Latar belakang kenapa ada minimum flow line adalah, ada kalanya kita diperhadapkan pada desain proses yg memerlukan jumlah aliran yang tidak konstan dan dengan range yang lebar. Sehingga pompa diharapkan untuk bisa bekerja dalam range flow rate yg lebar tersebut. Jadi minimum flow line ini diperlukan jika pompa tersebut anda desain untuk flow rate yg berubah-ubah dan cukup lebar rangenya. Lebar disini maksudnya apa? tergantung pada curve pompa yg anda gunakan bisa menghandle range flow rate berapa.

Tanya – mohd natsir

Salam sejahtera Rekan2 Migas Indonesia,

Saya adalah seorang new hire yg sedang belajar. Saya ingin bertanya tentang minimum flow line pada pompa.

1. Apa fungsi utama minimum flow line?

2. Saya melihat instalasi minimum flow line ada yg menggunakan orifice, ada yg memakai valve yg normally open.

Apa tujuan dari perbedaan tersebut?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Marthin Winner

Dear Natsir,

Saya coba bantu dari apa yg saya pahami, rekan-rekan yg lain silahkan menambahkan.

Latar belakang kenapa ada minimum flow line adalah, ada kalanya kita diperhadapkan pada desain proses yg memerlukan jumlah aliran yang tidak konstan dan dengan range yang lebar. Sehingga pompa diharapkan untuk bisa bekerja dalam range flow rate yg lebar tersebut. Jadi minimum flow line ini diperlukan jika pompa tersebut anda desain untuk flow rate yg berubah-ubah dan cukup lebar rangenya. Lebar disini maksudnya apa? tergantung pada curve pompa yg anda gunakan bisa menghandle range flow rate berapa..

Lalu kenapa pompa dibatasi pada minimum flow tertentu?

Logika mudahnya begini, ketika flow discharge pompa dicekik, maka motor pompa perlahan-lahan temperaturnya naik, sehingga berakibat pada casing dan bearing pompa yg makin lama makin panas , sehingga jika kondisi ini terus berlangsung akan merusak sealing pompa.

Yang kedua, untuk pompa dengan head yg besar, ada suatu fenomena yg dinamakan internal circulation , fenomena ini akan merusak internal part dari pompa jika pompa dipaksakan bekerja dalam kondisi flow rendah.

Lalu seberapa kecil nilai minimum flow pompa tersebut? tergantung dari jenis pompa, biasanya kurva pompa akan memberitahu anda ttg hal ini. Biasanya sekitar 30%an dari desain flow rate.

Bottomlinenya : jika tidak ada proteksi min flow, maka pompa akan rusak jika dipaksakan beroperasi dibawah min. flow yg disarankan.

Spt yg anda utarakan, ada beberapa cara untuk mendesain minimum flow line, bisa dengan control valve, atau dengan orifice, mudahnya begini saja : dengan orifice anda akan membuang energi sia2, karena energi pompa yg diserap hanya sebagian, karena sebagian lagi anda gunakan untuk resirkulasi fluida ke dalam tank atau vessel.dan energy loss itu berlangsung kontinyu.. Tapi sistem orifice ini, simple, murah, dan maintenance free (hampir).

Dengan control valve, efisiensi energi bisa lebih ditingkatkan, karena anda akan resirkulasi fluida hanya jika set point tercapai, minusnya : capital cost lebih mahal, dan ada issue maintenance.

Lalu mana yg harus kita pilih? kalo saya cenderung mengambil system orifice untuk desain pompa yg kecil.

Tanggapan 2 – Arief Rahman Thanura

Pak Marthin Winner,

Saya hanya akan menambahkan sedikit dari keterangan anda.

Orifice plate (tepatnya restriction orifice), digunakan apabila minimum flow recycle-nya diperlukan secara kontinyu. Seringkali kasus-nya dalam satu plant, pompa yang tersedia (existing) terlalu besar sehingga laju alir normalnya sering di bawah minimum flow. Maka untuk compensate, sebagian flowratenya dikembalikan lagi. Anda benar. Ini tidak efisien.
Tapi hal seperti ini kadang memang harus dilakukan dgn pertimbangan tertentu dari plant operation.

Kalau control valve (yang biasanya combine dengan Flow Control), maka recycle hanya akan dilakukan pada saat terjadi minimum flow karena perubahan kondisi proses. Tapi tidak kontinyu. Biasanya selama start up saja.

Tambahan informasi, sebenanrnya control valve dan orifice dilihat dari sisi pemborosan energy sama saja karena sejatinya internal valve juga merupakan sebuah orifice. Bisa dibilang control valve act like variable orifice. Semoga membantu.

Tanggapan 3 – WIdy Rotib

Dear Marthin,

Terima kasih atas infonya… ilmu saya jadi bertambah…

maaf saya bertanya lagi:

1. persamaan apakah yang dipakai untuk mencari hubungan antara diameter orifice/CV terhadap min. flow line pada jalur pipa?

2. klo boleh tau, di dalam textbook apakah bisa kita lihat penjelasan grafik pipa (diameter, material, etc) terhadap min. flow line?