Untuk pengelasan fitting pada kondisi pipa bertekanan yang akan di gunakan untuk proses hot tapping lebih baik apabila terdapat flow pada pipa tersebut ( Dinamis ), karena flow rate tersebut menjadi media sebagai pendingin jadi secara automatis hit/panas yang ditimbulkan pada saat pengelasan akan berkurang sehingga kemungkinan terjadinya burn through dapat di hindari.

Tanya – Andrew G

Dear rekan2 milis Migas,

Saya ingin bertanya pada rekan-rekan yang berpengalaman pada pekerjaan hottapping. Apakah ada dari rekan-rekan yang pernah melakukan hottapping pada pipa dengan fluida natural gas yang stagnan/tidak mengalir?

Mohon kiranya rekan2 berbagi mengenai apa saja perbedaan perlakukan yang perlu diperhatikan. Salah satu hal yang terlintas di pikiran saya adalah pekerjaan pengelasan. Karena fluida tidak mengalir, suhu akan lebih cepat naik.
Mohon kiranya masukan dari rekan-rekan semua.

Tanggapan 1 – abdi raja

Boleh saya bertanya, kenapa fluida nya tidak mengalir pak,padahal pada pipa.

Tanggapan 2 – Andrew G

Terima kasih pak atas tanggapannya.

Misalnya saja, fluida dianggap tidak mengalir karena letaknya di percabangan yang buntu (end cap), pak. Tapi di downstream percabangan, fluidanya ada aliran.
Sebelumnya kami sudah pernah melakukan hottapping, tapi pada fluida mengalir.
Nah saya terpikir saja, bagaimana kalau kasusnya fluida stagnan, apakah ada perbedaan perlakuan. Kalau ada, apa saja yang perlu diperhatikan.
Begitu saja.

Tanggapan 3 – M. Teguh

Pak Andrew,

Kalau sudah pernah hot tapping sebelumnya, dilihat saja prosedur /SOP hot tapping perushahaan bapak. Siapa tahu sudah ada prosedurnya disitu untuk kondisi stagnant. Untuk fluid stagnant ada resiko burnthrough karena panas pengelasan tidak terbawa aliran. Tapi untuk pipa yang tebal resiko tersebut akan semakin kecil. Jelasnya ada di API RP 2201.

Tanggapan 4 – Hada Sobinta

Pak Andrew,

Kalau proses hot tapping dapat kita lakukan untuk semua orientasi dari jam 6 ke jam 6 dan angle tap 45 deg pada pipa. termasuk pada aliran statis maupun dinamis. salah satu contoh pengalaman kami ketika melakukan hot tap pada well head di lokasi kalimantan Timur ( Semco ) dan pekan baru ( Kalila korinci ).
Hottap tersebut kami lakukan pada beberapa casing well haed yang di blind tanpa Christmas tree.
Well haed ini akan di explorasi dan dipasang X-mastree kembali, sebelum casing di potong mereka harus mengetahui tekanan yang ada pada casing dan tubular pipe tersebut, maka harus dilakukan hot tapping, sebelum melakukan hottap tentunya harus dipasang fitting dan fitting untuk pekerjaan ini dapat gunakan weld o let dan di las pada kondisi tanpa flow/ aliran ( Statis )dan dengan menggunakan parameter pengelasan dibawah.
Check ketebalan pipa atau casing tersebut dan letakan fitting pada maximum thickness, jangan lupa gunakan minimum thickness minus 30% safety factor untuk peritungan tekanan aman.

Tanggapan 5 – grasidin

Dear Pak Andrew,

Mungkin beberapa langkah ini dapat membantu;

1. Safety untuk pelaksanaan Hottap tersebut harus menjadi prioritas utama

2. Pastikan Specification dari material dengan akurat, sehingga bpemilihan Electrode dapat dilakukan dengan benar

3. Pastikan thickness material yang akan di Hottapping masih dalam standard dan layak untuk di Hottapping

4. Persiapkan semua peralatan dengan seksama dan lengkap

5. Lakukan Hottapping sesuai procedure yang sudah sisetujui

6. dll

Tanggapan 6 – Sobinta

Pak Andrew,

Untuk pengelasan fitting pada kondisi pipa bertekanan yang akan di gunakan untuk proses hot tapping lebih baik apabila terdapat flow pada pipa tersebut ( Dinamis ), karena flow rate tersebut menjadi media sebagai pendingin jadi secara automatis hit/panas yang ditimbulkan pada saat pengelasan akan berkurang sehingga kemungkinan terjadinya burn through dapat di hindari.

Tetapi bukan berarti pengelasan pada pipa dalam kondisi statis tidak dapat dilakukan, pengelasan dapat dilakukan dengan special treatment yaitu :

1. Menghitung tekanan aman pada pipa induk ( Pipe Header )

2. Menggunakan low hydrogen electrode seperti E 7018/7016 ( see API 1104 epp B )

3. Mengunakan Electrode terkecil sehingga panas yang ditimbulkan dari Voltage dan Ampere akan kecil dan terhindar dari kemungkinan burn through.

4. Membuat welding sequence

5. Menggunakan fitting yang equal dengan CE electrode

6. Mendahulukan cir cum deferential joint dari pada longitudinal joint

7. Pada waktu mengelas longitudinal joint root pass tidak boleh bersentuhan terhadap pipe header.Dll.

Di atas beberapa parameter pengelasan untuk pipa bertekanan tampa aliran ( statis ), mudah- mudah dapat membantu dan bermanfaat.