Para pakar sekalian mohon diskusinya mengenai hal sbb: Dulu kayaknya pernah di tayangkan TVRI di teknology pedesaan bahwa ada mengangkat air sumur pakai drum yang di isi air (tertutup rapat) lalu di drain, hasil drain ini membuat vacuum drum yang lalu menyedot air. Juga saat saya mau delete salah satu mail di migas ini yang tersimpan lama belum terbuka ada yang menulis kurang-lebihnya sbb : ‘Buat 4 drum yang di isi air (harus rapat tdk bocor) lalu di drain dikenakan kincir, terus ditampung, nanti akan tersedot lagi ke atas drum’, jadi seperti ada pemanfaatan energy vacuum disini. Nah kalau di nalar nalar ya nantinya akan seimbang, atau air akan mengalir ke atas bila kapilaritas terpenuhi, atau memang ada vacuum (menurut saya sih dari sumber lain bukan hanya sekedar dari drain yang ketinggiiannya lebih rendah dari tinggi lift up itu sendiri. Dan kalaupun benar bisa pastinya sudah ada dimana mana, ga perlu nimba air lagi. Mohon tanggapannya sebenarnya ini bisa apa enggak ya, teknology ini.

Tanya – A. Rofiudin@sulfindo

Para pakar sekalian mohon diskusinya mengenai hal sbb:

Dulu kayaknya pernah di tayangkan TVRI di teknology pedesaan bahwa ada mengangkat air sumur pakai drum yang di isi air (tertutup rapat) lalu di drain, hasil drain ini membuat vacuum drum yang lalu menyedot air.

Juga saat saya mau delete salah satu mail di migas ini yang tersimpan lama belum terbuka ada yang menulis kurang-lebihnya sbb :

‘Buat 4 drum yang di isi air (harus rapat tdk bocor) lalu di drain dikenakan kincir, terus ditampung, nanti akan tersedot lagi ke atas drum’, jadi seperti ada pemanfaatan energy vacuum disini.

Nah kalau di nalar nalar ya nantinya akan seimbang, atau air akan mengalir ke atas bila kapilaritas terpenuhi, atau memang ada vacuum (menurut saya sih dari sumber lain bukan hanya sekedar dari drain yang ketinggiiannya lebih rendah dari tinggi lift up itu sendiri. Dan kalaupun benar bisa pastinya sudah ada dimana mana, ga perlu nimba air lagi.

Mohon tanggapannya sebenarnya ini bisa apa enggak ya, teknology ini.

Tanggapan 1 – Hari Subono

Pak Rofiudin,

Hal tersebut secara prinsip dasar mekanika tidak akan dapat terjadi; suatu benda diam akan tetap diam dan suatu benda bergerak akan tetap bergerak (tanpa percepatan) bila tidak ada gaya yang mempengaruhinya (hukum Newton nomer sekian, sorry lupa).

Nah perihal drum yang disebutkan; di sana terdapat hambatan-hambatan berupa friksi dengan pipa/ selang, adanya kohesi antara air dengan permukaan pipa/ selang dan drum. Nah, misal kasus drum tersebut di ruang angkasa yang kita anggap tidak ada gaya apapun yang mempengaruhinya maka hal tersebut dapat terjadi dikarenakan telah terjadi keseimbangan – yang dikarenakan adanya gaya gravitasi bumi dan bulan/ lainnya. Sama halnya seperti satelit yang mengelilingi bumi.

Barangkali informasi ini dapat membantu.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear Pak Rofiudin,

Menambahkan saja, barangkali yang anda maksud hy-dram, atau hydraulic Ram…kalau itu yang dimaksud dulu poluler di pedesaan sukabumi selatan, 30 tahun yg lalu ada section di LAPI ITB nama nya badan pengembangan technology tepat guna ,(entah masih ada atau tidak) memasang banyak hydarm di sukabumi selatan, biomas gasifier, perahu batu dll, saya kira konstruksi nya masih disimpan di arsip.
husus untuk hyd ram banyak info kalau anda googling atau wiki.

Tanggapan 3 – A. Rofiudin@sulfindo

Yang didiskusikan dengan banyak teman itu bukan Hydraulic ram pak yang memang sudah ada gaya gravitasi yang kemudian dijadikan water hammer sbg daya angkat. Tapi ini memang murni dari drum yang rapat yang lalu outletnya besar misal 4 ‘ dibuka lalu dari inletnya akan naik air lewat pipa 1/2 ‘ untuk mengisi kekosongan air di drum.

Menurut saya sih akan seimbang dan ujungnya ga bisa…..

tapi katanya ada yang pernah lihat di TV ya cuman begitu katanya.

anyway thanks atas masukannya pak Roeddy…

Tanggapan 4 – Muhammad Syamsuddin

Pak Rofiudin,

Metode ini sudah pernah memenangkan hadiah penelitian di LIPI lebih dari 20 tahun lalu kalo nggak salah.
Saya masih ingat diagramnya yang diterangkan oleh guru fisika saya waktu SMA dulu.
kalau nggak salah permasalahannya adalah, ketinggian air yang akan diangkat tidak bisa terlalu tinggi karena drumnya tidak akan kuat menahan tekanan vacuum akibat tarikan air yang turun oleh gravitasi.
pemecahannya adalah dengan vessel baja, namun akan menjadi mahal.
CMIIW.

Tanggapan 5 – roeddy setiawan

Pak Rofiudin,,

Wah kalau gitu saya ngak tahu,, biasanya yang bertentangan dg physic must be Hoax sama seperti energy biru, brown energy dll.