Sebelum dilakukan NDE pada obyek yang dimaksud mesti melakukan hazard analysis terlebih dahulu, ini terutama untuk menentukan metode NDE yg terbaik yg mesti dilakukan. Jika harus menggunakan MPI, penggunaan electromagnetic yoke (dg battery operated, portable gens, etc) , permanent magnet atau equipment yg lain pada akhirnya juga bisa ditentukan lewat mekanisme ini. Atau jika memang harus menggunakan dye penetrant mungkin akan di approve kalo secara hazard analysis memang itu satu2nya cara yg dibolehkan. Satu lagi, keterlibatan certified NDE/ NDT level III (menurut metode yg disepakati) juga sangat dibutuhkan terutama untuk menentukan prosedur (kan cuman level III yg qualified untuk buat prosedur ya) yg mesti dilakukan untuk aplikasi NDE/ NDT pada obyek yg dimaksud.

Tanya – Nis Daniel

Saya mohon pencerahannya tentang SHE pada fuel oil tank, kami dalam waktu dekat akan melakukan MPI pada fuel oil tank yang celakanya sudah terisi solar hampir penuh, MPI dilakukan karena adanya Site Instruction dari client, tapi Safety departement tidak memperbolehkan dengan alasan risknya terlalu tinggi, mungkin takut terjadinya blow up di tank, sedangkan MPI sendiri dilakukan dengan menggunakan Electric powered Yoke, permanent yoke kebetulan tidak dapat dipakai lagi(calibration date overdue) pernah saya usulkan memakai Penetrant tapi di deny,
Mohon pencerahannya, kira kira apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah hazard tersebut, kalau boleh dengan referensinya, terima kasih.

Tanggapan 1 – edy hadi

Pak Nis Daniel,

Saran saya karena ini termasuk confined space, langkah2xnya adalah sbb :

1. karena tank-nya sdh terisi, maka maka mau tidak mau harus dikosongkan terlebih dahulu

2. setelah kosong, bilas tangki dgn air sabun kemudian netralisir sisa uap fuel dgn blower keluar*.
*kapasitas blower sedemikian rupa disesuaikan dgn luas tank.

3. setelah yakin tangki sdh tdk tercium aroma fuel artinya udara sdh tidak mengandung potensi uap fuel, maka orang pertama dpt masuk dengan tetap menyalakan blower agar terjaga sirkulasi udara, saya rekomendasikan agar orang yg masuk ke dlm tank tsb juga memakai breathing aparatus utk lebih safe.

4. orang kedua standby di luar sambil terus memonitor rekannya, usahakan setiap 10-15 menit keluar dr tank utk istirahat atau bergantian.

Demikian dr saya, utk referensinya saya pernah membaca, tp utk softcopy-nya mungkin teman2x safety ada yg bisa membantu sekaligus menambahkan.

Tanggapan 2 – abdi raja

Pak Daniel,

Kira-kira posisi yang akan di MPI pada TANK dimananya pak?.apakah di daerah yang terisi solar atau yang belum terisi solar.

Tanggapan 3 – Pandhu Lakshana

Pak Daniel,

Saya bukan pakar NDT, cuman ingin urun rembuk terutama dalam hal prosedural.
Sptnya sebelum dilakukan NDE pada obyek yg dimaksud bapak mesti melakukan hazard analysis terlebih dahulu, ini terutama untuk menentukan metode NDE yg terbaik yg mesti dilakukan. Jika harus menggunakan MPI, penggunaan electromagnetic yoke (dg battery operated, portable gens, etc) , permanent magnet atau equipment yg lain pada akhirnya juga bisa ditentukan lewat mekanisme ini. Atau jika memang harus menggunakan dye penetrant mungkin akan di approve kalo secara hazard analysis memang itu satu2nya cara yg dibolehkan.
Satu lagi, keterlibatan certified NDE/ NDT level III (menurut metode yg disepakati) juga sangat dibutuhkan terutama untuk menentukan prosedur (kan cuman level III yg qualified untuk buat prosedur ya) yg mesti dilakukan untuk aplikasi NDE/ NDT pada obyek yg dimaksud.

Tanggapan 4 – Nis Daniel

Pak Abdi, lokasi yang akan di MPI di man hole, dan external welding area, solar sudah terisi kira-kira 75%, itulah yang membuat saya agak upset.

Pak Pandu..

NDT prosedur tidak ada masalah, yang jadi masalah adalah site instruction dari client, di ITP kami statusnya M(monitor) makanya dulu kami melakukannya tanpa witness dari client, kami hanya informasikan saja kapan dilakukannya, setelah cukup adu otot akhirnya keluarlah SI, tapi sekarang sudah terisi solar, dan mengosongkan tangki is out of question.

