PSV yang kebesaran kapasitasnya memang tidaklah direkomendasikan karena bisa menyebabkan pembukaan PSV tsb jadi cycling engga karuan. Ini disebabkan karena terjadinya neraca massa di sekitar sensor point PSV yang tidak tunak (unsteady).

Tanya – darmawan Ahmad

Engineer Baru: Bolehkah saya memasang PSV secara Horizontal?

Engineer Bencong menJawab: Meskipun sebenarnya dimungkinkan untuk itu, standar standar desain yang ada (API RP 520/521; API Spec 526/527, ASME BPVC Sec VIII Div I, ISO 4126-1; CGA S-1.3; NFPA 30 dsb) menyarankan pemasangan PSV secara vertikal (sambil nyolek dagu penanya). Jikapun situ nekat dipasang horizontal, kemungkinan performance PSV akan jelek weitjeee…

Engineer lugu : Seberapa sering saya memaintain/ menservice PSV?

Engineer Gondronk (dari tanah sunda) menJawab: Eta teh samah seperti ‘palep’ yang lainnyah, siklus ‘serpis’ yang disarankan mah tergantung samah instalasinyah, jenis ‘palep’ dan persyaratan aplikasi lainnyah. Titah abah Kletz teh sebaiknya lift test setiap satu tahun sekali dan ‘serpis’ setiap 5 tahun sekali (untuk OIl and Gas) dan 3 tahun sekali untuk ‘korosip kemikals’. Tingali deui API std 576 nya’?

Engineer bau kencur : Bagaimana sayah harus memilih desain yang baik antara soft seated dan metal seated?

Engineer Nyabu menJawab :Ehmmm, cool jack, cool, dodok dolo yah… Isu eneh berkaetan jack ame serpis temperattor, ‘acceptable seat leakage’ en proyekse mentenens. Kagak same ame metal seated, soft seated nyuguhen kemampoan antibocornya jack dan mentens nya kagak sosah, ciamik pola…pokoknya guee bangeeett… Tapi mosti elu inget baek baek yah, metal seated ini tahan hingga tempertaur lebih dare 1000 F! dan dijamin lebbeh tahan dalam kasos Fire. Jadi, kapan kite Nyabu lage Jack?

Engineer pecicilan : apa sebaiknya kita merancang PSV dengan kapasitas yang lebih besar sehingga aman?

Engineer Budiman: Begini yah Nak, Jika kisanak mau merancang PSV tunggal yang lebih besar dari seharusnya, mungkin kisanak akan mengalami peristiwa chattering, dan vibrasinya bisa menyebabkan flange to flange joint bocor. Jika kisanak mau merancang PSV ganda sebagai proteksi atau untuk maintenance, saya srankan kisanak mensetnya dengan tekanan yang berbeda. terdapat dua kecelakaan fatal karena chattering ini (Loss Prev Bulletin, No 057, Jun 84, p.26 dan Loss Prev Proc Ind 8 (1): 41).

Engineer sok tahu: Kayaknya isolasi valve ngga perlu dipasang di PSV deh….

Engineer Rese: Ape seh loe nanya nanya? Gue toyor loe!

Engineer Baek Hate: Begini yah Dji, valve isolasi itu tetaplah diperlukan, yang mungkin tidak diperlukan adalah line bypass. Sebenarnya semua tergantung dari tingkat hazard, kondisi PSV itu sendiri dan kinerja mentenens setempat, umumnya memang tidak diperlukan line bypass. tapi sekali lagi dari berbagai literature yang saya baca, valve isolasi tetap diperlukan.

Tanggapan 1 – Cahyo Hardo

PSV yang kebesaran kapasitasnya memang tidaklah direkomendasikan karena bisa menyebabkan pembukaan PSV tsb jadi cycling engga karuan. Ini disebabkan karena terjadinya neraca massa di sekitar sensor point PSV yang tidak tunak (unsteady).

Membaca tulisan ini, saya jadi teringat tentang PSV yang kapasitasnya besar, dan bisa jadi kebesaran karena keperluan desain (?)

