Mencari kebocoran dipipa merupakan pekerjaan menarik dan selalu menjadi masalah apapun pipanya dimanapun lokasinya. Untuk mendeteksi kebocoran saya yakin pasti ada indikasi bahwa kebocoran itu ada. Kira kira pipa nya dipakai utk mengalirkan apa, pipa terbuat dari material apa, ditanam sdh berapa lama, apakah ada proteksi yg diberikan kepada pipa tsb, ditanam dalam tanah atau dirawa rawa atau didalam beton…. Mungkin perlu lebih detail sedikit sehingga pelan pelan bisa kita telusuri. Kalau ada data mengenai aliran apa didalam pipa dan pipanya apa mungkin bisa kita prediksi apakah ada kasus korosi didalamnya. Kalau bertekanan mungkin kita lihat apakah ada bagian bagian sambungan atau pipa U dsb. Kalau ada filter atau inhibitor mungkin bisa sekalian juga dijelaskan.

Tanya – ronald mangasi

Yth. rekan2 milis, mohon bantuannya bagaimana cara untuk dapat menemukan kebocoran pada pipa, dengan kondisi pipa sudah tertanam +/- 1,5 meter dibawah permukaan tanah.

Tanggapan 1 – barmantam

Pak Ronald,

Mencari kebocoran dipipa merupakan pekerjaan menarik dan selalu menjadi masalah apapun pipanya dimanapun lokasinya. Utk mendeteksi kebocoran saya yakin pasti ada indikasi bahwa kebocoran itu ada. Kira kira pipa nya dipakai utk mengalirkan apa, pipa terbuat dari material apa, ditanam sdh berapa lama, apakah ada proteksi yg diberikan kepada pipa tsb, ditanama dalam tanah atau dirawa rawa atau didalam beton…. Mugkin perlu lebih detail sedikit sehingga pelan pelan bisa kita telusuri. Kalau ada data mengenai aliran apa didalam pipa dan pipanya apa mungkin bisa kita prediksi apakah ada kasus korosi didalamnya. Kalau bertekanan mungkin kita lihat apakah ada bagian bagian sambungan atau pipa U dsb. Kalau ada filter atau inhibitor mungkin bisa sekalian juga dijelaskan. Mudah mudahan teman teman disini jg bisa membantu.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – Darmaji DA

Dear Pak Ronald,Klo boleh tau, pipa tersebut mengalirkan apa? angin, air, atau yang lain.

Tanggapan 3 – Tegas Sutondo

Yth. Pak Rodald,

Untuk kasus kebocoran pipa yang berada di bawah permukaan tanah, mungkin bisa digunakan teknik ‘perunut’ (tracer) menggunakan zat radio aktif seperti halnya yang dilakukan untuk mengetahui kebocoran waduk, dsb.

Teknik tersebut sudah digunakan oleh BATAN yang mencakup masalah di bawah ini:

Teknik perunut radioisotop/isotop alam untuk pengkajian masalah yang menyangkut dinamika sistem.

Sistem hidrologi :

Kebocoran reservoir air dan waduk

Penentuan daerah imbuh (recharge area)

Pola dan arah aliran air tanah

intrusi air laut

Pengukuran debit sungai

Sistem panas bumi :

Dalam rangka eksplorasi, seperti : penentuan recharge area, penentuan suhu dengan geothermometer isotop, asal-usul fluida dan interaksi air-batuan.

Dalam rangka eksploitasi, seperti : interkoneksi sumur panas bumi dan penentuan perilaku reservoir panas bumi.

Sumur minyak bumi : Pengkajian efektivitas injeksi air (water flooding) dalam teknologi enhanced oil recovery.

Untuk keterangan lebih lanjut, coba hubungi bagian pelayanan dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) – BATAN atau coba akses website http://www.batan.go.id/patir/ dan lihat bagian layanan atau juga bagian kerjasama.

Demikian, semoga dapat membantu.