WPS adalah Specification untuk Welding dan harus disupport oleh PQR sebabgai bukti bahwa WPS tersebut Sudah memenuhi requirement yang diinginkan. Kenapa WPS tidak mencantumkan Chemical Analisys, itu karena Material yang akan diwelding dengan menggunakan WPS tersebut sebagai acuan adalah material yang sudah diketahui dengan pasti Specificationnya, sehingga dapat dengan mudah digolongkan ke P No. atau S No Berapa.

Tanya – Wastonopagaralam Wastono

Mau tanya ke teman2

Tanggapan 1 – Pala Utama

Pak Wastono,

Menurut saya dari Supporting PQR yang lengkap dengan data hasil Destructive Test nya sudah cukup, karena WPS itu sebagai acuan pengelasan saja, yg terpenting dari hasil uji destructive oleh PQR acceptable semua, Chem.Analysis mungkin akan di lakukan jika hasil uji destructive gagal terus, mungkin pak Ismail Hamzah bisa menjelaskan lebih detail…he..he.he.

Tanggapan 2 – Ginting Rasidin

Sedikit Saya tambahkan mungkin ini dapat membantu, untuk masalah WPS sbb:

1. WPS adalah Specification untuk Welding dan harus disupport oleh PQR sebabgai bukti bahwa WPS tersebut Sudah memenuhi requirement yang diinginkan.

2. Kenapa WPS tidak mencantumkan Chemical Analisys, itu karena Material yang akan diwelding dengan menggunakan WPS tersebut sebagai acuan adalah material yang sudah diketahui dengan pasti Specificationnya, sehingga dapat dengan mudah digolongkan ke P No. atau S No Berapa.

3. Dan jika Material tersebut tidak diketahui specificationnya dengan pasti baru diperlukan identificationnya salah satunya melalui chemical analysis dan juga mechanical properties, dan hasil ini dijadikan dasar dari pembuatan WPS dan kemudian dicheck dengan PQR untuk mendapatkan hasil welding yang memenuhi requirement.

Semoga dapat membantu.

Tanggapan 3 – Hendri Kuncoro

Salam Kenal,Sedikit menambahkan, tolong dikoreksi kalo mungkin ada yang salah.

WPS memang sebagai acuan untuk para Welder pada saat melakukan process pengelasan/production mencangkup semuanya termasuk didalamnya material, equipment, consumable dll. Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Sdr. Ginting Rasidin. Tapi menurut saya dalam hal ini terutama menyangkut masalah material yang sangat berperan penting adalah QC. Untuk para welder jarang sekali mengetahui spesifikasi dr material yg akan di process.Ingat bahwa bahwa material/base metal yang di process oleh production klo kita runut dari alurnya Pertama kali di check sama QC incoming dimana semua material di ikuti dengan Mill Cert & tentunya didalamnya mencantumkan Chemical/mechanical Properties & Juga Heat No. dr material tsb.Makanya, material yang telah melaluli process Steel work/cutting sebelum ditransfer ke Production harus ada identifikasi dr. pada material (biasanya Heat No.ditulis pada material)Disinilah sebagai acuan production/welder bahwa material yang di process sudah benar sesuai dengan WPS. Production/welder atau QC lapangan sebagai referensinya adalah material List yg dilamnya mencakup Heat No. yang diperoleh dari QC incoming.Salam.

Tanggapan 4 – Jimmy Octavianus

Pak Wastono,

Seharusnya WPS yang sudah diuji akan terbit PQR dan tentunya ada pengetesan mekanikal dan chemical dari Lab yang disetujui oleh pihak client Bapak dan migas.
Di samping itu, WPS dan PQR haruslah dilengkapi juga dengan mill certifikat dari pabrikan kawat las maupun material yang digunakan, di mana dalam sertifikat ini tercantum uraian komposisi chemical dan mekanikal properties yang merupakan hasil uji in-house produsen kawat las dan material tsb.

Tanggapan 5 – Anto@e-steamboilers

Waalaikum salam P’

Biar lebih detail penjelasannya ASME Sect IX bisa dijadikan referensinya. QW 250 Welding Data, QW 400 Variables & QW 510. Contents WPS memang hanya terdiri dari beberapa variable (essential, supplementary essential dan nonessential variable) Untuk Mech. Properties sudah dicover oleh PQR WPS tersebut, sedangkan untuk Chem. Prop. Base dan weld metal mungkin sudah dicover oleh Mat’l Cert yg digunakan.
Anyway, diattachment milis pernah deh diupload WPS & PQR check list oleh salah satu Mod. KBK Welding.

Tanggapan 6 – Anto@e-steamboilers

P’Wastono email sebelumnya sy klarifikasi sbb :

WPS yg mana P’ yg ga ada Chem. Properties/Composition.
Untuk base metal memang tidak diperlukan, karna sudah direpresentasikan oleh spec mat’l atao P-No, selain sudah dicover oleh PQR WPS itu sendiri, tujuan WPS adalah guidance untuk welder agar menghasilkan lasan yg baik sehingga message chem. Properties/composition tidak begitu diperlukan oleh welder. (CMIIW)
Sedangkan untuk weld metal ada koq untuk chemical compositionnya, hanya saja memang tidak spesifik prosentasinya dan ini diidentifikasi oleh A-No. mis : A-No 1-12, dan A-No dalam WPS adalah essensial variabel dan hanya diaplikasikan pada Ferrous Mat’l, dan tidak berlaku/tidak ada untuk mat’l non ferro.

Reference : ASME Sect IX QW-404 & QW-442.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: