Saya menemukan suatu masalah pada triplex reciprocating pump yg berfungsi menginjeksikan wash water, masalahnya adalah suction valve dari pompa ini sering mengalami kerusakan bahkan patah, kemungkinan ada indikasi terjadinya kavitasi.
Yang ingin saya tanyakan, bagaimana kita bisa mengetahui penyebab dari kerusakan tersebut dan masalah2 apa saja yang mungkin muncul dalam pengoperasian pompa plunger ini?

Tanya – I Komang Arie Ronny Wijaya

Dear, bapak2 sekalian…

Saya baru bergabung dan baru berkecimpung di industri oil&gas jd butuh banyak bimbingan dari bapak2 sekalian.

Kebetulan saya menemukan suatu masalah pada triplex reciprocating pump yg berfungsi menginjeksikan wash water, masalahnya adalah suction valve dari pompa ini sering mengalami kerusakan bahkan patah, kemungkinan ada indikasi terjadinya kavitasi.
Yang ingin saya tanyakan, bagaimana kita bisa mengetahui penyebab dari kerusakan tersebut dan masalah2 apa saja yang mungkin muncul dalam pengoperasian pompa plunger ini?

Kebetulan dari artikel2 yang saya cari dari internet ga banyak yg mengangkat topik tentang pompa reciprocating.

Mungkin dari bapak2 sekalian ada yang pernah mengalami kejadian seperti ini atau mempunyai referensinya, mohon sharing ilmunya.

Tanggapan 1 – Kofah Baskoro

Dear Pak Ronny,

Urun renbug dari saya:

Referensi yang bagus buat kasus ini adalah *API RP 14E* Recommended Practice for Design and Installation of Offshore Production Platform Piping Systems. Kebetulan di situ diberikan contoh kalkulasi untuk design suction piping triplex reciprocating pump, ada di Example A2 Appendix A.

Saran saya cek apakah memang benar penyebab kerusakan adalah kavitasi. Untuk mengecek ada tidaknya kavitasi coba hitung berapa Net Positive Suction Head Available (NPSHA) di sistem suction pompa, berapa NPSH required (NPSHR) dari triplex reciprocating pump tsb. Data NPSHR diberikan oleh manufacturer pompa, cek di katalog pompa.

Bila NPSHA lebih kecil dari NPSHR maka telah terjadi kavitasi. Solusi masalah kavitasi ini adalah dengan menaikkan NPSHA agar lebih besar daripada NPSHR. API 14E memberikan contoh cara mengatasinya. Salah satunya adalah dengan pemasangan pulsation dampener. Pulsation dampener biasanya bisa mengatasi problem kavitasi di reciprocating pump.

Bila tidak diperhitungkan dengan baik, NPSHA di sistem suction piping triplex reciprocating pump memang akan kecil nilainya karena adanya faktor acceleration head. Fenomena acceleration head tidak terjadi di sistem centrifugal atau rotary pump. Pada konfigurasi suction piping yang sama nilai NPSHA untuk reciprocating pump akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan jika yang dipasang di suction tsb adalah centrifugal pump.

Mohon yang lain menambahkan atau koreksi pendapat saya.

Tanggapan 2 – I Komang Arie Ronny Wijaya

Pak Kofah,

Terima kasih atas informasinya.
Setelah saya cek referensi yg bpk berikan ternyata sudah cukup jelas untuk dapat menjawab permasalahan yg saya alami.
Tapi saya masih belum paham mengenai statement di bawah ini dalam API RP 14E A2.3.5 Use a Pulsation Dampener.
A properly installed pulsation dampener may reduce the length of line used in Equation 2..5 to 15 (or less) nominal pipe diameters (15 x 8 in/12 in/ft = 10 ft.)
Apakah ada faktor lain penyebab kerusakan suction valve?
Karena triplex reciprocating pump tsb sudah di lengkapi dgn Pulsation dampener pak.
Mohon sharing ilmunya.

Tanggapan 3 – -Man

memang masih ada waktu dalam menangani masalah ini, ada baiknya Pak Arie mulai melakukan FMEA terhadap alat tersebut. Saya tidak baca referensi API tersebut (karena memang tidak punya juga), hal tersebut bisa dijadikan panduan namun kemungkinan masih ada hal-hal lain yang bisa dipertimbangkan. Selain itu dengan FMEA, maka selain kita berusaha untuk mengatasi masalah yang ada…. hal tersebut bermanfaat untuk mencegah kejadian hal yang sama di peralatan lainnya karena ada kemungkinan penyebab lain yang tidak dicover oelh API terserbut.

Dan saya rasa itu dapat bermanfaat untuk anda dalam alih pengetahuan dari rekan2 senior anda, caranya dengan melakukan diskusi untuk analisis FMEA ini. banyak artikel yang tersedia gratis di website untuk analisis FMEA. silahkan dicoba….

Tanggapan 4 – TRB

Perlu diingat bahwa yang primer adalah data, baik secara kualitas dan kuantitas.
All tools can not turn the garbage inputs into golden information.

Sukses selalu untuk semuanya.

Tanggapan 5 – Farid Maloni

Pak Komang,

Saya pernah mengalami masalah yg sama pada pompa triplex 375T National oil’well untuk aplikasi heavy oil & solar. Suction valvenya jebol terus…tapi sebelumnya saya mau tanya:

1. Apakah pump triplex bapak dilengkapi dengan booster pump di sisi suction?

2. bila Ya, apakah booster pump digerakan oleh prime mover (mesin/motor) yang sama (dg transmisi) dengan pump triplex?

3. apakah dilengkapi dengan suction and discharge pulsation damper?

Tanggapan 6 – I Komang Arie Ronny Wijaya

Pak Farid,

Pompa triplex yg saya maksud tidak di lengkapi dgn booster pump, mengenai pulsation dampener, pompa tsb sudah dilengkapi dgn pulsation dampener. Pompa ini berfungsi sbg injection wash water pump pak.
Pompa ini jenis TD-120 Union Pump pak.

Mohon sharing ilmunya.