Letak keunikan submarine cable di constructionnya karena perlu special barge yang dilengkapi dengan drum reel dan roller untuk laying kabel. Selain itu juga melibatkan marine survey sebelum pekerjaan instalasi. Jadi kesimpulannya biaya instalasinya cukup mahal.

Tanya – yosi ohira

Dear all…

Bagi milister yang pernah memegang project instalasi sub marine power cable, mohon diberi pencerahan aspek-aspek apa saja kah yang harus di perhatikan dan mesti di perhitungkan matang-matang dalam merencanakan instalasi submarine power cable ini.
Termasuk juga tips-tips bagaimana memilih konstruksi dan material cable yang cocok untuk laut dangkal yang berarus kencang.
Kemudian apakah di Indonesia sudah ada yang mampu memproduksi sub marine power cable dengan length lebih dari 6 km tanpa splicing dan sekaligus mampu untuk jasa pemasangannya..??

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas tanggapan yang di berikan.

Tanggapan 1 – hasanuddin_inspector

Share sedikit ya.

Beberapa hal dibawah ini sebaiknya diperhatikan:

1. issue installation window kaitannya dengan:

– availability laying barge/vessel

– weather restriction vs identified barge/vessel (mungkin harus DP-2 class atau cukup moored barge??)

2. issue asas cabotage yg akan diaplikasikan next 2010. Kalo anda di KKKS, please liaise dengan dinas perkapalan/maritim agar action plannya bisa early & well prepared. Mostly, installation barge/vessel adalah berbendera asing

3. issue commercial (contracting scheme) yg mesti aware dengan:

– mau model lumpsum contract? Daily vessel hire rate?

– mob/demob point and cost

– kategorisasi standby/operation limit conditions

4. issue cable technically » bisa dipelajari di IEC standard seperti IEC 60502, 60228, IEC 60287, API 17E, dll.

Setahu saya (CMIIW, mungkin saya kurang update) utk subsea electrical cable kok belum ada yg diproduksi lokal. Kalo subsea FOC (fiber optic cable), sudah ada pabrikan lokal yg bisa dengan minimum local content.

Mungkin rekan lain ada yg bisa mengkoreksi dan menambahkan. Silahkan..

Tanggapan 2 – berlian syako

Sebagai tambahan,

Dari segi installasi ada beberapa hal yg perlu diperhatikan yaitu:

1. profile seabed

2. marine condition misalnya data2 oceanograpic seperti besarnya gelombang dan arus laut, serta data2 10 years dan 100 years storm condition

3. kedalaman laut

Submarine cable perlu juga di analisa onbottom stability nya sebagaimana halnya submarine pipeline untuk memastikan submarine cable akan benar2 stabil terhadap kondisi didasar laut terutama untuk pemasangan di laut dangkal yg arus lautnya dan gelombang lautnya lebih besar dibanding laut dalam. Rekomendasi dari onbottom stability adalah berapa pemberat yg harus diberikan (submarine cable weight) pada cable dan berapa jarak interval pemasangannya. Kalau untuk submarine pipeline selalu diberikan concrete coating dengan ketebalan tertentu sebagai pemberat. Kalau untuk kabel bisa diberikan concrete pemberat yg di klem pakai sling ke kabel pada tiap interval tertentu sepanjang rute kabel.

Methode lain bisa dengan buried submarine cable terutama didaerah dekat seashore dimana kapal banyak berlabuh untuk mengamankan kabel terhadap aktifitas kapal, seperti jangkar, dll.

Mengenai submarine cable spec sudah standard bisa di check ditiap2 manufacturer seperti kabelmetal, fujikura, pirelli, hitachi, alcatel, olex, dll.

Mengenai maximum continues length bisa di order sesuai yg diinginkan dan tergantung kesanggupan masing2 manufacturer. Tapi kalau untuk 6 km continues length sich gak akan masalah. Sebagai info submarine power cable dengan continues length terpanjang didunia mencapai 50 km dipasang di offshore saudi arabia (bayangin betapa besarnya drum kabelnya, lebar drumnya selebar barge yg cukup besar).

Silahkan yg lainnya kalau masih ada yg ingin menambahkan atau koreksi.

Tanggapan 3 – yosi ohira

Thank you bang Berlian dan bang hasanuddin atas pencerahannya.
Namun ada yang ingin saya ketahui yaitu; jika memang bisa cable tersebut di order dengan panjang puluhan kilo meter, seperti apakah drum/reel-nya?? Dan bagaimanakah proses lay down-nya??

Bang Berlian, saya jadi tertarik dengan cerita instalasi cable yang 50 km itu tanpa spilicing, bagaimana kah caranya?? That so amazing, that is out of my mind.
Saya punya pengalaman dengan cable underground ukuran 4/0 AWG panjang 1500 m/drum saja memiliki diameter drum 3 meter, dengan berat netto 13 ton/drum

Dimanakah letak unik-nya sub marine cable ini..??? Bisa di ceritakan..??

Mohon kemurahan hati-nya.

Tanggapan 4 – hasanuddin_inspector

Just FYI, drum/reel/carousel sudah ada beberapa package yg memiliki ultra tonnage capacity, ada yg 2,000 – 3,000 tons.

Layingnya lebih simple dibanding laying rigid reel line. Kebetulan saya ada cukup banyak literaturnya, kalo tertarik japri saja.

Tanggapan 5 – berlian syako

Yosi,

Letak keunikan submarine cable ya di constructionnya karena perlu special barge yg dilengkapi dengan drum reel dan roller untuk laying kabel. Selain itu juga melibatkan marine survey sebelum pekerjaan instalasi. Jadi kesimpulannya biaya instalasinya cukup mahal.
Dari infonya pak hasanuddin mengenai kapasitas drum reel sampai 2000 – 3000 ton tentulah memungkinkan untuk menggulung kabel sampai puluhan kilometer.
jangankan kabel bahkan pipeline pun ada yg digulung di drum reel tentunya drum nya ukuran raksasa yg sudah dipertimbangkan bendingnya masih aman terhadap batasan bending pipe stress.

Tanggapan 6 – Ahmad Santoso

Yosi and all,

Sekedar share… perusahaan kami PT. Multi Fabrindo Gemilang dua tahun lalu pernah eksekusi proyek kabel laut 20KV untuk kebutuhan Kepulauan Seribu. Proyek ini dibiayai APBD pemda DKI dan untuk selanjutnya dihibahkan ke PLN. Memang benar kata pak Berlian bahwa untuk construction memang harus dibuat dedicated barge yang bisa juga memodifikasi barge biasa untuk dijadikan dedicated barge seperti yang waktu itu dilakukan oleh anggota konsursium kami di proyek tersebut. Kalau bapak-bapak berminat kami punya foto-foto proyek tersebut..