Select Page

Sekarang saya sedang mengerjakan proyek thesis tentang sistem dinamis perpipaan CO2 tekanan tinggi (supercritical) dengan menggunakan HYSYS. Saya sudah mengerti cara membuat pipa dan menjalankannya dalam sistem dinamik. Akan tetapi timbul masalah karena pada saat menjalankannya terdapat spike di awalnya walaupun kondisi tidak dimanipulasi sekalipun. ‘Negative pressure, it is because of sudden increase or decrease’ kira-kira pesan seperti itu yang sering mucul di HYSYS.

Tanya – ricky ramdani

Rekan-rekan milister semua,

Sekarang saya sedang mengerjakan proyek thesis tentang sistem dinamis perpipaan CO2 tekanan tinggi (supercritical) dengan menggunakan HYSYS. Saya sudah mengerti cara membuat pipa dan menjalankannya dalam sistem dinamik. Akan tetapi timbul masalah karena pada saat menjalankannya terdapat spike di awalnya walaupun kondisi tidak dimanipulasi sekalipun. ‘Negative pressure, it is because of sudden increase or decrease’ kira-kira pesan seperti itu yang sering mucul di HYSYS. Pertanyaanku saat ini adalah sebagai berikut:

1. Ada beberapa kalkulasi yang tersedia di model pipa HYSYS yaitu: Always PH flash, check choked flow, deposistion calculation, slug tool calculation dan model hold up volume. Kalkulasi manakah yang sebaiknya diaktifkan untuk kondisi pipa CO2 bertekanan tinggi (supercritical)? (saya sudah melakukan beberapa percobaan, intinya jika menggunakan model hold up volume maka akan menghasilkan spike, tapi timbul pertanyaan apakah di dunia sebenarnya apakah sering terjadi fluida yang tertahan dalam pipa yang bersifat dinamik?).

2. Salah satu hal yang mungkin membantu menghilangkan spike sebelum melakukan manipulasi apapun adalah proses initialisasi. Bagaimanakah cara menginisialisasi di dalam HYSYS dinamis? (di dalam HYSYS ada namanya dynamic initialization, tapi sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana cara menggunakannya karena selalu muncul pesan error).

3. Jika proses inisialisasi berhasil, maka apakah ada cara untuk mereset system, integrator dan controllernya ke kondisi semula? karena sampai saat ini cara saya menjalankan HYSYS dinamik adalah dengan cara save file setelah itu jalankan dinamik kemudian setelah selesai maka matikan lalu buka file yang sudah disave tadi. Cara seperti ini kurang mengenakkan.

Untuk saat ini cukup sekian pertanyaannya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang pas dibacanya.

Tanggapan 1 – Muchlis Nugroho

Sudah kah anda mencoba dengan penambahan dummy PSV (or PRV) untuk melimit maksimum pressure? Hal ini supaya kalau ada tendensi kenaikan pressure maka naiknya tidak bablas.

Tanggapan 2 – ricky ramdani

Terimakasih atas bantuannya, tapi mohon maaf saya kurang mengerti bagaimana cara mengkoneksikan PSV di pipa. Karena pipa cuman ada 1 material input, 1 material output dan 1 energi output. Mohon petunjuknya.

Tanggapan 3 – Muchlis Nugroho

Jadi pada inlet stream di sambung ke Tee, salah satu stream outlet Tee anda hubungkan ke PRV sedangkan yang satunya lagi anda hubungkan ke pipeline. Jangan lupa masukkan parameter PRV seperti ukuran orifice dan set pressure. Dengan demikian anda terhindar dari overpressure. Namun belum tentu simulasi anda akan lancar.

Sebenernya ada banyak sekali kemungkinan yang bisa membuat simulasi crash. too high pressure drop (causing negative pressure), too high velocity (i.e above mach), dll yang mengarah pada melewati batasan2 equation yang dipakai. Bahkan sekedar bad luck…

Jadi cara yang memang benar-benar terbukti aman dalam melakukan simulasi dynamic adalah men-save sebelum run.

Dimana-mana juga begitu.

Tanggapan 4 – Weby

Pak Ricky,

Wah nanyanya rombongan kayak rombongan kereta api malam hehehe.. Berikut beberapa komen saya untuk proyek tesis anda.

