , juga didalam ada continue Gas HC . Masalah mencegah Fatality adalah dengan Prosedur.(memang prosdure akan berkurang jika desifgn for safety better applied )
Mungkin saya kurang tepat karena sudah lama sekali tidak berhubungan dengan area classification,saya hanya coba share experiences masa lalu.

Tanggapan 5 – Hari Syofyedi

Mas Lucky,

1.Pengertian Positive Pressure:

Positive pressurize diwajibkan untuk bangunan ataupun ruangan yg terletak di dalam hazardous area classification ( either class 1 or class 2 ).
Seperti, Switchgear Room, Control Room, ataupun ruangan2 lainnya yang didalamnya tidak ada HC. Positive pressure di perlukan guna mencegah supaya tidak ada HC ingress ke dalam ruangan tsb yg bisa menyebabkan explosion. (Potensial ingress dari HC selalu ada karena ruangan tsb berada di dalam hazardous area classification).

Dalam kasus AH ini, incase IA failure, N2 di extinguish menjaga agar supaya didalam AH tetap mempunyai positive pressure. Selama N2 digunakan, tidak boleh ada yg masuk ke ruangan, begitu juga orang2 yg ada didalam AH pada saat N2 di extinguish harus segera keluar.
Jadi postive pressure di AH harus dipertahankan, cuman perlu ditambah Warning Sign dan Alarm yg harus terpasang di setiap pintu masuk/keluar untuk memberi peringatan kepada setiap orang yang akan masuk ataupun yg ada didalam AH.

2 Pengertian Explosion Proof

Pengertian dari explosion proof dari suatu alat ( lectrical/Insturmentasi,etc,) adalah alat2 yg dirancang sedemikian rupa sehingga pada saat alat2 tsb di operasikan ataupun failure tidak menghasilkan spark /bunga api kesekelilingnya, yang dapat menyebabkan fire or explosion jika pada saat yg bersamaan ada gas HC di sekelilingnya.

Walaupun semua alat2 instrumentation /electrical sudah ‘explosion proof ‘ type, tapi kursi, meja, alat tulis bahkan manusia sendiri pun dapat menimbulkan ‘ spark or heat’ yg memicu terjadinyas fire or explosion incase ingression dari HC di dalam AH.

Saran saya anda harus tetap mempertahankan positive pressure didalam AH harus tetap di pertahankan, lengkapi pintu2 masuk/keluar dengan warning sign dan alarm ditambah dengan prosedure untuk keluar masuk AH karena N2 dapat saja di extinguish setiap saat, bukan saja karena IA failure tapi juga N2 nya sendiri yang failure.

Atau anda pindahkan AH ke safe area dimana tidak diperlukan lagi postive pressure didalam AH..

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: