Untuk menganalisa kasus korosi dan kemudian menentukan teknik pencegahannya, ada beberapa hal penting yang harus anda ketahui terlebih dahulu. 1. Jenis korosi yang anda hadapi apa? Apakah murni mechanical corrosion seperti erosi, aqueos corrosion, pitting corrosion, two phase corrosion, corrosion under deposit, scc atau apa?; 2. Kondisi operasi seperti temperatur, pressure, fluid velocity, fluid composition, pH, seperti apa?; 3. Design dan geometry pipa, material, size, thickness, ada atau tidak inside coating dan jenis coatingnya apa?

Tanya – giant squal

Saya mahasiswa teknik metalurgi yang sedang menjalani kerja praktek di bidang piping.
Masalah yang saya hadapi disini adalah korosi pipa oleh adanya kandungan Cl, N, dan air.
Saya agak sedikit bingung mengenai coating dan corrosion inhibitor. Kira2 apa inhibitor yang cocok buat masalah seperti ini?karena laju korosinya sangat tinggi, 2,8mmpy.Saya belum mengambil mata kuliah tentang korosi, jadi agak sedikit bingung dengan tipe coating dan inhibitor yang cocok.Sampai saat ini saya hanya bisa mengupgrade material yang digunakan.Lalu, tipe Cl removal seperti apa yang cocok sebagai opsi lainnya?
Oia, korosinya terjadi di pipa overhead debutanizer. CL berasal dari aktivator katalis di proses sebelumnya.
Mohon pencerahan…

Tanggapan 1 – Dr. Barman Tambunan

Pipanya dari bahan apa, yang mengalir di pipa apa, apakah pada pipanya sudah dilakukan proteksi, berapa temperatur alir pipa, berapa temperatur permukaan pipa, apakah aliran fluidanya sudah di cek. Mudah mudahan saya bisa bantu…

Tanggapan 2 – Kiagus Ismail Hamzah Mahbor

Saya curiga, jangan2 korosinya adalah BIC.

BIC atau MIC sangat mungkin tejadi pada carbon steel pipe dimana servicenya adalah hydrocarbon, jangan langsung jump to conclusion mencari corrosion inhibitor tanpa mengetahui jenis korosinya lebih jelas lagi mengenai BIC atau MIC tanya aja ama dosen korosi anda (Bu Deasy Luhulima DEA kalau anda kuliah di UI).

Tanggapan 3 – giant squal

Kalau dari analisa yang saya baca sebelumnya sih dari kandungan Cl dan air. belum ada indikasi ke arah adanya MIC dan BIC. saya bukan dari UI pak. kemarin sempat berdiskusi dengan pak Palka, solusinya dengan memasang sparging sebagai Cl removal di flash drum.

Tanggapan 4 – farabirazy albiruni

Dear Mas Prasasti,

Untuk menganalisa kasus korosi dan kemudian menentukan teknik pencegahannya, ada beberapa hal penting yang harus anda ketahui terlebih dahulu.

1. Jenis korosi yang anda hadapi apa? Apakah murni mechanical corrosion seperti erosi, aqueos corrosion, pitting corrosion, two phase corrosion, corrosion under deposit, scc atau apa?

2. Kondisi operasi seperti temperatur, pressure, fluid velocity, fluid composition, pH, seperti apa?

3. Design dan geometry pipa, material, size, thickness, ada atau tidak inside coating dan jenis coatingnya apa?

3. Lokasi korosinya dimana? apakah sepanjang pipa, weld joint, posisi arah jarum jamnya? Pipanya vertical atau horizontal?

4. Korosinya bersifat lokal atau general?

5. Berapa prosentase keberhasilan dari teknik prevention yang sudah diterapkan? Jenis teknik preventionnya apa?

Kalau anda tidak punya data2 tersebut, sebaiknya anda cari tau sebelum memutuskan corrosion prevention seperti apa yang cocok. Seringkali kasus korosi tidaklah murni disebabkan oleh satu mekanisme korosi, sehingga ada harus menganalisa jenis korosi apa yang paling dominan.

Kalau anda sudah punya data2 itu semua, mari kita diskusi lagi. Kalau anda belum ambil course corrosion, sebaiknya anda baca ASM Handbook Vol. 13 mengenai Corrosion.

MIC seperti yang Pak Hamzah katakan bisa saja terjadi dalam sistem pipa anda. Apakah anda sudah menganalisa prodouk korosinya? Makanya sekali lagi kumpulkan semua data seperti yang saya tanyakan di atas, sehingga teman2 yang lain bisa ikut nimbrung dan mencarikan solusi atas permasalahan anda.

Tanggapan 5 – giant squal

Jenisnya scattered pitting corrosion.local corrosion. untuk korosi yang disebabkan oleh MIC dan BIC sangat kecil mengingat pH servicenya 2,2.

Material yang sekarang dipakai adalah API 5L. 6′ schedule 80.
coating belum diaplikasikan karena belum ada aplikatornya (sulit menjangkau elbow).pipa belum menggunakan teknik prevention.

Tanggapan 6 – farabirazy albiruni

Oke, saya coba analisa dari data yang terbatas yang anda kasih.