0. Unit operasi di Hysys

Saya tidak tahu apakah anda menggunakan unit operasi apa di Hysys? Apakah menggunakan valve (opsi valve di disable), pipe segment (setahu saya ini tidak bisa dipakai di dynamic) ataukah Gas Pipe (ini cukup bagus untuk pemodelan dynamic dalam kasus fluida berfasa gas). Asumsi saya anda menggunakan pipe segment, karena fitur2 yang anda tanyakan ada di pipe segment semua.

1.A. PH Flash.

PH Flash itu maksudnya Hysys kita suruh untuk melakukan perhitungan flashing dengan mempertimbangkan perubahan entalpi akibat panas dari friksi. Contoh yang sederhana adalah konsep flashing di sebuah katup (valve). Biasanya kita asumsikan bahwa tidak terjadi perubahan entalpi ketika terjadi perubahan tekanan melalui katup tsb, sehingga flashing dikalkulasi dengan entalpi pada masukan sama dengan entalpi di keluaran (h1=h2), bisa dilakukan kalkulasi flashing sederhana dengan hubungan P-T (tekanan dan temperatur saja). Asumsi ini bisa kita gunakan jika friksinya begitu kecil sehingga perubahan entalpinya bisa kita abaikan. Tetapi jika friksinya cukup besar sehingga perubahan entalpinya cukup signifikan, anda bisa menggunakan pilihan ini.

1B. Check choked flow

Anda harus ingat dengan konsepsi mengenai aliran yang tercekik (choked flow) dikaitkan dengan rasio koefisien panas (Cp/Cv), tekanan hulu dan hilir dari pipa. Di segmen pipa, secara algoritmis Hysys akan memecah perhitungannya berdasarkan segmen yang lebih kecil2. Setiap segmen tentu punya profil tekanan yang berbeda-beda, semakin banyak segmen yang anda modelkan, semakin banyak pula sumber daya komputer yang digunakan untuk mengkalkulasi setiapsegmennya. Nah, kalau anda pilih ini, berarti anda meminta Hysys untuk memeriksa aliran tercekik ini setiap segmennya.

1C. Deposition

Dugaan saya deposition di Hysys ini hanya mampu mengkalkulasi deposisi wax dengan metode yang tersedia, yaitu Profes dan korelasi pembentukan wax (i.e: AEA, Chung, Pederson dan Conoco).

1D. Slug flow

Apakah anda memodelkan profil alirannya dengan profil seperti slug flow?

Jika ya, gunakan opsi ini.

1E. Holdup model

Setahu saya pilihan ini untuk mengkalkulasi liquid holdup didalam pipa.
Kalau dalam kondisi supercritical, mestinya tidak ada liquid2an ya.

2. Menilik cerita anda yang hendak memodelkan gas alam dengan kandungan CO2 yang tinggi, sepertinya fasa campurannya dalam gas semua karena CO2 mempunyai konstanta kesetimbangan yang besar, sehingga CO2 sendiri cenderung berfasa gas. Saya sarankan anda menggunakan unit operasi Gas Pipe, pemodelan dinamiknya lebih bagus ketimbang pipe atau valve yg di disable. Anda bisa gunakan Dynamic Assistant jika menemui banyak pesan error dan telusuri satu persatu asal kesalahannya. Dynamic asssistant biasanya cukup jelas dan terdapat button ‘Tell Me Why’ yang bisa bercerita mengapa opsi ini harus dispesifikasi dan sebagainya.

3. Opsi lain anda bisa gunakan ‘Integrator’. Klik ke menu Simulation > Integrator. Di sana ada pilihan Start dan Reset. Jika anda hanya ingin mengamati bagaimana suatu variabel berubah seiring dengan perubahan variabel lain, anda bisa abaikan anomali di awal inisialisasi ketika Dynamics mode telah diaktifkan. Secara default, kadang perubahan waktu yang di set Hysys terlalu cepat, sehingga jika anda ingin melambatkan integrasi terhadap waktu, anda bisa mengubah besaran Acceleration ke angka yang lebih kecil dari 1.00.

Selamat mencoba.

Share This