Misalnya, jika ada sebuah separator yang menerima dua feed atau lebih, di mana ada kemungkinan kasus overpressure darinya, maka biasanya dipilih kasus overpressure yang menghasilkan flowrate yang terbesar. Dan jika PSV- nya di rancang tunggal saja, maka ada kemungkinan chatter terjadi ketika nge-pop dari sumber yang flownya tidak sebesar kapasitas dari PSV tersebut.

Untuk itulah, salah satu gunanya dari PSV-PSV yang settingnya di staggered.

PSV yang distaggered, nampaknya juga diperlukan meski hanya satu source saja yang bisa membuat sistem yang diproteksi oleh PSV overpressure. Kasus umum lain, yaitu jika harga orifice-nya nanggung. Jika pilih yang lebih kecil, malah overpressure, pilih yang besar, eh malah chatter. Balik lagi aja, stagger….

Ada juga cara praktis untuk tetap ngotot menggunakan PSV existing (dengan alasan safe cost) meskipun kapasitasnya kebesaran. Khusus PSV jenis pilot, kelebihan darinya adalah punya tapping source yang bisa dipindah dari inlet PSV ke sumber yang punya volume lebih besar. Sehingga diharapkan jika terjadi overpressure, chaterring diminimasi terjadi karena sensingnya masih melihat ada overpressure karena efek dari besarnya volume (mirip2 prinsip delay timer….).

Masih di PSV yang kapasitanya kebesaran, ada juga yang memasang RO di inletnya PSV (tapi jangan di outletnya karena bisa overpressure).

Rekan lain mungkin masih punya cara guna mensiasati PSV ini.

Tanggapan 2 – Nugroho Wibisono

Mas Darmawan,

Hahahahaha!!! (ketawa gaya bajingan) selalu saja ada2 aja si Gharonk ini..
Kebetulan nih, sekalian nanya yaaa… saya sandwich nih..

Engineer bau kencur : Bagaimana sayah harus memilih desain yang baik antara soft seated dan metal seated?
Engineer Nyabu menJawab :Ehmmm, cool jack, cool, dodok dolo yah… Isu eneh berkaetan jack ame serpis temperattor, ‘acceptable seat leakage’ en proyekse mentenens. Kagak same ame metal seated, soft seated nyuguhen kemampoan antibocornya jack dan mentens nya kagak sosah, ciamik pola…pokoknya guee bangeeett… Tapi mosti elu inget baek baek yah, metal seated ini tahan hingga tempertaur lebih dare 1000 F! dan dijamin lebbeh tahan dalam kasos Fire.
Jadi, kapan kite Nyabu lage Jack?

Kata engineer Nyabu akan lebih baek kalo pake soft seated untuk kasus antibocor, lha kalo sepengetahuan saya, PSV lebih banyak menutup dari ngebukanya kan? jadi untuk kasus sealing, ya lebih bagus pake soft-seated dong… gimana tuh rong? trus, seberapa ‘jelek’ sih kalo metal seated itu untuk kasus antibocor?

Engineer pecicilan : apa sebaiknya kita merancang PSV dengan kapasitas yang lebih besar sehingga aman?

Engineer Budiman: Begini yah Nak, Jika kisanak mau merancang PSV tunggal yang lebih besar dari seharusnya, mungkin kisanak akan mengalami peristiwa chattering, dan vibrasinya bisa menyebabkan flange to flange joint bocor. Jika kisanak mau merancang PSV ganda sebagai proteksi atau untuk maintenance, saya srankan kisanak mensetnya dengan tekanan yang berbeda. terdapat dua kecelakaan fatal karena chattering ini (Loss Prev Bulletin, No 057, Jun 84, p.26 dan Loss Prev Proc Ind 8 (1): 41)

Sori rong, aku belum tuntas baca API 520-nya, itu dibagian mananya ya ttg penyebutan PSV ganda? atau di standar yg lain?

Ok, segitu dulu, ntar tak nanyak lagi ya…

Tanggapan selengkapnya dari rangkuman diskusi ini dapat dilihat dalam file berikut: