Perbedaan antara Q-Marine dengan Conventional System pada dasarnya sama. Perbedaannya adalah kalau pada sistim konvensional GPS dipasang pada bagian awal dan akhir streamer sedangkan pada Q-marine, GPS dipasang pada tiap hydrophone array. selain itu di tiap array, ada motor kecil yg tugasnya utk mengarahkan array pada posisi yg sebenarnya.

Tanya – Ferdianto Ferdianto

Dear : All, the expert

Saya hendak menanyakan perihal seismic acquisition system, saya pernah mendengar mengenai Q-Marine system di WesternGeco, apa perbedaan antara Q-Marine dengan Conventional System?

Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – Allo, Paulus T

Mungkin rekan dari SLB bisa menerangkan lebih detil.

Pada dasarnya sih sebenarnya sama. perbedaannya adalah kalau pada sistim konvensional GPS dipasang pada bagian awal dan akhir streamer sedangkan pada Q-marine, GPS dipasang pada tiap hydrophone array. selain itu di tiap array, ada motor kecil yg tugasnya utk mengarahkan array pada posisi yg sebenarnya.

Kalau pada sistim konvensional, berhubung GPS dipasang pada awal dan akhir streamer, maka kita hanya tahu posisi awal dan akhir dari streamer, sedangkan kalau array ditengah2 streamer ada yg belok-belok, kita gak akan pernah tahu.

Dgn Q-marine, hal ini bisa diantisipasi. karena GPS dipasang tiap array maka observer bisa tahu persis posisi tiap array (bukan hanya posisi awal dan akhir streamer). kalau nanti ada ditengah streamer ada array yg belok-belok, maka posisi array ini bisa di ‘dorong’ menggunakan motor yg ada sehingga posisi array dalam 1 streamer benar2 lurus (gak belok-belok).

Dgn teknologi ini pula maka kualitas time-lapse seismic bisa terjaminn karena kita bisa melakukan seismic di kemudian hari tepat di posisi kita melakukan seismik sebelumnya.

Silahkan kalau mau ditambah dan tolong dikoreksi kalau ada yg salah.

Tanggapan 2 – paul kristianto

Mungkin ada tambahan yang lebih mendasar tentang Q itu sendiri. Bahwa pada dasarnya penggunaan hydrophone sudah tidak dalam bentuk Analog To Digital lagi namun Digital dari awalnya. Dimana sensor hydrophone sudah mengubah analog menjadi digital. Dalam system konvensional itu sendiri, bahwa signal diterima hydrophone dan di ubah dalam bentuk analog dan kemudian akan diubah dalam bentuk digital melalui suatu module/bubble yang pada dasarnya ditempatkan pada setiap 200m (bergantung pada system 6.25 atau 12.5m dan atau 25m). Dan bahwa hydrophone dalam itu sendiri bukan dalam suatu group, tapi sudah menjadi single……………single sensor.

Sedangkan untuk system GPS tsb, adalah ditempatkan setiap 400m – 500m dimana disertakan pada Q-Fin (Albert). Q-Fin ini pengganti dari system lama yang dikenal dengan sebutan bird (Digicourse made), yang hanya bisa bergerak up – down saja dan hanya ditempatkan setiap 300m. Hanya ada satu motor untuk menggerakan Wings dan memiliki kompas pada tailnya. Posisi secara umumnya adalah 300m dan berbeda untuk front traces dan far traces). Q-Fin ini mampu bergerak side way juga dikarenakan wings yang ada dapat bergerak secara terpisah (2 motor yang berbeda) dan jika ‘salah’ tekan tombol, maka akan persis seperti rotor blade yang ada di Fan rumah anda atau pesawat terbang. Di sinilah GPS itu diletakkan. Keuntungan dari system ini menyebabkan kita tidak perlu menggunakan Gyro di bridge kapal untuk dibandingkan dengan Kompas yang ada pada bird/digicourse dalam system konvensional.

Pengganti dari Pinger atau Acoustic adalah IRMA yang tidak lagi di ‘ditempelkan’. IRMA sudah menjadi satu bagian dari Streamer itu sendiri. System penempatannya adalah tidak jauh berbeda dari konvensional, (front, mid’s & tail…pinger).

Jadi secara garis besar Q itu sendiri adalah data dalam bentuk digital dari hydrophonenya.
q-fin pengganti bird yang lebih reliable untuk menempatkan hydrophone pada shape yang diinginkan…sangat cocok untuk memenuhi keinginan Oil Company dalam melakukan 4-D. acoustic yang jadi satu dengan system kabel itu sendiri,
Oh ya, Pak Paulus juga bentuk untuk menerangkan soal sebutan 4-D itu sendiri. Lebig cenderung untuk reservoir monitoring dalam eksploitasi dari pada eksplorasi.

Tanggapan 3 – Musli Arfi

Mohon bantuannya mengenai Seismic Indonesian Eartquake Regulation Zone 4.

Tanggapan 4 – Aleksander Poerba

Dear Mas Musli …

Yang dicari apanya Mas Musli … apakah koefisien gempa di batuan dasar ato’ di permukaan. Detail lengkap mengenai standard gempa dapat dilihat pada SNI 03 1726 2002 – Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung …

Disana ada peta yang memuat zonasi lengkap gempa untuk Indonesia … untuk zona 4, percepatan maksimum di batuan dasar adalah 0.20 – 0.25 g.

Bila perlu saya ada peta yang menunjukkan zonasi tersebut …