Pemilihan peralatan listrik sangat ditentukan oleh ‘klasifikasi area’ tempat peralatan listrik itu mau dipasang. Biasanya, dalam suatu proyek, ‘klasifikasi area’ ini disiapkan oleh kontraktor. Namun ada kalanya, kita diserahi tugas membuat klasifikasi area ini, atau mungkin diminta untuk ‘mereview’ klasifikasi area yang ada, untuk persiapan proyek modifikasi atau pengembangan dari kondisi existing.

Oleh : Nanang Jamil

Rekans,

Pemilihan peralatan listrik sangat ditentukan oleh ‘klasifikasi area’ tempat peralatan listrik itu mau dipasang.

Biasanya, dalam suatu proyek, ‘klasifikasi area’ ini disiapkan oleh kontraktor.

Namun ada kalanya, kita diserahi tugas membuat klasifikasi area ini, atau mungkin diminta untuk ‘mereview’ klasifikasi area yang ada, untuk persiapan proyek modifikasi atau pengembangan dari kondisi existing.

Bagaimana caranya ?

TEKNIK PENENTUAN KLASIFIKASI AREA

a. Petugas yang bertanggung jawab

Penentuan klasifikasi area ditentukan dan dikembangkan oleh Process Safety Engineer yang mempunyai pengetahuan mengenai sistim proses dan peralatan.

b. Data yang diperlukan :

– PFD yang memperlihatkan flow, temperatur, dan tekanan

– P & ID

– Flash point dan range titik didih dari gas atau cairan yang ditangani.

– Gambar tat letak (lay out) yang memperhatikan posisi semua peralatan termasuk venting, dan drain-drain ke atmosfir.

– Pengetahuan mengenai keistimewaan dari peralatan yang relevan terhadap pembebasan cairan mudah terbakar.

c. Penakaran fasktor-faktor yang mempengaruhi zone dan jarak

* Identifikasi sumber kebocoran.

Titik-titik dimana bisa terjadi pada normal operasi, start up, dan shut down, emergency, dalam hal terjadi kegagalan peralatan dan kontrol harus di identifikasi.

* Penakaran tingkatan kebocoran (Grade of release).

Penakaran ini memerlukan pengalaman enjiniring dan pertimbangan operasi, khususnya mengenai tingkat keseringan pekerjaan venting, drain, sampling, kegagalan seal, dan peralatan yang menyimpan zat mudah terbakar. Sebagai patokan kasar direkomendasikan bahwa pembebasan/kebocoran dianggap terus menerus bila kemungkinan lama keberadaannya melebihi 100 jam per tahun, dan dianggap ‘primer’ bila antara 10 s/d 1000 jam.

* Penakaran Zone.

Tingkat bocoran (grade of release) berbeda dengan zone. Walaupun tingkat kebocoran terus menerus, primer, sekunder, menghasilkan zone 0,1, dan 2, tetapi kadang-kadang tidak selalu sama. Ketika menakar zone, perlu untuk mempertimbangkan ventilasi. Contohnya bila ventilasinya tidak bagus mungkin akan menghasilkan klasifikasi zone yang lebih ketat karena uap tidak cepat tersebar.

* Penakaran kategori cairan atau gas.

Kategori fluida termasuk aliran, gas, atau uap terbebas yang dihasilkan oleh penguapan dari pembebasan cairan akan mempengaruhi perluasan area berbahaya.Perlu untuk memperluas klasifikasi cairan yang didasarkan pada flash point untuk ukuran sifat penguapan cairan tersebut. Dalam area proses cairan dengan flash point dibawah 200 0C untuk menentukan klasifikasi area dianggap berbahaya. Pertamina mungkin akan mengecualikan bila cairan tidak bisa teratomisasi pada temperatur diatas flash point. Pompa-pompa diluar area proses selain pompa yang menggunakan gland seal harus dipertimbangkan sebagai sumber kebocoran bila tekanan pompa adalah 5 Kg/cm2 atau diatas flash point fluida dibawah 150 0C.

* Penakaran bouyancy.

