Berbicara mengenai topik ini, tentunya seperti mengulang kembali ingatan masa lalu, ketika anda-anda yang beruntung menikmati bangku kuliah, dan sempat belajar kimia fisik. Sebenarnya, di tingkatan SMU, pelajaran tentang sifat fisik zat kimia sudah mulai diperkenalkan, meskipun tidak sedalam di tingkatan sekolah tinggi.

Sifat Fisik Hidrokarbon – Bagian 1

Oleh : Cahyo Hardo

Semoga Berguna

Sifat Fisik Hidrokarbon – Bagian 1

Berbicara mengenai topik ini, tentunya seperti mengulang kembali ingatan masa lalu, ketika anda-anda yang beruntung menikmati bangku kuliah, dan sempat belajar kimia fisik. Sebenarnya, di tingkatan SMU, pelajaran tentang sifat fisik zat kimia sudah mulai diperkenalkan, meskipun tidak sedalam di tingkatan sekolah tinggi.

Berbicara mengenai topik ini, di forum seperti sekelas milis migas Indonesia, mungkin sudah ketinggalan jaman, karena sifatnya yang sangat mendasar, dan semuanya pasti tahu. Anyway, kenapa saya ingin menceritakan kembali di sini? Tidak ada alasan apapun, kecuali hanya cerita santai, dan sekedar sharing belaka.

Pembahasan mengenai topik sifat fisik hidrokarbon, terus terang, pada awalnya sangat membosankan, terutama bagi saya, sebab, gunanya buat apa? Sampai suatu saat, ketika melamar kerja, saya ditanya sesuatu yang menurut si penanya adalah sangat mudah dan banyak terdapat di pabrik. Begini pertanyaannya: Menurut kamu, jika saya gambarkan diagram sederhana kompresor, coba tebak, mana pipa suction-nya, mana pipa discharge-nya?

Well, saya agak bingung, lalu dikejarlah saya dengan pertanyaan berikut, lalu pipa mana yang lebih besar diameternya, pipa tekanan tinggi atau tekanan rendah untuk laju alir volume gas yang standard? Mak, koq makin susah. Lalu apalagi ketika ditanya pertanyaan yang “rada aneh” berikut: untuk sekian gas berlaju alir volume standard yang sama, untuk panjang pipa yang sama, ber-diameter yang sama, tetapi tekanan operasi yang berbeda, hilang tekan (pressure drop) mana yang lebih besar: pada tekanan operasi HP (=high pressure) atau LP (=low pressure)?

Dan beberapa waktu kemudian, akhirnya saya tahu semua jawabannya, itupun dengan cara melihat fenomenanya dulu, baru dibalik ke teorinya. He..he..sedikit niru prinsip reverse engineering. Jawaban pertanyaan nomor satu jelas sekali, tentunya pipa discharge kompresor itu umumnya berdiameter lebih kecil dari suction-nya. Disebut umumnya dan tidak eksak pasti, tentunya ada lagi faktor-faktor terkait, misalnya seperti kalau pipa discharge menggunakan fasilitas pipa yang sudah terpasang dan harus dipakai, mau bilang apa kita .

Jawaban nomor dua, tentunya pipa yang bertekanan rendah punya diameter lebih besar dari yang bertekanan tinggi untuk mengalirkan suatu laju alir gas bervolume standard yang sama. Dan yang terakhir tentunya, hilang tekan yang terbesar adalah jika kita bekerja pada tekanan yang lebih rendah. Disini maksudnya melulu untuk satu fasa, sebab jika ada fasa yang lain- lain, jadinya engga aci donk!

Apa kunci dari jawaban di atas? Ternyata dari pelbagai buku terjawab hanya satu, gas compressibility. Biasa disingkat dengan z. Z adalah salah satu sifat yang diberikan Tuhan kepada gas. Kepada yang ingin memanfaatkannya, diharapkan mengenalnya dulu, agar lebih mudah nantinya.

Banyak buku yang bercerita tentang sifat fisik gas dan cairan, termasuk hidrokarbon. Referensi yang patut dilirik adalah buku bagus karangan Pak Praunist (kalau tidak salah), Properties of Gases and liquids.

Anyway, saya bukan Pak Praunits yang gape sekali itu, yang saya ingin ceritakan di sini, cuma sempalannya yang sekilas saya lihat ada di industri migas.

Tanggapan selengkapnya :