Terjadinya failure dalam Piling foundation, ada baiknya kembali di review mulai dari Soil Investigation.Dari Soil Investigation report akan kita ketahui level hard layer soil. Juga kita akan mendapatkan karakteristik soil mulai dari existing ground level sampai ke hard layer. Sehingga dalam melakukan excavation disekitar building, kita dapat menentukan menentukan metode excavation atau juga kalau diperlukan temporary retaining wall. Tapi yang paling penting adalah, sebelum melakukan excavation disekitar Existing Building, harus dikaji dulu implikasi dengan merefer ke document terkait.

Pembahasan – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia) (Pertamina)

Ada dokumen menarik “Foundation Engineering Failure” kiriman dari Mas Ischaq – KMI Banten. Bagi anggota Milis Migas Indonesia yang berminat melihatnya, silahkan download dari URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=299&Itemid=42. Mudah-mudahan dari foto-foto yang ada dapat diketahui penyebab mengapa bangunan apartemen yang sudah hampir 100% selesai bisa rubuh karena kegagalan di fondasinya. Bagaimana kira-kira nasib dari apartemen sejenis yang berada disekelilingnya, apakah perlu diperiksa ulang agar tidak mengalamai hal yang sama ?. Untuk pembelajaran bagi kita semuanya.

Tanggapan 1 – Admin Migas

Masih ingat posting di bawah ini ?. Sampai sekarang belum ada analisa dari anggota milis mengapa bangunan apartemen yang berada di sisi sungai ini roboh, padahal saya lihat sudah 419 orang yang mendownload dokumen ini dari URL http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=299&Itemid=42. Kebetulan saya mendapat kiriman lanjutan beberapa foto dari Sdr. Manik, yang ternyata didalamnya ada informasi tambahan berupa analisa penyebab robohnya apartemen di Shanghai China ini. Sayangnya dalam bahasa China, jadi kurang mengerti sepenuhnya. Dari gambar-gambar yang ada, apartemen ini roboh karena patahnya pondasi akibat erosi dari sungai dan tekanan beban disamping apartemen. Untuk detailnya, silahkan rekan civil engineer memberikan pencerahan kepada kita semuanya. Hati-hati saja dengan apartemen yang river side….

PS : dokumen yang ada di folder ini sudah saya perbaharui, silahkan download kembali untuk menggantikan yang lama.

Tanggapan 2 – Agus Hernandar

Rekan-rekan Migas,

mempelajari slide tersebut, sepertinya ini tidak ada hubungannya dengan sungai, tapi ada prosedur pengamanan galian yang tidak dilakukan. Hal ini mungkin karena pelaksana tidak memperkirakan resiko ini sebelumnya.

Saya juga tidak mengerti bahasa Cina, tapi dari gambar-gambarnya mungkin dapat saya uraikan sbb.

Halaman 19: Kondisi awal bangunan. Di sini terlihat bahwa tanah di kedua sisi bangunan masih seimbang sehingga tidak terjadi gaya horisontal pada pondasi tiang.

Halaman 20: Tanah di sisi kiri bangunan digali. Galian tanahnya diletakkan di sisi bangunan. Sampai sini, terjadi tekanan aktif dari sebelah kanan akibat timbunan tanah. Di sebelah kiri bangunan (sepertinya) masih ada cukup tanah yang dapat memberikan tekanan tanah pasif yang cukup sehingga struktur masih seimbang.

Halaman 21: Pada saat terjadi hujan, lereng galian di sebelah kiri bangunan longsor sehingga tahanan tanah dari sebelah kiri menjadi hilang. Bersamaan dengan hal tersebut, tanah di sebelah kanan termasuk timbunan galian menjadi basah karena air hujan dan menyebabkan beratnya bertambah.

Halaman 22: Penambahan berat tanah di sebelah kanan bangunan menyebabkan tekanan tanah yang semakin besar, sementara itu, tanah di sebelah kiri bangunan yang semula menahan telah hilang akibat longsor. Dengan demikian tiang pondasi menerima beban tekanan ke samping yang begitu besar sehingga patah dan gedung bergeser.

