Kalau ditemukan defect crack pada sambungan welding,sebaiknya di cut-off saja dan dilakukan pengelasan kembali dengan joint preparation yang baru.pemotongan jangan terlalu panjang cukup sekitar 10mm saja dari weld toe.kalau terjadi short pada pipa maka perlu additional joit pada spool tersebut. Pada beberapa code standard cract is not permitted and shall be cut-out or cut-off. Banyak factor penyebab terjadinya crack pada sambungan,crack bisa dimulai dari base metal dan bisa dimulai juga dari weld metalnya.bahkan crack bisa juga terjadi akibat inproper Fit-Up pada sambungan yang menyebabkan stress.ditambah lagi adanya vibrasi yang diterima oleh pipa menyebabkan stress ini sebagai pemicu terjadinya crack.pada instalasi perpipaan yang banyak menerima getaran/vibrasi pemilihan pipe support juga sangat menentukan.

Tanya – didin afandi

Selamat Pagi Rekan2..

Kebetulan saya ada sebuah case mengenai fasilitas kami di red zone.

Intinya : pada saat kondisi operasi, ditemukan sebuah beberapa spool pipe 1′ mengalami crack pada area welding.

Dugaan kami sementara, hal tersebut diakibatkan karena fibrasi yang terjadi selama operasi. Crack pada welding tersebut mengakibatkan leak pada area welding tersebut.

Hal ini pernah terjadi sebelumnya, dan telah dilakukan repair welding. Namun hasil repair welding sepertinya kembali mengalami kegagalan seperti yang terjadi saat ini (leak kembali).

Yang ingin saya tanyakan :

1. Apakah aman terhadap material induk untuk menerima repair welding beberapa kali?

2. Apa sebenarnya faktor utama yang menyebabkan terjadinya kegagalan seperti ini? (repair welding pertama masih mengalami kebocoran). Kami tidak ingin mengalami kebocoran lagi sehingga sampai terjadi repair welding yang kedua…

3. Apakah ada kontraktor yang bagus yang dapat menangani hal ini?

sementara ini dulu..
mohon tanggapan dan masukan dari senior welder.

Tanggapan 1 – abdi raja

Pak Didin

Saya kira kalau ditemukan defect crack pada sambungan welding,sebaiknya di cut-off saja dan dilakukan pengelasan kembali dengan joint preparation yang baru.pemotongan jangan terlalu panjang cukup sekitar 10mm saja dari weld toe.kalau terjadi short pada pipa maka perlu additional joit pada spool tersebut.

Pada beberapa code standard cract is not permitted and shall be cut-out or cut-off.
Banyak factor penyebab terjadinya crack pada sambungan,crack bisa dimulai dari base metal dan bisa dimulai juga dari weld metalnya.bahkan crack bisa juga terjadi akibat inproper Fit-Up pada sambungan yang menyebabkan stress.ditambah lagi adanya vibrasi yang diterima oleh pipa menyebabkan stress ini sebagai pemicu terjadinya crack.pada instalasi perpipaan yang banyak menerima getaran/vibrasi pemilihan pipe support juga sangat menentukan.
Pak didin,apakah bapak telah melakukan NDT pada joit tersebut setelah welding copleted.type of NDT nya adalah MT/PT dan RT(Radiography) atau UT.dari MT/PT kita dapat melihat cacat pada face of welding dimana RT kurang sensitif pada cacat permukaan dan kita bisa melihat pada film RT untuk composite weld metal dan root.UT baik untuk mendeteksi side wall incompleted fusion.
dari hasil NDT ini mungkin pak didin bisa mengambil kesimpulan dari terjadinya leak pada joint tersebut.dari film result RT tersebut coba pak didin review semua defect yang ada baik itu yang acceptable maupun yang reject.contohnya bila ada ditemukan porosity walaupun masih tolerance coba dilihat posisi dari root tersebut.kemungkinan posisi dari porosity tersebut dapat menyebabkan terjadinya leak setelah pipe mendapat presure dan vibration.
sebaiknya juga after Fit-Up/sebelum welding pak didin bisa juga melakukan lamination check pada face of bevel untuk mendeteksi hadirnya lamination pada pipa.
pak didin,penyebab lain bisa juga datang dari ketidak cocokan filler metal yang dipilih ke base metal.atau dengan kata lain incorretct WPS.dari sisi metalurghy saya kurang mengusainya dan dari sisi lainnya saya juga pas-pasan juga.

Tanggapan 2 – Nis Daniel

Selamat pagi P Didin

Saya coba menjawab pertanyaan bapak..