Material adalah CS, dengan pH fluida yang asam. Kalo anda buka Pourbaix diagram, jelas CS akan terkorosi dalam lingkungan dengan pH segini. Untuk CS, laju korosi minimum terjadi pada pH 12, anda bisa lihat di grafik laju korosi di ASM handbook vol. 13 atau anda bisa googling. Karena yang dominan adalah local corrosion, maka analisa saya velocity fluida tidak terlalu tinggi di dalam pipa, sehingga tidak terjadi general corrosion atau erosion.

Lalu apa yang bisa dilakukan?

Prinsip corrosion prevention ada 2 bila anda berpatokan pada diagram Pourbaix:

1. Menurunkan potensial korosi ke daerah imun ( anda bisa lakukan ini dengan cara katodik proteksi menggunakan SACP dan ICCP). Lakukan SACP dan ICCP untuk internal pipa bukan untuk external pipe.

2. Menggeser daerah active ke daerah pasif (anda lakukan ini dengan cara anodik proteksi). Sama seperti ICCP, anodik proteksi menggunakan sistem elektrical dari luar, dan anda juga harus itung keekonomisannya.

Kalau kedua cara itu tidak bisa dilakukan, apa yang mesti dilakukan?

1. Ubah parameter proses.

a. Anda bisa lakukan dengan menambahkan inhibitor yang bersifat basa seperti amoniak atau NaOH karena sistem fluida anda mengandung Cl. Dengan penambahan NaOH, Cl tidak akan menjadi anion bebas dan bisa berikatan mencadi NaCl disamping menaikkan pH fluida. Syukur2 kalo bisa sampe pH 12 yang merupakan pH ideal dimana laju korosi paling rendah.

b. Selain pH, sebaiknya cek juga kadar oksigen di dalam fluida. Kadar oksigen yang rendah secara kinetik akan mempercepat proses korosi. Kalau bisa diinjeksikan oksigen ke dalam fluida bila kadar oksigennya rendah dan tambahkan oxygen scavenger bila kadar oxygen dalam fluida tinggi. Liat mechanical catalogue dari proses peralatan anda untuk mengetahui range komposisi unsur yang diperbolehkan ada dalam sistem anda.

2. Tingkatkan velocity. Localized corrosion terkait dengan velocity fluida. cari velocity fluida optimum dimana anda bisa mengkompensasi antara general corrosion dengan localized corrosion dalam range yang bisa diterima. Untuk pencarian optimum velocity, anda bisa lakukan experimen sendiri dengan mensimulasi proses mendekati proses sebenarnya.

3. Putus kontak langsung surface material dengan fluida. Anda bisa lakukan ini dengan cara coating.

4. Upgrade material. Ini pilihan terakhir yang harus anda ambil.

Mudah2an cukup membantu.

Tanggapan 7 – ifan rifandi

Mas Abhi,

Point 1 & 2 kelihatannanya tidak practicable. Sangat2 jarang CP digunakan untuk proteksi internal pipa (kalo internal vessel bisa).
Kalau dari data pH = 2.2, ini proses korosi karena asam (sangat korosif sekali). Yang mungkin bisa dilakukan adalah:

1. mencegah terjadinya pembentukan larutan asam dengan menghilangkan kandungan air atau spt usulan pak Palka meremove kandungan chlorida nya.

2. menggunakan inhibitor yang bersifat basa sehingga bisa menetralkan pH fluida nya.

3. penggunaan coating akan sulit untuk applikasinya kecuali akan mengganti dengan pipa baru.

4. untuk data tambahan mungkin bisa dilakukan pengambilan sampling, kemudian di analysa (spt. O2 dissolve, CO2 dissolve, H2S dissolve, dll).

Tanggapan 8 – farabirazy albiruni

Pak Ifan,

Praktis atau tidak praktis dari sisi mana dulu memandangnya? Kalau dimensi pipa bapak sangat besar dan panjang, pilihan no.1 dan 2 serta coating adalah pilihan paling ekonomis dan praktis dibandingkan bapak menggunakan inhibitor. Dan aplikasi di lapangan terkait nomor 1 dan 2 tidak jarang Pak Ifan, banyak malah. Karena data yang diberikan sangat terbatas oleh saudara kita yang menghadapi masalah korosi tanpa menyebutkan dimensi pipa, ya saya kasih beberapa solusi alternatif untuk corrosion control dan preventionnya.

Kepraktisan penggunaan teknik pencegahan korosi melibatkan banyak aspek. Untuk dapat yang optimum, ya harus menconsider semua aspek.

Mudah2an cukup jelas,

Tanggapan 9 – ifan rifandi

Lho, bukannya dari awal di infokan pipa API 6L 6′ sch 80 ?!@$^&??, bagaimana cara memasang CP sama applikasi proteksi anodiknya dipipa 6′ yang ter-connect dengan jaringan pipa lainnya..?

Tanggapan 10 – farabirazy albiruni

OK thank for the correction..

Tanggapan 11 – giant squal

Wah,terima kasih pak ifan dan pak abhie…

Untuk pipanya,ukuran 6′ dengan schedule XS. cukup pendek tidak sampai 1,5 meter.berbentuk S dengan elbow diujungnya.
untuk analisa servicenya,saya belum dapat datanya.mungkin hari kamis saya coba dapatkan dahulu.