Pada saat kualifikasi PQR untuk pembuatan WPS tetap kita melihat rekomendasi manufacturer untuk welding parameter termasuk Polarity ini. Oleh karenanya penting dibuat PWPS untuk menjadi acuan dasar pada saat kita kualifikasi procedure (PQR). PQR inilah yang mencatat semua parameter actual beserta data2 pendukungnya termasuk mechanical test, sertifikat elektrode, material dan NDT report. Setelah procedure dibuat, dites dan diapproved menjadi WPS yang qualified maka WPS qualified inilah yang akan kita gunakan untuk kualifikasi welder.

Tanya – lukman hakim

Kalau didalam welder certificate batasan kualifikasinya welder DCEP apakah itu berarti welder tersebut tidak boleh melakukan pengelasan DCRP? Karena kalau saya lihat di ASME IX (QW.353) sifat listrik ini tidak essential. Mohon pencerahannya. Thanks.

Tanggapan 1 – adit satria.wira

Pak Lukman,

Polaritas tidak menjadi essential variable untuk welder performance qualification, tapi pastikan saja welder tersebut sudah terkualifikasi dengan wps yang akan digunakan di production weld. Polaritas menjadi supplementary variable untuk procedure qualification (SMAW) saja sesuai QW 253.

Tapi sepertinya welder bapak akan bekerja dengan wps yang berbeda dari wps saat dia mengikuti kualifikasi, sehingga timbul issue tsb. Pls cmiiw.

Tanggapan 2 – danang indrasworo

Pak Lukman,

Untuk Welding Performance Qualification menurut ASME IX Ed 2007 diatur lebih detail dalam Article III. Jika anda mengacu ke QW.353 (SMAW Welding), anda akan dapatkan beberapa essential variabel antara lain :

1. Joints (Penghilangan backing)

2. Base metal (Perubahan pipe number dan P Number)

3. Filler metals (Perubahan F Number and t (thickness) weld deposit

4. Positions (Penambahan position dan perubahan direction dari uphill ke downhill pada welding vertikal.

Jika dilihat dari essential variable diatas, jelas terlihat bahwa polaritas adalah bukan essential variable dalam Welding Performance Qualification.
Pada dasarnya tujuan Welding Performance Qualification sesuai dengan QW-301.1 adalah untuk menentukan ability welder untuk membuat sound weld (las yang bebas dari defect) dengan mengacu kepada WPS yang sudah diapproved dan dibuktikan.

Jangan dicampur adukkan aturan Welding Procedure Qualification dengan Welder Performance Qualification karena memilikit tujuan yang berbeda.
Jadi jangan terjebak dengan definisi supplementary essential variable pada variable Welding Procedure Qualification on section QW-253. sub QW-409. Karena sesungguhnya supplementary essential variable ini tidak didefinisikan di Article III (Welding Performance Qualification/ Welder Qualification) tapi di Article II (Welding Procedure Qualification) section251.2. Dimana supplementary essential variable akan menjadi essential variable jika ada notch toughness (impact test) requirement saja.

Jadi secara code, untuk perubahan dari DCEP=DCRP ke DCEN=DCSP tidak menjadi essential variable. Namun jika anda meragukan kemampuan si welder untuk mengelas karena adanya perubahan polarity itu sebaiknya bapak mengetes welder sesuai kondisi pada saat fabrikasinya. Umumnya DCEP itu lebih dalam penetrasinya dibanding dengan DCEN untuk proses SMAW ini.

Tanggapan 3 – teguh kusuma

Pak Danang,

Sekedar menambahkan, biasanya welder menukar polarity ke DCEN/DCSP pada saat test ketika mereka melakukan root, karena cairan las nya lebih mudah diatur dan secara visual juga memiliki resiko gagal yang lebih kecil. Akan tetapi bagi welder yang skill nya sudah baik, polarity apapun tidak menjadi masalah.

Ini adalah analisa teknis saja, tidak ada kaitannya dengan code.

Tanggapan 4 – danang indrasworo

Pak Teguh,

Setau saya memang biasanya menggunakan Polarity DCEN/ DCSP pada root untuk mendapatkan penetrasi yang cukup kemudian diikuti dengan polarity DCEP/DCRP untuk hotpass, fill and cap. Jika menggunakan polarity DCEP/ DCRP pada root pas umumnya akan menghasilkan excessive penetration jika teknik tidak benar. Namun saya sepakat bahwa polarity ini tidak akan bermasalah kalo si welder itu punya teknik las yang baik. .

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Juli 2009 dapat dilihat dalam file berikut :