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Pak Daniel,

Saya tidak punya pengalaman dengan MPI – NDE.

Tetapi input dari saya,

1. Merefer kepada NEC/API RP 505, Diesel Fuel (solar) terklasifikasikan sebagai Combustible Liquid – Class II dengan Flash Point : +/- 70 degC (cukup tinggi). Jika Ambient temp. (termasuk didalam tank) masih sekitar 30 degC saya rasa Diesel Fuel masih tidak akan mudah terbakar, karena diesel vapour yang siap terbakar tidak mudah terbentuk dalam kondisi demikian.
Anda bisa coba, Pool of Diesel Fuel di ambient temp. sekitar 30 degC yang disulut dengan Korek Api tidak akan menyala.

2. Untuk meminimalkan resiko, usahakan untuk menggunakan MPI Device yang suitable untuk Hazardous Area Zone 0 atau Class I Div. 1 termasuk juga electrical socket-nya sbg power supply (if any).

Semoga bisa membantu.

Tanggapan 6 – abdi raja

Pak Daniel,

Menurut hemat saya (saya tidak ahli dibidang ini),

1.buka aja manhole dari tangki tersebut,dan biarkan beberapa saat untuk me-minimize adanya GAS dari solar yang terperangkap.dari dibukanya manhole maka akan terjadi sirkulasi udara pada 25%area tangki yang belum terisi solar.

2.inspeksi kabel listrik yoke,usahakan pakai kabel yang tepat(standard)untuk menghindari hambatan yang dapat menyebabkan kabel panas dan terbakar.kalau bisa pakai kabel baru saja untuk menghindari leak,dan coba di check kabelnya pakai multimetre(kalau saya tidak salah)apakah terjadi bocor pada kabel.

3.yang paling penting,coba di inspeksi conect antara kabel power dan yoke tersebut.harus terhububg dengan baik,pada beberapa kasus hal ini bisa menimbulkan shot dan panas dan timbul api.

4.usahakan cable tidak bersentuhan dengan shell tangki,pakai hanger cable.

5.kalibrasi yoke dengan benar,seperti biasa check sertificate dari yoke tersebut.

6.kenapa tidak keluarkan TQ untuk membalas SI dari client,TQ untuk memakai permanen yoke saja.mengenai procedurenya bisa pakai procedure dari project yang ada sebelumnya dan ajukan untuk approve dari client.untuk alasan safety saya kira client ada akan setuju.

Sekian dari saya,maaf bila jawabannya sederhana saja das saya kira pak daniel jauh lebih mengerti.

Tanggapan 7 – Nis Daniel

Pak Abdi..

Man hole tidak bisa dibuka karena terisi sekitar 75%.

Saya pernah usulkan untuk memakai PT sebagai alternatif MPI, tapi di deny, permanent yoke juga sudah tapi sayangnya NDT company yang ada sekarang calibrationnya out date, sehingga pilihannya tinggal electric yoke, tapi bermasalah di SHE -nya,
Nanti akan saya lebih perhatikan mengenai socket seperti saran bapak..

P. A.Munawir

Terima kasih banyak buat referensinya, saya yakin safety departement akan menerima setelah saya serahkan copy API yang bapak refer-kan.

Tanggapan 8 – abdi raja

Pak Daniel,

Dari beberapa pengalaman saya electirc yoke MPI tidak pernah menimbulkan api.karena kaki yoke hanya menimbulkan medan maghnet,dan indikasi akan terjadi apabila ada cacat yang memotong daerah medan maghnet dan membentuk kutub utara dan selatan,dan dua kutub ini akan menarik particle besi dari consumable sehingga cacat las akan terlihat.
apalagi flash point solar yang .70 deg C tidak akan mudah terbakar.
Tapi bagaimana kalau MPI resultnya repair?,akan ada pekerjaan panas pada tangki yang sudah terisi solar hampir penuh.

Tanggapn 9 – Nis Daniel

Setuju pak, itulah mengapa saya meminta referensi, karena Safety departement kami agak terlalu strict, kami pernah melakukan mpi sebelumnnya dan passed, hanya tanpa witness client, dengan adanya SI maka client kami jadinya witness MPI, mudah-mudahan sih tidak ada repair, dan saya cukup confident.

Tanggapan 10 – Akh. Munawir

Tambahan saran,

Supaya lebih confident, pada pelaksanaan MPI nanti, minta Fire Fighting Team untuk StandBy di lokasi dengan Foam Fire Extinguisher dgn Rating (Class B Fire) yang cukup, untuk berjaga-jaga Fight dgn Pool Fire.