Teknologi pendeteksi kebocoran di pipa/pipeline itu secara umum dibagi menjadi tiga jenis ; a) Acoustic System, termasuk didalamnya adalah ultrasonic; b) Pressure Point Analysis; c) Dengan menggunakan chemical.

Tanya – A. Taufik.

Dear All,

Kami sedang terlibat aktivitas repair offshore pipeline yang bocor, adakah para anggota milis yang mengetahui metoda dan alat untuk mendeteksi adanya minyak yang hadir pada permukaan pipa bagian luar ? (termasuk tingkat sensitivitas/akurasinya), untuk memastikan tidak ada minyak disana walaupun secara visual memang sudah tidak nampak. Mohon info juga jika ada vendor yang menjual alat tersebut. Terima kasih sebelumnya.

Note : Pipa tergeletak di seabed.

Tanggapan 1 – Adityawan Kridarso

Dear Pak Taufik,

Pipa anda yang bocor dengan masih posisi di Seabed tentunya sekarang sudah stop oil production flow dan sekarang tentunya sudah diisi oleh air atau media lain sehingga tidak mengotori seawater. Sesuai dengan berat jenisnya oil yang keluar dari pipa pasti akan langsung mengambang dipermukaan, jadi Pak taufik tidak usah terlalu kuatir dengan masih adanya sisa minyak yang ada disekitar pipa di seabed juga akan terilis kepermukaan. Untuk membersihkan bocoran minyak dipermukaan bisa digunakan oil spill dispersant. Dan untuk merepair offshore pipeline bisa dilakukan dengan metode clamp atau dengan memotong dan mengganti dengan pipa baru sebagian untuk pengerjaan nya diperlukan Work Barge. Cold cut method bisa dikerjakan dan aman tanpa harus membersihkan sisa bocoran yang belum terdetecsi. Sedikit penjelasan dari saya, tolong yang lain menambahkan dan mengoreksi.

Tanggapan 2 – Cahyo Hardo

Cuma nambahin…

Untuk kasus kebocoran gas, ilmu sederhana perhitungan pressure drop bisa digunakan untuk menebak secara kasar lokasi kebocoran. Hal ini dipraktekkan (kalau tidak salah) oleh WNTS (west natuna transportation group) ketika terjadi kebocoran di trunkline dari natuna menuju pulau sakra, singapura tahun lalu. Bapak2 yang bekerja di conoco/WNTS mungkin lebih tahu detilnya…

Tanggapan 3 – Tiurmaidah Manurung

Mungkin bisa dicoba dengan methode gas chromatography analysis, kalo external lab di Singapore saya ada alamatnya tapi coba ke Sucofindo mungkin mereka bisa karena setahu saya mereka juga punya mesin Gas chromatography.

Tanggapan 4 – bambang Sugiharta

Saya juga mau nambahin,

Teknologi pendeteksi kebocoran di pipa/pipeline itu secara umum dibagi menjadi tiga jenis ;

a) Acoustic System, termasuk didalamnya adalah ultrasonic.

b) Pressure Point Analysis

c) Dengan menggunakan chemical.

Tanggapan 5 – irsal2002

Mengenai pemakaian ultrasonic untuk menimbulkan Rayleigh waves telah kita pakai untuk master tesis. Teman saya melakukan experimentnya, sementara saya sendiri melakukan numerical modeling dan hasilnya kita bandingkan. Jadi di sini kita membuat crack di suatu soil dan masing2 sisi pada jarak tertentu dari crack diletakkan geophone untuk menangkap signal, dan dilakukan analisa time domain dan juga frequency domain. Dari hasilnya kita bisa melihat adanya delay pada pergerakan signal dan bisa dengan jelas dilihat dari perbedaan phase antara 2 titik tersebut. Kebetulan untuk analisa time domainnya sudah ada di paper.

ASCE Journal of Geotechnical Engineering, Feb 1995 Vol. 121 No. 2.

Sementara untuk frequency domainnya nggak sempet dibuatkan papernya, soalnya keburu butuh uang untuk hidup :).

Tanggapan 6 – Budhi S.

Mas Bambang, saya hanya ingin mengoreksi sedikit mengenai butir b ‘Pressure Point Analysis’. Sebenarnya metoda PPA ini dikembangkan oleh LeakNET dengan menggunakan presure transmitter yang tidak mempunyai dumping fluid (respon seketika). Pemasangan transmitter tidak boleh melebihi 50 Km agar analisis propagasi sinyal tekanan masih dapat dideteksi dengan baik.

Tapi ternyata untuk dapat mendeteksi posisi dan besar kebocoran secara akurat, menghindarkan false alarm, dan dapat membedakan antara kondisi normal operasi dengan bila terjadi kebocoran, PPA tetap membutuhkan kehadiran software mass balance. Jadi kita harus memasang sebuah flow meter pada inlet dan outlet dari pipeline. Ada beberapa vendor yang menggunakan sistem mass balance dalam pendeteksian kebocoran di dalam pipeline.

Menurut saya pribadi, lebih tepat penggunaan istilah Pipeline Detection System dengan metoda software. Lebih generik karena tidak me-refer ke suatu produk.

Tanggapan 7 – A. Taufik.

Rekan-rekan, terima kasih atas semua masukannya, informasi anda semua sangat berguna bagi kami dalam pengambilan keputusan, kelak.

Tanggapan 8 – Bambamg Tjondro

Mas Budy, mengenai kebocoran pipa tsb kebetulan ada copy dari buku diberikan teman lewat email dari USA, kalau ke Bandung saya beri kopinya deh ya.
Sekarang sedang saya sarikan untuk masuk ke kursus di ab pipeline.Saya setuju dengan saran. Anda. Caltex juga punya pipa mau dipendam 24′ lagi cari cara untuk mengamati leak. Di kota New York menggunakan mobil dengan roboyic camera segala. Rata-rata pengamatan harus dengan computer monitoring. Juga intelligent pipeline monitoring,acustic monitor dan persamaan material alanse (kurang baik untuk lead kecil).
Thanks sebelumnya.