1. Apakah aman terhadap material induk untuk menerima repair welding beberapa kali?

Jawab: ada batasan tertentu untuk sebuah material mengalami repair, karena proses welding + gerinda + gouging mengakibatkan embrittlement (getas/rapuh) pada terutama daerah HAZ, mengenai batasan berapa kali tiap company(client) bisa berbeda, yang kami pakai selama ini adalah 3 kali, lewat dari itu terpaksa cut off 🙁

2. Apa sebenarnya faktor utama yang menyebabkan terjadinya kegagalan seperti ini? (repair welding pertama masih mengalami kebocoran).

a. Adanya porosity, akibat dari improper cleaning, wind, shielding gas, gas entrapment di dalam pipe spool itu sendiri

b. Layer antara welding bead tidak menutup sempurna satu dengan yg lain

c. Karena dugaan bapak adalah vibration maka kemungkinan:

Ada incomplete penetration atau incomplete fusion, dalam bahasa pasar saya, ngikat ke materialnya gak cukup kuat, ada getaran yg mengakibatkan timbulnya crack dari daerah ini, penyebabnya fit up kurang bagus,cleaning kurang,welder kurang jeli.

Memang tambah kecil ukuran pipenya, welder semakin susah mengelasnya, kata mereka(kawan kawan welder) goyangnya susah ;).

Kalau benar asalnya di daerah root, bapak bisa menggunakan backing, penambahan backing di WPS boleh(tidak perlu requalifikasi) tapi pengurangannya harus requalifikasi (ASME,API,AWS).

Semoga bisa membantu.

Tanggapan 3 – M Zamil

Dear P. Didin

# Pertanyaan No.1

1. TIDAK AMAN dikarenakan adanya penambahan AREA DAERAH HAZ jika material induk tersebut mendapatkan perlakuan Welding berulang-ulang. Sebab temperature welding dapat dikatakan UNSTABIL TEMP.

# Pertanyaan No. 2

2. Kalau anda melakukan repair pada kondisi ON SERVICE resiko kegagalan cukup besar apalagi defect yang terjadi adalah CRACK dimana defect ini mempunyai kecenderungan akan merambat pada daerah yang SAFE CONDITION ditambah lagi FLOW SERVICE piping anda berupa FLOW HEAT AIR atau WATER sehingga akan menambah defect tersebut bertambah besar. Faktor yang lain adalah Prepartion pada saat akan melakukan repair welding harus bebas dari seluruh WELDING DEFECT dan bersih dari segala RUST yang ada pada material yang akan dilakukan welding. Saya yakin faktor Leakage akibat dari pembawaan WELDING DEFECT yang terindikasikan. Coba P. Didin lakukan pengujian dengan NDE.
Agar supaya lebih Safe dalam melakukan repair tersebut harus men SHUTT DOWN supaya lebih maksimal kemudian lakukan pengujian NDE untuk menginvestigate welding defect tsb kemudian lakukan preparation welding seperti kita akan melakukan welding pada material yang baru.

Dear P. Daniel

Kalau kita menggunakan backing untuk pipa kurang effisien ? yang dimaksud dengan Backing disini Backing apa ? kalau itu BACKING GAS saya sangat setuju. Kalau Backing itu berupa BACKING PLATE atau BACKING CERAMIC Impossible kecuali pipa tersebut ada MANWAYnya.

Tanggapan 4 – Nis Daniel

Pak Farid…

Terima kasih sudah mengingatkan…

Saya kurang detail di thread sebelumnnya, maksud saya jika root nya susah lebih baik memakai backing jika accessible, 😉 backing yg saya maksud adalah either ceramic maupun plate, saya jadi bingung dengan gas backing, mungkin maksudnya purging?

Tanggapan 5 – Farid M Zamil

Benar P. Daniel yang saya maksud Backing Gas disini adalah Purging.

Untuk pengelasan di root yang tujuan untuk mendapatkan FULL PENETRASI di Pipa lebih effisien kita menggunakan welding proses dengan memakai SHIELDING GAS kecuali FCAW dikarenakan proses FCAW hasilnya kurang maksimal untuk pengelasan di root pass. Tapi tidak menutup kemungkinan kita dapat menggunakan proses pengelasan SMAW dimana ada beberapa elektrode yang didesign untuk pengelasan di rootnya (Mis : E.6010) yang biasa digunakan di Pipeline dan ada beberapa Brand Nama yang telah membuat produk welding consumable spesialis di root pass. Biasanya hasilnya tidak sebagus Welding Process by Shielding Gas.

Kalau Backing Ceramic dan Plate kurang effesien utk pengelasan di Pipa apalagi kalau pipanya mempunyai diameter yang kecil bagaimana masangnya backing tersebut, terlebih lagi backing plate harus dibentuk by machining sesuai ukuran inside diameter pipa. Lebih efektif backing ini dipakai pada material plate.

Demikian pencerahan ini yang dapat kami sampaikan.