Perlu di perkirakan bouyancy dari bocoran, karena gas yang lebih ringan dari udara pada area terbuka cenderung tersebar keatas, sedangkan untuk gas yang lebih berat dari udara mungkin terjadi aliran kembali. Ukuran dan perluasan dari klasifikasi area oleh karena itu bisa berbeda.

* Penakaran dari radius bahaya.

Radius bahaya tergantung pada kemungkinan jumlah bocoran dari sumbernya dan kategori dari fluida yang terbebas.

Radius bahaya sesuai dengan kondisi ventilasi dan pembahasan bouyancy untuk memperkirakan ukuran dan perluasan dari area berbahaya tersebut. Jarak radius bahaya ditampilkan pada appendix B PECPS hal 42 yang didasarkan pada pengalaman dari terjadinya perluasan area berbahaya yang muncul dari type-type sumber individu bocoran, yang antara lain adalah :

(1) pompa ; (2) kompressor ; (3) drain dan sample cairan ; (4) venting proses ke atmosfir, venting alat instrument ; (5) sistim perpipaan (flange dan valve) ; (6) genangan cairan karena adanya bocoran ; (7) sump,interceptor, septor ; (8) permukaan pada sistim drain air.

Selain dari hal diatas perlu juga diperhitungkan faktor perluasan area berbahaya (halaman 58 PECPS).

Klasifikasi area lain adalah untuk bangunan khusus (typical arrangements) seperti : (1) Road car loading gantry (class I,II, dan III produk petroleum)
; (2) Rail car loading gantries ; (3) Marine Facilities and jetties ; (4) Storage tank – open air ventilation ; (5) Drum filling – open air ventilation (class I,II,III dari produk petroleum) ; (6) Filling and service station ; (7) LPG storage.

* Penakaran ventilasi

Level ventilasi merupakan faktor penting untuk menetapkan perluasan area
berbahaya dan harus selalu diperhitungkan, antara lain : (1) open area ; (2) sheltered area ; (3) enclosed area (area terpagar) ; (4) ventilasi mencukupi ; (5) dilution ventilation ; (6) overpressure ventilation (7) local articial ventilation.

d. Perkiraan perluasan area berbahaya.

Perluasan area diperkirakan dari radius, sifat boyyancy dan pembebasan gas, dan ventilasi.
Type-type yang ada antara lain : (1) open area ; (2) sheltered area ; (3) enclosed area ; (4) opening and apertures;

e. Spesifikasi group apparatus dan kelas temperatur.

Tujuan seleksi peralatan listrik, group apparatus dan kelas temperatur harus ditentukan selama meng-klasifikasikan area, didasarkan pada unsur mudah terbakar yang bisa terbebas.

f. Tinjauan ulang klasifikasi area berbahaya.

Sesudah klasifikasi pada tahapan disain, penakaran yang sudah dibuat harus ditinjau ulang lagi. Faktor yang harus dipertimbangkan adalah :ekonomis,disain,operasi dan lokasi dari peralatan proses.
Tingkatan primer dalam enclosed dan sheltered area harus dihindari. Grade kontinyu tidak cocok dalam enclosed area, kecuali kalau ada terdapat aliran kecil dengan dilution ventilation.

g. Gambar klasifikasi area.

Gambar klasifikasi area harus dengan skala yang cukup besar untuk memperhatikan item-item utama peralatan dan bangunan. Peraltan tersebut harus di tandai untuk memperhatikan batasan-batasan area berbahaya dan zone-zone yang ada dengan car amemberi arsir.
Perlu juga dipertimbangkan penentuan lokasi kecil zone 1 sekitar pompa-pompa dan control valve. Jika gas-gas yang ada melebihi dari 1 group apparatus dan kelas temperature pada area yang sama, hal ini harus dinyatakan digambar. Dimana terdapat gas-gas yang berbeda ada pada area yang overlapping, maka perlu diperhatikan perbedaan group-group dan kelas-kelas.

Kalau gambar sudah selesai, berarti selesai sudah tugas kita membuat dan mengembangkan Hazardous Area Clasification.