Select Page

Proses Pickling & Flushing tujuannya adalah untuk membersihkan internal pipeline supaya bersih dari: lemak,oli, debu, karat dan pengotor2 lainnya. Dan untuk pipa yang selesai disambung / dilas harus dibersihkan dari gram2 serbuk besi yang masih berada di dalam pipa.Karena apabila nanti pipa dialiri oli / pendingin udara / air dan masuk ke dalam mesin adanya pengotor ini dapat merusak mesin. Untuk pipa stainless stell, mudahnya dibersihkan dengan detergen non foaming, dosis ringan dan di flushing dengan air kecepatan tinggi supaya kotorannya terbawa keluar. Untuk itu sebelum di flushing biasanya dilakukan test kebocoran (hydrostatik test) , supaya kerja pompa bisa lebih optimal. Ada perhitungan antara diameter pipa dengan kekuatan pompa.

Tanya – Jhon M Silaban

Mohon info jika ada rekan yang pernah bekerja dengan process pickling pada material stainless steel.
Saya ingin tau lebih dalam tentang tujuan utama pickling, manfaat nya, process yang terjadi selama pickling ataupun process sejenis lain sebagai alternative dari proses pickling tersebut.
Jika ada referensi literatur yang menguraikan tentang hal itu akan sangat membantu.
Terimakasih banyak.

Tanggapan 1 – maringan htg

Untuk literatur Pickling, silahkan download di sini:

www.outokumpu.com/applications/upload/pubs_113142858.pdf
Untuk kebutuhan produk, silahkan hubungi saya:

Tanggapan 2 – edward kayo

Dear Pak Jhon,

Mungkin saya bisa sedikit membantu.

Process pickling pada stainless steel biasanya menggunakan larutan HNO3 & HF. Tujuan utama daripada pickling adalah untuk menghilangkan scale yang terdapat pada surface stainless steel setelah melalui Hot process sehingga pada process cold bisa tercapai surface finshed yang jauh lebih bagus.

Sebagai contoh sebelum stainless steel di process di CRM terlebih dahulu HRC daripada SS itu harus di treatment pada pickling line terlebih dahulu. Karena scale yang ada pada HRC akan menyebabkan cacat pada permukaan strip dan work roll itu sendiri.

Setelah menjadi CRC SS tersebut dapat melalui process annealing atau pada stainless steel disebut bright annealing untuk mendapatkan permukaan yang mengkilat.

Untuk literature sendiri saya juga pernah nyari2x di toko buku dalam & luar negeri tapi masih belum juga ketemu pak.

Tanggapan 3 – lilik sukirno

Mas Jhon,

Proses Pickling & Flushing tujuannya adalah untuk membersihkan internal pipeline supaya bersih dari: lemak,oli, debu, karat dan pengotor2 lainnya. Dan untuk pipa yang selesai disambung / dilas harus dibersihkan dari gram2 serbuk besi yang masih berada di dalam pipa.Karena apabila nanti pipa dialiri oli / pendingin udara / air dan masuk ke dalam mesin adanya pengotor ini dapat merusak mesin. Untuk pipa stainless stell, mudahnya dibersihkan dengan detergen non foaming, dosis ringan dan di flushing dengan air kecepatan tinggi supaya kotorannya terbawa keluar. Untuk itu sebelum di flushing biasanya dilakukan test kebocoran (hydrostatik test) , supaya kerja pompa bisa lebih optimal. Ada perhitungan antara diameter pipa dengan kekuatan pompa.Barangkali ada teman2 yang biasa melakukan pekerjaan sejenis bisa menambahkan.Terimakasih.
Salam,Liliek SumartiningtyasStandard nya DIN, ASTM nomor lupa.

Tanggapan 4 – Jhon M Silaban

Terimakasih bung Edward

Tapi mungkin karena terlalu awam, saya kurang begitu mengerti dengan istilah CRM, HRC dan CRC.
Kira-kira apa maksudnya ya bung
BTW, terimakasih untuk kesediaannya membantu.

Tanggapan 5 – edward kayo

Dear Pak Jhon,

Mengenai pickling process bisa dilihat dari berbagai sudut aplikasi. Saya rasa ada beberapa rekan2x di milis ini yang memberikan sumbangan ide dari berbabagi point of view. Saya juga bingung karena informasi yang bapak berikan sangat minim mengenai aplikasi yang ingin Bapak lakukan dgn process pickling itu sendiri, sehingga mengundang berbagai macam sudut pendapat.

Ada yang melihat kegunakan pickling pada pipa setelah process pengelasan. Ada yang melihat mengenai pembersihan permukaan SS yang mengalami oksidasi atau stelah mengalami process tertentu dgn menggunakan pickling paste.

Kalo saya membahasnya daripada process pembuatan lembaran SS itu sendiri di pabrik baja. Dimana cair itu sendiri setelah dilebur di melting shop kemudian di cetak menjadi slab, billet, blom & etc. Setelah itu slab tersebut harus dikirim ke HSM (Hot strip Mill) or plate mill untuk dbiuat menjadi sheet or lembaran dengan ketipisan 1.2mm atau max 1mm. Keluaran daripada HSM itu sendiri disebut dgn HRC (Hot rolling coil).

Kemudian lembaran HRC itu sendiri bisa langsung digunakan atau bisa dibersihkan dulu di pickling line dan disebut dgn pickled coil.

Kemudian jika dibutuhkan dgn ketipisan dibawah tebal tersebut dapat di process lebih lanjut di CRM (Cold Rolling Mill).

Tanggapan 6 – bambang saptodewo

Yth. pak Budhi S.

Menindaklanjuti diskusi mengenai ‘pickling pada stainless steel’ (e-mail dibawah), berikut beberapa referensi yang berhubungan.

Bisa dibantu untuk upload ke milist……

Semoga bermanfaat…

Tanggapan 7 – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia) (Pertamina)

Mas Bambang Sapto, terima kasih atas kiriman dokumennya yang tentu saja sangat bermanfaat bagi anggota Milis Migas Indonesia. Dokumen “Pickling Handbook – AvestaPolarit Welding” sudah saya upload di URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=160&Itemid=42 bersama dokumen terkait yang relevan. Untuk Standard “ASTM A 380 Standard Practice for Cleaning, Descaling, and Passivation of Stainless Steel Parts, Equipment, and Systems”, karena mempunyai copyright, saya tidak upload di situs Migas-Indonesia.net. Bagi yang membutuhkan, silahkan kontak japri Mas Bambang Sapto (ada di cc).

1. Carbon Steel HandBook

2. Dasar-Dasar Pengetahuan Bahan

3. Duplex Stainless Steel

4. Pickling Handbook – AvestaPolarit Welding (NEW)

5. Metals Red Book NonFerrous Metals

6. Stainless Steel

7. Stainless Steel & Sifat Weldability

Share This