Safety Talk yang dilakukan dengan efektif akan sangat berguna dalam meningkatkan : Safety, Quality, Production, Cost Control dan Human Relation. Selain itu Safety Talk yang dilakukan dengan baik juga akan sangat berguna untuk untuk menekan dan mengurangi : Jumlah Kecelakaan, Produk yang reject, Defect dan Delay operation, Mistake dan Waste dan Human Misery. 5 Tips melakukan Safety Talk yang baik adalah : 1. Prepare, 2. Pinpoint; 3. Personalize; 4. Picturize; 5. Prescribe.

Tanya – nanang@upv.pertamina

Tips Melakukan SAFETY TALK yang efektif

Safety Talk ???

Ahh …. Anak kecil juga tahu… Tapi, bagaimana melakukan Safety Talk yang baik ?
Ini yang tidak semua orang tahu……

Kalau anda ingin tahu , sediakan sedikit waktu anda untuk meneruskan membaca tulisan ini…

Safety Talk yang dilakukan dengan efektif akan sangat berguna dalam meningkatkan :

Safety,

Quality,

Production,

Cost Control dan

Human Relation.

Selain itu Safety Talk yang dilakukan dengan baik juga akan sangat berguna untuk untuk menekan dan mengurangi :

Jumlah Kecelakaan,

Produk yang reject

Defect dan Delay operation

Mistake dan Waste

Human Misery

5 Tips melakukan Safety Talk yang baik adalah :

1. Prepare

2. Pinpoint

3. Personalize

4. Picturize

5. Prescribe

Masing masing penjelasan dari tips tersebut akan saya jelaskan di email berikutnya. Atau ada yang mau share menjelaskannya ?

Tanggapan 1 – dirman.artib@amec

Mas Nanang,

Apakah yang dimaksud dengan safety talk adalah ‘Safety Toolbox Talk’ ?

Kalau YA berarti cakupannya lebih khusus kepada aktivititas kkhusus e.g. apabila akan dilakukan kegiatan untuk memasuki ruangan tertutup ‘confine space, maka perlu meninjau :

1. Pesonnel (competency-terlatih mengenai work permit beserta persyaratannya, terlatih terhadap tanggap darurat, tidak menderita ‘phobia’.)

2. Peralatan (pekerjaan apa dengan alat apa ?)

3. Lingkungan (badai, ombak, taufan, arus laut, perang, demonstrasi, kriminal, etc.)

4. Pihak lain pihak lain yang mungkin jga beraktivitas pada tempat yang sama dan mempengaruhi keselamatan kita’potensial untuk menimbulkan celaka juga’)

Kalau yang dimaksud safety talk memang hanya ‘talk-talk safety’ atau kegiatan omomg-omong seperti wejangan ‘kosong’ tentang safety sebelum kerja (ma’af saya sering menemui hal begini dulu waktu di lapangan) sebaiknya nggak perlu lah !!

Tanggapan 2 – zulherry@badaklng

Pak Dirman ,

Kalo dibilang Safety Talk hanya omong kosong itu mungkin karena beliau-beliau belum pernah melihat langsung kejadian dengan mata kepala sendiri ‘ leher hampir putus karena terjepit strainer atau jatuh dar ketinggian lebih dari 8 meter ‘ nah . . . bagi kami orang konstruksi setiap kejadian, betul-betul menjadikan trauma bagi setiap personil yang terlibat sehingga setiap tindakan harus tetap berpatokan pada Safety Rule yang sudah di set oleh masing masing perusahaan.Di PT Badak , STOP card wajib diisi oleh setiap supervisor jika menyaksikan hal -hal yang dianggap tidak aman ( unsafe condition and unsafe act ). Saya pribadi selalu mengingatkan orang kami untuk melaksanakan SAFETY TALK continuosly and regularly karena mereka adalah sebenarnya Assets terbesar perusahaan . Saran saya untuk menjadikan safety talk itu lebih effektif jika topic yang akan disajikan harus disampaikan sendiri oleh si pekerja (mulai dari tingkatan labor sampai supervisor ) yang bekerja pada tempat dan waktu tertentu itu sehingga hilanglah kesan wejangan kosong belaka. Demikian, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan yang tergabung dalam Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: