Saya ingin bertanya kepada pembuat paper tentang sharjah pearl tapi ga tau emailnya jadi lewat jalur umum. Mgkn juga para ahli high rise bisa menambhkan karena saya awam highrise. Pertanyaan saya sbb: 1. Kalau tidak salah pada paper tsbt, first mode natural period 7 detik. Utk fixed structure ini sudah flexible sekali, bgaimana cranya menghilangkan human discomfort, karena manusia nyaman berada pada struktur dgn 1st mode frekwensi yg tinggi dan paling rendah period 1 detik-1.5 detik. Period selebihnya sudah tdk nyaman; 2. Apakah dalam ekstraksi free vibration analyses sudah diperhitungkan soil structure interaction? krna biasanya struktur onshore dipisah antara superstructure dan substructure. Lain halnya dgn offshore fixed platform yg memperhitungkan soil structure interaction; 3. Pada analisa dinamik struktur terhadap angin, apakah digunakan wind spectrum tertentu atau hanya metoda deterministik? ; 4. Bgaimana mengurangi amplifikasi beban angin yg dinamik?

Tanya – uci20032000

Milister

Sy ingin bertanya kepada pembuat paper tentang sharjah pearl tapi ga tau emailnya jadi lewat jalur umum. Mgkn juga para ahli high rise bisa menambhkan karena saya awam highrise.

Pertanyaan sy sbb:

1. Kalo tdk salah pada paper tsbt, first mode natural period 7 detik. Utk fixed structure ini sudah flexible sekali, bgaimana cranya menghilangkan human discomfort, karena manusia nyaman berada pada struktur dgn 1st mode frekwensi yg tinggi dan paling rendah period 1 detik-1.5 detik. Period selebihnya sudah tdk nyaman.

2. Apakah dalam ekstraksi free vibration analyses sudah diperhitungkan soil structure interaction? krna biasanya struktur onshore dipisah antara superstructure dan substructure. Lain halnya dgn offshore fixed platform yg memperhitungkan soil structure interaction.

3. Pada analisa dinamik struktur terhadap angin, apakah digunakan wind spectrum tertentu atau hanya metoda deterministik?

4. Bagaimana mengurangi amplifikasi beban angin yg dinamik?

Tanggapan 1 – Budhi Swastioko Suryanto

Jangan-jangan paper Mas Hanif belum anda download dari URL
http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view
&gid=280&Itemid=42 🙁 Sebenarnya di bagian awal paper sudah dicantumkan alamat email penulis yaitu hanif.hanif@ymail.com dan skheloufi@dso.ae.

Tanggapan 2 – Teguh Santoso

Paper bagus…

Kalau boleh ada sedikit komentar,

1st mode ada di frekuensi 0.128 Hz dan 0.167 Hz dimana pada frekuensi tersebut biasa disebut motion sickness (0.1 – 0.67 Hz, frekuensi yang terjadi pada suspensi yang sangat lunak atau pada kapal). Pada rentang frekuensi ini manusia cenderung untuk mabuk laut. Tetapi bila desainer yakin tidak akan ada gaya yang mengeksitasi pada frekuensi tersebut, ya tidak akan ada pengaruh ke tubuh manusia. CMIIW..

kalau boleh tanya, apakah juga dilakukan analisis bukling? atau mungkin pada software ETABS telah mengakomodasi analisis buckling pada saat ‘ngerun’ dinamik gempa..?

Tanggapan 3 – Budhi Swastioko Suryanto

Salam Pak Budhi dan Pak Uci,

berikut jawaban saya utk masing2 pertanyaan:

1. Periode natural yg 7 detik tsb adalah periode dinamik akibat seismic-response-spectrum dan bukan angin. Utk mengetahui periode dinamik thd angin, maka diperlukan wind-tunnel test. Wind-tunnel test juga bisa digunakan utk mengukur akselerasi struktur yg juga berefek kpd human discomfort. Wind tunnel test tidak disyaratkan UBC 97 utk bangunan high-rise.

Sekedar tambahan informasi, UBC 97 tidak membatasi periode dinamik akibat gempa. Memang di UBC lama, idealnya periode bangunan itu 0.1 N (N = jumlah lantai), tapi di UBC 97 hal tsb sudah tidak digunakan lagi. Yg penting drift-nya < 2% dan beban self-weight bisa menahan overturning moment.

2. SSI (soil-structure interaction) tidak diperhitungkan krn:

a. tanah di UAE adalah tanah batuan keras dan bukan tanah lunak

b. US and UK Design Code (yg merupakan rujukan utama dalam structural design di Arab) memperbolehkan utk me-neglect SSI krn efeknya tidak signifikan. Setahu saya, yg mensyaratkan SSI analisis cuman Jepang krn tanahnya lunak dan juga daerah yg sangat rawan gempa.

3. Beban angin dinamik tidak diperhitungkan di Arab Pearl. Lateral loads yg diperhitungkan hanya beban angin statik, gempa statik dan gempa dinamik.

Sepanjang pengetahuan saya, belum ada design code yg membuat spectrum khusus utk Beban angin dinamik utk struktur high-rise. Beban angin dinamik utk high-rise biasanya diperoleh dari wind-tunnel test, sebagaimana yg dilakukan pada burj dubai dan WTC bahrain (yg ada wind blade di tengah2 twin towernya).

4. Additional damper seperti TMD, fluid viscous damper, tuned liquid column damper, etc sangat cocok utk mengurangi efek dari beban angin dan gempa dinamik.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Agustus 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut: