Saya ingin tanya, apakah ada peraturan dari negara manapun yg mengatur jumlah pda test pada tiang pancang yg dipancang di lapangan?
Misal 1-3 persen dari jumlah tiang.

Tanya – uci20032000

Milister,

Sy ingin tanya, apakah ada peraturan dari negara manapun yg mengatur jumlah pda test pada tiang pancang yg dipancang di lapangan?
Misal 1-3 persen dari jumlah tiang.

Tanggapan 1 – Paulinus STG

Ada pertanyaan dari millist tetangga …

Tapi karena masih sama2 hijau jadi mohon pencerahan dari pakar2 piling disini.
Klo setahunya saya untuk Piling Offshore Platform kesemuanya di test karena biaya test tidak significant dibanding biaya pillingnya. Bagaimana klo di darat, seperti gedung2 atau jetty? apakah ada kriteria khusus %.
Klo dulu pas Kuliah cuman inget disebutkan ditempat2 yg critical … dimana beban strukturnya besar, ama pojok2 bagunan. tapi gak lebih 10-20% jumlah sih klo pilenya banyak … mohon pencerahan,

Tanggapan 2 – Hendra Jitno

Paul,

Biasanya pada Standard2 yg ada, JUMLAH dan CARA test(static atau dinamik) yg dilakukan mempengaruhi besar Faktor Keamanan (FOS) yg bisa dipakai dalam mendisain tiang.
Semakin banyak test yg dilakukan dan semakin meyakinkan cara pengetesan maka FOS (atau seringkali diberikan sebagai Geotechnical Strength Reduction Factor =1/FOS), maka semakin rendah FOS atau semakin tinggi Reduction Factor yg boleh dipakai.

Misalnya, menurut Australian Standard AS2159, kalau kita melakukan:

1. static test to failure maka kisaran Reduction Factornya adalah 0.70 – 0.90 atau FOS = 1.30 – 1.11

2. PDA test sampai mencapai keruntuhan dan disupport dengan signal matching (CAPWAP analysis) maka kisaran Reduction Factornya adalah 0.65 – 0.85 atau FOS = 1.54-1.17

3. PDA test sampai mencapai keruntuhan tapi tidak disupport dengan signal matching (CAPWAP analysis) maka kisaran Reduction Factornya adalah 0.50 – 0.70 atau FOS = 2.0 -1.43

Penggunaan lower bound dan upper bound ini ditentukan oleh jumlah test
yg dilakukan. Misalnya:

1. Static Test

a. jumlah test < 1% - pakai lower bound Reduction Factor=0.70;

b. jumlah test > 3%, boleh pakai upper bound i,e Red Factor=0.90.

2. Utk PDA + Capwap analysis =

a. jumlah test < 3% - Red Factor = 0.65

b. jumlah test > 15% – Reduction factor = 0.85

3. PDA tanpa CAPWAP:

a. jumlah test < 3% - Red Factor = 0.50

b. jumlah test > 15% – Reduction factor = 0.70

Utk lengkapnya silakan lihat AS2159 Table 4.1 and 4.2.

Mungkin mas Helmy bisa menambahkan dari standard praktis di indonesia.
Mudah2an bermanfaat.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: