Saya ingin menghitung kecepatan aliran fluida (air) di antara plate sebuah heat exchanger. Barangkali ada yang bisa membantu? Rumus atau pendekatan apa yang bisa dipakai? Data yang bisa didapat cuma kecepatan dan debit aliran masuk dan keluar, jumlah plate exchanger, pressure, dan luar perpindahan panas masing2 plate.

Tanya – tlaksana@ondeo-nalco

Saya ingin menghitung kecepatan aliran fluida (air) di antara plate sebuah heat exchanger. Barangkali ada yang bisa membantu? Rumus atau pendekatan apa yang bisa dipakai? Data yang bisa didapat cuma kecepatan dan debit aliran masuk dan keluar, jumlah plate exchanger, pressure, dan luar perpindahan panas masing2 plate.

terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – achmadhidayat@nawapanca

Sepertinya perhitungan secara rough:

– Kecepatan aliran air dlm channel = laju volume/luas channel

– Luas channel = jarak channel x lebar plate

– Tebal Channel (ruang antar plate) = jarak pitch – tebal plate

Range kecepatan aliran biasanya antara 0.2 sd 1 m/detik.

Please advise,

Note:

Sedikit info tentang Plate Heat Exchanger:

Start.

The list of advantages of plate heat exchangers over shell and tube heat exchangers is long (Cheremisinoff and Cheremisinoff)

• High overall heat transfer coefficient

• Cost is one third to one half of an equivalent shell and tube exchanger

• Higher turbulence gives lower fouling

• Lower space requirement

• Lower temperature approach so less fouling and greater efficiency of heat recovery

• Easy maintenance

• Easily altered for other heating duties so over-design is not necessary

• Lower holdup volume and residence time

• Less weight

• Several cooling and heating duties can be combined into one frame

• Lower heat loss

There are few disadvantages

• Not suitable for temperature above 200°C

• Not suitable for pressures above 20 bar

• Maximum viscosity 10 Pa.s

• Higher pressure drop than shell and tube

• Plates are prone to cracking and need regular checking

Plate heat exchangers are made up of plates that are clamped together in a large frame with rubber gaskets between each plate. The position of the gasket determines the flow arrangement through the plates. Between any two plates, one top port and one bottom ports will be blocked by the gasket and the other two will be open for flow. In the next channel the other set of ports will be open or blocked. The flow may be from top to bottom of vice versa and is normally counter current to the next channel.

Tanggapan 2 – civil@guentner

Saya pernah diberi alamat/website heat exchanger oleh rekan di milist ini.
Mungkin data yang anda cari ada disana.
coba ke : www.alpema.org

Tanggapan 3 – patria_indrayana

Kalau yang dimaksud adalah plate and frame exchanger, artikel berikut mungkin bisa membantu :

Christopher Haslego, Graham Pooley, ‘Designing Plate and Frame Heat Exchanger – design charts for preliminary sizing’, CEP September 2002.
versi pdf-nya bisa di download di website www.cepmagazine.org.

Artikel tsb memaparkan teknik short cut untuk menghitung U dan luas perpindahan panas untuk preliminary sizing plate and frame exchanger. Kalau ingin menghitung velocity actualnya atau mengestimasi fouling factor …. ? mungkin bisa tanya langsung dengan yang menulis artikel diatas ….

Tanggapan 4 – hatiku_selembardaun@lycos

Patria,

sedikit koreksi…

Kecuali anggota AIChE, sejak 1 januari 2004, situs tersebut sudah tidak bisa diakses secara gratis…. Sumber CEP yang lengkap di Indonesia adalah Perpustakaan ITB baik itu central library atau perpustakaan departemen Teknik Kimia.

Tanggapan 5 – tlaksana@ondeo-nalco

Terima kasih atas pencerahannya. Seperti diketahui bahwa plate memiliki lekukan2 khusus untuk mengatur pola aliran air dan memperluas luas permukaan. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kecepatan aliran fluida, juga roughness dari plate tsb. Sebetulnya vendor seperti alva laval memiliki software (yang tentunya dibuat berdasarkan perhitungan yang sudah ada) untuk menghitung linear velocity di plate tsb. Jika disimulasikan akan terlihat bahwa kecepatan di channel 1, 2, ,3 akan berbeda dengan di channel bagian tengah, dan channel n-2, n-1, dan n.Jika range kecepatan aliran berkisar antara 0.2- 1m/s berarti bisa disebut cukup rendah. Saya sebenarnya sedang mengamati efek dari velocity terhadap pertumbuhan silt&slime dan barnacles terutama di plate heat exchanger (Pertukaran panas antara closed cooling system dan sea water). Kebetulan mendapat kesulitan dalam menghitung linear velocity di plate and frame HE.