Pembangunan dari komplek petrochemicals senilai 3 milyar dolar di Tianjin, China yang dimiliki oleh Sinopec dan SABIC tercatat akan selesai pada bulan September.

Penulis : Uchenna Izundu

Pembangunan dari komplek petrochemicals senilai 3 milyar dolar di Tianjin, China yang dimiliki oleh Sinopec dan SABIC tercatat akan selesai pada bulan September.

Komplek akan memiliki kapasitas produksi 3.2 juta ton/tahun, termasuk 1 juta tpy ethylene cracker dan akan memproduksi produk lainnya, termasuk polyethylenes, ethylene glycol, polypropylene, butadiene, phenol, dan butene-1.

Pada bulan Juni 2008, biaya project diharapkan melebihi 2.5 juta dolar, tapi telah meningkat yang menyebabkan perluasan bidang plant.

Chinese National Development and Reform Commission (NDRC) telah menyetujui kedua perusahaan dengan membentuk 50:50 joint venture untuk komplek. NDRC mengikuti strategi perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh kedua perusahaan pada 21 Juni 2008 di Jeddah, Saudi Arabia.

Perusahaan akan juga menambahkan polycarbonates pada fasilitas dengan menggunakan tekhnologi dari SABIC.

China adalah pasar petrochemical terbesar didunia berdasarkan pada high growth rates yang dicapai oleh perekonomian China, kata SABIC. Itu artinya izin dari NDRC bahwa perusahaan akan menjamin bahwa perusahaan akan dapat tercapai kustomernya dengan produk dan service dalam negeri.

Sumber: www.ogj.com