Select Page

Biasanya yang menjadikan pertimbangan suatu sumur di drill directional (atau kadang-kadang malah horizontal) adalah pencapaian target / posisi target di sub-surfacenya relatif terhadap fasilitas di permukaan atau pre-existing borehole. Bisa juga karena main-holenya mengalami kendala2 tertentu sehingga diputuskan harus di sidetrack, atau, bisa juga karena geoscientist-nya meminta well trajectory-nya agar ‘memotong’ beberapa target geologis.
Untuk mencapai target tersebut salah satu komponen yang terpenting adalah seberapa jauh deviasi posisi target tersebut dari main-hole atau dari pre-existing borehole. Dari situ, lantas ditentukan target-target antara (intermediate) yang akan dijadikan titik ikat (anchor) untuk mencapai target utama. Seberapa ‘steep’ directional section tersebut dibatasi oleh ‘kelenturan’ dari bottom hole assembly yang akan dipergunakan, disini kita akan ‘berhubungan’ dengan term ‘dog leg severity’, yang mengindikasikan seberapa ‘tajam’ suatu borehole trajectory. Dari situ kita bisa memperoleh berapa harga deviasi (azimuth) dan inklinasi dari trajectory tersebut.

Tanya – nathasya_de_muriatique

Perhitungan perencanaan (planning) pada sumur directional menghasilkan sebuah peta perencanaan berisi plane view serta section view dari sumur tersebut,

– plane view didapatkan dari hasil perpotongan north pada sumbu X dan east pada sumbu Y

– sedangkan section view didapatkan dari perhitungan vertical section pada sumbu X dan true vertical depth pada sumbu Y.

Yang saya ingin tanyakan adalah:

– Bagaimana menghitung nilai azimuth pada planning ?

Mohon bantuannya.

Tanggapan 1 – mbatack

Biasanya yang menjadikan pertimbangan suatu sumur di drill directional (atau kadang-kadang malah horizontal) adalah pencapaian target / posisi target di sub-surfacenya relatif terhadap fasilitas di permukaan atau pre-existing borehole.Bisa juga karena main-holenya mengalami kendala2 tertentu sehingga diputuskan harus di sidetrack, atau, bisa juga karena geoscientist-nya meminta well trajectory-nya agar ‘memotong’ beberapa target geologis.

Untuk mencapai target tersebut salah satu komponen yang terpenting adalah seberapa jauh deviasi posisi target tersebut dari main-hole atau dari pre-existing borehole. Dari situ, lantas ditentukan target-target antara (intermediate) yang akan dijadikan titik ikat (anchor) untuk mencapai target utama. Seberapa ‘steep’ directional section tersebut dibatasi oleh ‘kelenturan’ dari bottom hole assembly yang akan dipergunakan, disini kita akan ‘berhubungan’ dengan term ‘dog leg severity’, yang mengindikasikan seberapa ‘tajam’ suatu borehole trajectory. Dari situ kita bisa memperoleh berapa harga deviasi (azimuth) dan inklinasi dari trajectory tersebut.
Mudah2an bisa membantu.

Tanggapan 2 – Eko Yudha

Mas Mufti,

Dari penjelasan anda, saya asumsikan data yang anda punyai adalah:

1. Vertical view. Berarti anda sudah punya data TVD, MD, horizontal displacment, dan inclination.

2. Horizontal view. Berarti anda sudah punya data dN (North, m) dan dE (East, m).

3. Dari e-mail anda sebelumnya, sepertinya anda sudah punya referensi buku2 pemboran.

Ada beberapa metode menghitung trajectory survey (maaf, saya belum sempat menuliskan rumus2nya, tapi anda bisa lihat di buku2 referensi yang anda punya):

1. Average angle

2. balanced tangential

3. Radius of curvature

4. Minimum curvature.

Metode yang paling akurat adalah metode # 3 dan #4.

Rumus2 dalam metode tsb umumnya menghitung:

dN sebagai fungsi dari dMD, Cosinus inclination, dan Sinus Azimuth

dE sebgai fungsi dari dMD , Cosinus inclination, dan Sinus Azimuth

dTVD sbagai fungsi dari dMD dan Sinus inclination.

Dengan data-2 tsb di atas, tentukan dua titik (station: 1 dan 2 untuk mendapatkan dMD) di daerah yang and ingin tahu azimuthnya. Lalu, anda tinggal utak atik rumus tersebut (dN dan dE) supaya bisa menghitung azimuthnya (karena anda sudah punya data dN, dE, dan dMD).

Mudha2an membantu ya..

Tanggapan 3 – nathasya_de_muriatique

Jadi Mas Eko kalo perhitungan azimuth pada Planning itu sama perhitungan Azimuth pada survey ?

Maksud Mufti, pada saat perencanaan (planning)nilai pertambahan azimuth itu perhitungannya gimana ?, saya tau kalo untuk survey memang seperti itu tapi kalo planning sendirikan gak ada data azimuth stasion 2 terhadap stasion 1…. itu yang buat saya pusing sebab dosen saya kasih masukan kalo Planning di wellbore itu sekarang pake Drilling Office & gak manual.

Mohon dibales ya.

Tanggapan 4 – Eko Yudha

Mas Mufti,

OK, mungkin saya salah mengartikan. Sebab sebelumnya anda bilang sudah punya vertical dan horizontal view jadi saya asumsikan anda hanya punya gambar hasil survey yang anda ingin hitung azimuthnya.

Drilling office juga software bikinan orang, jadi pasti ada hitungan manualnya.

Dalam hal planning, bisa dibilang ada 3 kategori:

1. Standard single target.

Misalnya kita punya data koordinat surface location (x1,y1) tempat pemboran dimulai dan kordinat target-nya (x2, y2). Jika data koordinat tsb dalam bentuk latitude-longitude, ubah/convert dulu ke bentuk UTM (satuannya meter). Kalau anda ‘googling’ banyak website UTM converter yang bisa dipakai. Setelah koordinat tsb dalam bentuk UTM, anda utak-atik kedua koordinat tersebut dgn rumus phytagoras dan trigonometri maka anda bisa menghitung jarak proyeksi antara x1 dan x2, jarak proyeksi antara y1 dan y2, jarak antara surface location dan target, dan otomatis sudut azimuthnya.
Tentunya planning azimuthnya akan selalu konstan karena kita hanya punya satu target.

2. Multi-target.

Misalnya kita punya beberapa target antara (station) surface location dengan target akhir. Yang ini agak rumit, tapi prinsipnya sama dengan di atas, tapi dihitung urut satu per satu.

3. Customized well path.

Misalnya kita ingin punya well path yang belok dulu kesana kemari (mis:untuk menghidari tabrakan dengan sumur lain dsb) sebelum mencapai target. Nah ini agak sulit kalau pakai hitungan manual. Karena kita meraba-raba dengan mencoba2 nilai azimuth dan inklinasi di sepanjang lintasan sumur (azimuth bukan sebagai output). Maka, muncullah software yang lebih mempermudah.

Mudah2an bisa dimengerti maksud saya. nanti saya coba carikan contoh hitungannya, barangkali dari situ bisa dapet ‘lham’. Salam,

Share This