Halaman 23 & 24: Akibat patahnya tiang pondasi, gedung menjadi ditopang oleh tanah saja. Oleh karena tanah di bawah gedung tidak rata (bagian sebelah kiri kosong), maka gedung roboh ke kiri.

Halamn 25: Saya tidak mengerti tulisannya, tapi sepertinya ini adalah langkah pencegahan yang seharusnya dilakukan.. Di gambar situ terlihat dinding galian yang ditahan oleh sheet pile.

Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat.

Rekan-rekan civil engineer yang lain, silahkan ditambahkan jika ada yang kurang.

Tanggapan 3 – Suwarno, Umbara (Incoray)

Apakah mungkin pada saat Pilling test nya di musim kemarau,sehinnga pd saat musim hujan permukaan air menjadi naik dan tanah menjadi gembur. atau pada saat test beban piling tidak termonitor penurunan pilling nya ( di indonesia biasa di sebut test Tahu,krn beban u/test nya spt tahu ).
Tetapi di lihat dari foto tsb,ada yg lebih aneh lagi menurut saya pribadi, yaitu tidak ada basement sama sekali untuk gedung setinggi itu.

Maaf hanya sekedar pendapat pribadi saja.

Tanggapan 4 – henry leonard saragih

Mau sharing tentang Foundation Engineering Failure,

Terjadinya failure dalam Piling foundation, ada baiknya kembali di review mulai dari Soil Investigation.Dari Soil Investigation report akan kita ketahui level hard layer soil.Juga kita akan mendapatkan karakteristik soil mulai dari existing ground level sampai ke hard layer.Sehingga dalam melakukan excavation disekitar building, kita dapat menentukan menentukan metode excavation atau juga kalau diperlukan temporary retaining wall.Tapi yang paling penting adalah, sebelum melakukan excavation disekitar Existing Building,harus dikaji dulu implikasi dengan merefer ke document terkait.
Semoga bermanfaat.

Tanggapan 5 – Hendra Jitno

Mas Budi,

Ijinkan saya memberikan pendapat saya berdasrakan informasi yg saya dapat sampai saat ini:

Sebab2 utama runtuhnya gedung ini:

1. Lack of supervision – tidak ada orang geoteknik (atau orang yg mengerti geoteknik) yg mengawasi pembangunan gedung ini. Keruntuhna ini dipacau oleh galian garasi di belakang gedung yg mengakibatkan adanya ketidak seimbangan gaya pada daerah depan dan belakang gedung. (Terlbih lagi tanah hasil galiannya di taruh di daerh depan gedung yg akan menambah ketidak-seimbangan gaya).
Apalagi di belakang gedung tsb merupakan pinggir sungai, yang kemungkinan mempunyai tanah alluvial lunak. Seseorang dengan pengetahuan geoteknik yg baik bisa mendeteksi kalau prkatek spt ini tidak memenuhi syarat dan berbahaya.

2. Daya dukun pondasi yg tidak cukup utk menahan gaya tarik dan momen akibat adanya ketidak-seimbangan gaya ini..Lihat tiang2 nya yg sedikit dan ramping2.

3. Tidak adanya perencanaan yg matang, sehingga kondisi spt ini tidak di analisis lebih dahulu. Simple analisis will show that that condition will not be stable. (Jangan2 enggak ada hitungannya sama sekali..).

Lessons learned?

1. Hire a capable geotechnical engineer to do your foundation work. Investigasi tanah dengan baik. Gedung yg kokoh dan kuat tanpa pondasi yg benar akan bernasib sama spt gedung ini..:-)..

2. Hitung dengan baik daya dukung pondasi gedung anda utk gaya tekan dan gaya tarik yg mungkin terjadi, baik pada saat konstrukri atau saat design life gedung tsb (misalnya gaya angin atau gempa, kalau ada).
Banyak program2 komputer yg canggih2 utk menganalisa kasus spt ini.

3. Perencanaan yg matang dlm metoda konstruksi dan pikirkan kondisi2 terjelk yg mungkin terjadi pada saat konstruksi.

Supervisi oleh orang yg capable dan mengerti masalah gedung mulai dari struktur sampai pondasi.

Ini salah satu link yg bisa dilihat:

http://www.zonaeuropa.com/200906c.brief.htm#012

Semoga bermanfaat.