Saya punya beberapa pertanyaan seputar air-cooled heat exchanger. Pada GPSA section 10 ttg ACHE ada contoh design ACHE untuk tube OD 1 in, beserta data2nya. bagaimana untuk tube OD lain seperti 5/8 atau 3/4 in? dimana saya dapat menemukan data2 untuk perhitungannya, seperti fintube data, typical overall heat transfer utk tube OD yg lain?

Tanya – Juniatia Widiasari

Dear bapak2, ibu2, mas2, mba2 anggota milis migas,

Saya punya beberapa pertanyaan seputar air-cooled heat exchanger. mohon bantuannya.

1. pada GPSA section 10 ttg ACHE ada contoh design ACHE untuk tube OD 1 in, beserta data2nya. bagaimana untuk tube OD lain seperti 5/8 atau 3/4 in? dimana saya dapat menemukan data2 untuk perhitungannya, seperti fintube data, typical overall heat transfer utk tube OD yg lain?

2. pada program HTRI, dapatkah kita mengetahui hot fluid temp outlet brp yg dapat dicapai ketika kita sudah specify air temp outlet dan air flow? krn saya sudah mencoba nya tp tidak solved. bagaimana langkahnya?

3. masih pada HTRI, utk kondisi yg sama, saya melakukan untuk classic dan grid design. pas classic design case solved. nah ketika pada grid design saya memasukkan nilai air flow tertentu, case nya tidak bisa solved. saya bingung karena data2 yg saya masukkan sudah lengkap. kira2 dmn kesalahannya? saya sudah utak-atik berbagai macam cara tp masih blm bisa solved.

Terima kasih banyak atas bantuan milister sekalian :).

.

Tanggapan 1 – ahmadrs@technip

Coba jawab aaaah

1. bisa cari beberapa brosur dari produser ACHE (GEA-BTT, dll). Biasanya dikasih cara cepat perhitungan air cooled HE dalam berbagai konfigurasi.

2. maksudnya tidak solved di sini apakah problem iterasi terus-menerus atau malah programnya tidak mau run? sebaiknya untuk air side kasih face velocity-nya saja, jangan mass flow.

3. saya pribadi kurang suka pakai grid design-nya HTRI-ACE, suka fail dan kalaupun berhasil sering tidak sesuai dari harapan. saya anjurkan trial and error manual saja.

Tanggapan 2 – j_tia_19 j_tia_19

Terima kasih atas tanggapannya mas ari.

Utk HTRI nya iterasi terus sampai akhirnya failed. di air side saya memasukkan nilai standard flow rate-nya karena itu data yg ada. kalau utk menghitung face velocity nya dgn cara manual, saya kurang data terkait OD tube tersebut.
Untuk grid design, sebenarnya saya kurang jelas apa perbedaannya antara classic design. yg saya tau pada grid design kriteria nya lebih strict, sehingga pada awalnya saya mengira grid design lah yg memberikan hasil yg lebih besar kebenarannya. CMIIW. saya juga sebenarnya lebih memilih trial error manual saja, karena kalau saya bandingkan menggunakan kondisi yg sama, manual hasil nya lebih mendekati. tetapi untuk manual harus ada data2 lengkap dan saya belum ada itu. saya akan coba mencari brosur2 produsen ACHE tsb.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

All,

Saya kira kalau masalah software yang di ‘run’ failed dan tidak sesuai harapan, itu bukan karena softwarenya, melainkan kita yang mungkin ada kesalahan.

Bagaimanapun juga software kan dibuat untuk memudahkan perhitungan manual menjadi lebih cepat, senyap dan tepat.

Ibaratnya sebagaimana sering dikatakan Mas Cahyo Hardo software itu ‘garbage in, garbage out’ anda memasukkan inputan yang tidak bagus, hasilnya juga tidak akan bagus…

Anyway,menghitung manual itu menurut saya sangat bagus karena akan mengasah LOGIKA dan INTUISI kita akan hasil perhitungannya.

Semoga Berhasil dan selamat berusaha.

Tanggapan 4 – ahmadrs@technip

Dear Tia,

Entah kenapa saya selalu bermasalah kalau memasukkan data standard air flow langsung saat menggunakan HTRI ACE. Jadi, lebih baik ubah-ubah manual face velocity sampai standard air flow mendekati data yang ada.

Untuk grid design, sebenarnya itu trial-and-error metode stepping. dengan kata lain, kalau kita mau ngecek semua kemungkinan tapi males rubah-rubah manual. jadi semua configurasi dalam range limit yang sudah kita berikan dites satu-satu. masalah lagi: grid design di ACE agak ‘tricky’, tidak segampang dipakai seperti grid design di HTRI-IST.

Jadi kalau ujung-ujungnya mau pakai grid, lebih baik run ‘classic’ lalu pilih hasil designnya dirating, atau istilah saya ‘dituning’ sampai dapat yang kita mau.