Mudah2an ada yang bisa ngebantu saya nih. Saya lagi coba belajar mengenai piping di process plant. Salah satu kesulitan yang sekarang saya hadapi adalah mengenai ammonia line (liquid dan vapor). Pada kasus yg saya temui, saya pikir ada kejanggalan karena ada beberapa spesifikasi yang di-state dari plant tsb berbeda dari standar yang saya tahu. Di bagian discharge pompa, menurut Datasheet pompa, tekanan desainnya adalah 13.5 bar sementara operasi 10 bar dengan rating flange pada discharge 300. Begitu juga utk line pipa setelah discharge pompa, semuanya menggunakan rating 300 baik untuk flange maupun valvenya. Tapi setahu saya, apabila tekanan operasi 10 bar masih bisa diatasi dengan rating 150, karena kalau menurut ANSI B. 16.5 dengan suhu sekitar -19 C (suhu ammonia skitar -33 C), maximum pressure (non-shock) nya sebesar 285 psi atau sekitar 19.6 bar. Mungkin karena ilmu saya yang masih dangkal saya belum bisa mengerti alasan mengapa di datasheet dan existing menggunakan rating 300.

Tanya – Fedrianto

Dear Rekan2,

Mudah2an ada yg bisa ngebantu sy nih. Gini, sy lg coba belajar mengenai piping di process plant. Salah satu kesulitan yg sekarang sy hadapi adalah mengenai ammonia line (liquid dan vapor). Pada kasus yg saya temui, saya pikir ada kejanggalan karena ada beberapa spesifikasi yg di-state dari plant tsb berbeda dr standar yg sy tau. Di bagian discharge pompa, menurut Datasheet pompa, tekanan desainnya adalah 13.5 bar sementara operasi 10 bar dengan rating flange pada discharge 300. Begitu juga utk line pipa setelah discharge pompa, semuanya menggunakan rating 300 baik untuk flange maupun valvenya. Tapi setau sy, klo tekanan operasi 10 bar masih bisa diatasi dengan rating 150, karena klo menurut ANSI B. 16.5 dengan suhu sekitar -19 C (suhu ammonia skitar -33 C), maximum pressure (non-shock) nya sbesar 285 psi atau sekitar 19.6 bar.

Mungkin karena ilmu sy yg masih cetek abis, sy belum bisa ngerti alesan mengapa di datasheet dan existing menggunakan rating 300. Mungkin krn faktor safety atau yg lainnya. Tp semua itu masih mungkin, masih bisa benar atau salah. So, sy butuh bantuan dr temen2 sekalian, supaya kemungkinan itu bisa jadi kepastian dan rasa penasaran sy bisa ilang. Thanks.

Tanggapan 1 – rachmats77

Mas Fedrianto,

Kalau pompanya tipe centrifugal, mungkin bisa dicek di pump curve berapa maximum shutt off pressure -nya. Sepanjang yang saya tahu, design pressure dari centrifugal pump discharge ditentukan dengan memperhitungkan pump shutt off pressure, pressure di suction vessel plus head yang ditimbulkan oleh ketinggian liquid di vessel tsb.

Hope will help.

Tanggapan 2 – Fedrianto

Dear mas rachmat, untuk maximum shut off pressurenya sy udah dpt dr datasheet pompa, yaitu 16.9 kg/cm2 (klo di DS nyebutnya max allowable)dan hydrostatic pressurenya sekitar 24.5 kg/cm2. smentara maximum headnya 199.1 m.

Tanggapan 3 – rachmats77

Well, kalau melihat max shutt-off pressure pompa yang 16.9 kg/cm2 sudah cukup dekat ke limit kelas 150# yang kira-kira 20 kg/cm2.
Kalau anda tambahkan tekanan vessel amonia di bagian suction pompa dan tekanan yang dihasilkan oleh liquid level di vessel tersebut mungkin anda akan temukan jawabannya.