Media berpori dalam reservoir yang ditinggalkan oleh fluida gas & minyak biasanya akan digantikan oleh fluida air formasi. Ini ditunjukkan jika kita produksikan minyak atau gas atau keduanya, pada saat tertentu akan terjadi kenaikan produksi air jikalau reservoir tersebut mempunyai Drive Mechanism : Water Drive. dan juga biasanya jika kita berproduksi hanya secara Primary and Secondary Depletion akan masih tertinggal sisa minyak berbentuk Residual untuk reservoir minyak.

Tanya – Imam, Abraham

Rekan-rekan MIGAS,

Saya ingin bertanya, apakah ada dampak eksploitasi minyak dan gas terhadap penurunan luas daratan bumi ?

Menurut imajinasi saya, minyak dan gas kan termasuk komponen penyusun lapisan batuan di bawah permukaan bumi. Nah..seandainya komponen minyak dan gas ini semakin menciut (karena dieksploitasi) tentu rongga-rongga kosong yg ditinggalkannya sangat bisa jadi akan terisi oleh komponen yg diatasnya (struktur batuan diatasnya akan turun), apakah asumsi saya ini benar ?

Atau ada dampak lain seperti menyebabkan gempa bumi misalnya ?

Mohon pencerahan dari rekan-rekan migas. Terima kasih.

Tanggapan 1 – Sucahyo Pratomo

Sdr. Imam Abraham,

Media berpori dalam reservoir yang ditinggalkan oleh fluida gas & minyak biasanya akan digantikan oleh fluida air formasi. Ini ditunjukkan jika kita produksikan minyak atau gas atau keduanya, pada saat tertentu akan terjadi kenaikan produksi air jikalau reservoir tersebut mempunyai Drive Mechanism : Water Drive. dan juga biasanya jika kita berproduksi hanya secara Primary and Secondary Depletion akan masih tertinggal sisa minyak berbentuk Residual untuk reservoir minyak. Jadi tidak ada hubungannya dengan aktifitas gempa bumi tektonik dan vulkanik.

Demikian disampaikan dan terimakasih.

Tanggapan 2 – Nugroho Wibisono

Dear Pak Sucahyo dan milisers,

Wah saya jadi pengen nanya juga nih. Kalo drive mechanism-nya itu gas-cap drive apa fenomenanya sama juga ya Pak? Kalo bayangan saya sih, jika pori2 yg ditnggalkan minyak itu diisi gas maka lama2 si reservoir itu berongga-rongga. apa tanahnya gak runtuh ya?

Maksud Primary and Secondary Depletion itu apa Pak?

Apakah water drive itu lebih banyak jumlahnya daripada gas-cap drive dan apakah coning ada kaitannya dengan ini? Saya pernah dapat kuliah dari Departemen Biologi yang membahas mengenai masalah coning akibat penyedotan yg berlebihan pada sumur air artesis, apakah hal yang sama (coning) juga terjadi pada minyak bumi?

Tanggapan 3 – patria indrayana

Pak Sucahyo, Pak Imam Abraham, dan rekan-rekan milis,

Saya tidak bermaksud menambahkan lagi dari posting terakhir Pak Sucahyo dari sisi reservoir engineering. Cuma mungkin saya ingin berbagi cerita unik, sehubungan dengan imaginasi Pak Imam tentang “ penurunan daratan bumi” akibat memproduksi minyak dan gas…..

Dasar laut lapangan Ekofisk (offshore Norway), turun dua meter selama 1971 – 1984! Fenomena subsidence sebenarnya normal saja dalam geologi, tapi itulah yang mencemaskan. Produksi hydrokarbon menyebabkan penurunan tekanan formasi, sehingga berat batuan yang di atasnya mulai menyebabkan formasi di tersebut sedikit ‘menciut’. Reservoir Ekofisk yang terbentuk dari limestone dan chalks yang ber-porositas tinggi membuat situasi menjadi dramatik.

Process Platform dan Living Quarter dilaporkan turun mengikuti turunnya dasar laut.. sehingga safety margin terancam terlewati (max gelombang laut 24 meter per 100 tahun). Untuk mengukur penurunan dasar laut secara akurat, Operator Ekofisk dan Norwegian Petroleum Directorate memutuskan untuk menggunakan satelit (GPS) buatan tahun 1983, dengan akurasi 1-2cm, lebih baik daripada bathymetri
konvensional atau dengan radar. NPD menyebutkan bahwa dasar laut turun 6-7 cm selama tahun 1984, sumber lain menyebutkan penurunan 2.5 meter selama 1980-1984 (original air gap 2.97m, tahun 1984 menjadi 0.47m). Walaupun data yang diumumkan berbeda-beda, namun disebutkan bahwa kondisi akan sangat berbahaya mulai tahun 1991, jika tidak dilakukan upaya pencegahan.

Solusi yang diambil adalah dengan mempertahankan tekanan formasi dengan water injection (expansion in 1988 – optimisation in 1990) dan gas injection.

Sementara operasi besar menaikkan struktur dilaksanakan tahun 1987. Obyektif: mengangkat struktur secara bersamaan setinggi 6.5 meter. Total struktur yang diangkat seberat 10600 ton, total operation memakan waktu 4 bulan. Plus protective barrier (beton) yang dipasang tahun 1987. Total biaya 1 milyar dollar saja…

Namun begitu, disebutkan bahwa ‘compaction of the reservoir rock’ yang sudah menghabiskan sejumlah uang untuk mengangkat platform, ternyata mempunyai efek yang positif terhadap produksi dari lapangan Ekofisk.

Source : RM Sulak, Ekofisk Field The First 20 years, SPE Paper 20773

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: