Shell China Exploration and Production Ltd. (Shell China), bermaksud akan segera memperbaiki laporan media yang mengatakan belum ada lokasi yang diputuskan untuk rencana komplek refining dan chemical, sebuah joint project antara Shell, PetroChina, dan Qatar Petroleum (QP).

Penulis : Eric Watkins

Shell China Exploration and Production Ltd. (Shell China), bermaksud akan segera memperbaiki laporan media yang mengatakan belum ada lokasi yang diputuskan untuk rencana komplek refining dan chemical, sebuah joint project antara Shell, PetroChina, dan Qatar Petroleum (QP).

“Kami masih mengevaluasi kemungkinan project dan akan mengeluarkan informasi selanjutnya mengenai ini segera,” kata pembicara dari Shell China, Li Lusha dalam merespon laporan secepatnya dengan media di China.

Pada 5 Agustus, China Chemical Industry News melaporkan bahwa Shell China dan partnernya merencanakan akan membangun refining dan chemical complex 80 milyar yuan (12 milyar dolar) di provinsi Taizhou, Zhejiang.

Lu dari Shell tidak mengomentari ukuran project atau rencana investasi seperti yang dilaporkan oleh CCIN, yang mengatakan komplek akan termasuk dalam kilang minyak 20 juta ton per annum (tpa), 1.2 million tpa ethylene unit, dan 300,000-DWT crude oil wharf.

Parties menyampaikan rencana project kepada National Development and Reform Commission untuk persetujuan, kata CCIN.

Analist yang mengomentari dalam laporan mengatakan langkah akan meningkatkan persaingan dengan China Petroleum & Chemical Corp (Sinopec) pada pertumbuhan yang cepat pasar China bagian timur.

Pada Juni 2008, tiga perusahaan menandatangani perjanjian investasi yang mana PetroChina memegang 51% saham, sementara Shell China dan QP masing-masing akan memegang 24.5%.

Sumber: www.ogj.com