Untuk Spherical Tank apalagi Thickness mencapai 70 mm dan dengan Standard ASME Sect VIII. Div. II maka biasanya NDE yang diperlukan adalah: 1. NDE untuk Material, Visual dan UT harus dilakukan pada semua Plate untuk memastikan tidak ada Lamination; 2. Pada prosess fabrikasi / erection semua remove temporary attachement harus di MT; 3. Pada saat proses Welding diperlukan PWHT ini sesuai dengan ketebalan plate melebihi 38 mm, dengan demikian diperlukan juga Hanrdness test mungkin sebelum PWHT maupun setelah PWHT; 4. Sesuai Tebal material maka untuk semua welding dengan type Butt Joint diperlukan Radiograhy 100% atau ini dapat diganti dengan PAUT, sesuai dengan client spec; 5. Setelah selesai PWHT ada juga yang mempersyaratkan untuk dilakukan UT/MT untuk memastikan hasil PWHT tidak menyebabkan keretakan pada welding dan ini biasanya 100 % bag. luar dan 100% bagian dalam; 6. Semua Permanent attachement biasanya harus dilakukan MT.

Tanya – Bagus

Dear engineers Migas..

Numpang tanya dari fresh engineer..

1.Tes2 NDE apa saja kah yang berlaku untuk sebuah spherical tank yang didesain menggunakan standard ASME VIII-2 2007 material SA516-70Ndengan thickness 70 mm?

Sependek pengetahuan saya, ‘hanya’: Radiografi tes, penetran tes, ultrasonik tes, dan magnetik partikel tes.

Dan apakah keempat NDE tersebut di atas adalah MANDATORY untuk sebuahvessel ASME VIII-2? Mohon jika berkenan merujuk ke standar danparagraph berapa.

Tolong dikoreksi jika ada kekurangan/kelebihan dari NDE di atas.

2. Apakah benar jika suatu vessel telah diRadiography Test, maka tidak perlu dilakukan UT (Ultrasonic Test)? Atausebaliknya, jika sudah di tes Ultrasonic maka tidak perlu radiography.

3.Satu lagi yang ingin saya klarifikasi, bahwa ada kontraktor yangmengatakan bahwa untuk vessel VIII-2 tidak perlu dilakukan MagneticParticle Test (MPT).

Tolong klarifikasi rekan2 senior disini. Oya FYI, untuk vessel tsb tidak U2 STAMP, hanya fabrikator saja yang dipersyaratkan ASME stamp.

Terima kasih atas respon rekan2 sekalian.

Tanggapan 1 – Nis Daniel

Pak Bagus…

MT/MPI: tidak bisa untuk material non ferro, karena yang dicari adalah kebocoran medan magnet, untuk Stainless Steel khusus untuk yang ferritik, bisa di MPI tapi sangat TIDAK disarankan, karena sering menimbulkan false indication ‘Crack Like’ sehingga menimbulkan mis interpretation, hanya untuk surface inspection

PT/DPT: tidak bisa untuk material yang berpori, hanya untuk surface inspection, cleaning sangat critical, dan SUSAH untuk pembersihannya

UT tidak disarankan untuk material tipis, karena ada:

Deadzone: s/d 4mm, non radiation, no evidence, terpaksa harus witness
RT :menimbulkan radiasi, tidak disarankan untuk material tebal, tapi hasilnya ada evidence berupa film

Sekarang sudah mulai ada beberapa perusahaan yang menggunakan phase array yang merupakan perpaduan UT dan RT,dengan keuntungan non radiation, real time(seperti kita melihat janin di usg), ada evidence(bisa dicetak), tapi costly

Untuk UT in lieu of RT bapak bisa melihat di UW 11-7 ASME VIII-1,mohon maaf karena saya belum punya div 2nya

Mandatory atau tidaknya suatu NDT, bapak bisa me-refer ke Client Specs

P.S banyak contractor akan berkata demikian, karena akan sangat merugikan mereka dalam hal schedule, cost, tapi jika memang dalam client specs dan NDT plan bapak memang sudah ada, bapak bisa insist mereka untuk melakukannya karena sudah berdasar.

Tanggapan 2 – farabirazy albiruni

Dear Pak Bagus,

Saya coba jawab beberapa pertanyaan bapak, semoga bisa membantu:

1.Tes2 NDE apa saja kah yang berlaku untuk sebuah spherical tank yang didesain menggunakan standard ASME VIII-2 2007 material SA516-70Ndengan thickness 70 mm?
Dan apakah keempat NDE tersebut di atas adalah MANDATORY untuk sebuahvessel ASME VIII-2? Mohon jika berkenan merujuk ke standar dan paragraph berapa.

*Jawab:

1. Hal ini tergantung sejauh mana bapak hendak mengassess kondisi pressure vessel bapak. PV baru dengan PV in-service tentu berbeda kebutuhan tesnya meskipun ada beberapa common test seperti UT, RT, PT, MT, ato hydrostatic test. Untuk PV baru, bapak bisa merujuk ke client specs, ASME Code, ato code lain yang dirujuk oleh ASME VIII-2.Untuk PV in-service, tentukan dahulu level assess berapa yang hendak bapak lakukan, dalam hal ini bapak bisa merujuk ke API RP 579. Yang paling comprehensive tentu level III assessment dimana remaining stress analysis juga turut diperhitungkan dalam life assessment PV.

Mengenai mandatory ato tidaknya juga tergantung dengan level assess berapa yang bapak inginkan. Sekalian mengingatkan bahwa Code hanya mengatur kebutuhan minimal untuk memastikan safety suatu alat. Bila company bapak punya code yang lebih ketat dari ASME misalnya yah silahkan dipergunakan.*

2. Apakah benar jika suatu vessel telah diRadiography Test, maka tidak perlu dilakukan UT (Ultrasonic Test)? Atausebaliknya, jika sudah di tes Ultrasonic maka tidak perlu radiography.

Jawab:

*Ini adalah pendapat yang menyesatkan. Tidak ada metode NDE yang berdiri sendiri tanpa divalidasi hasilnya dengan metode NDE lainnya untuk mencapai tingat kepastian yang tinggi. Meskipun bapak telah menemukan indikasi cacat say melalui RT, bapak tetap harus melakukan UT untuk mengetahui dimana kedalaman cacat bapak. Atau misal bapak melakukan UT dan menemukan indikasi cacat dan melakukan sizing dengan teknik sizing 6 dB drop misalkan, dan dalam kondisi tertentu yang critical menyangkut fracture mechanicnya dimana panjang cacat harus dalam range 95% confidence level, bapak tetap harus melakukan RT untuk memvalidasinya (dengan catatan material tidak terlalu tebal).

*3.Satu lagi yang ingin saya klarifikasi, bahwa ada kontraktor yang mengatakan bahwa untuk vessel VIII-2 tidak perlu dilakukan MagneticParticle Test (MPT).

*Jawab:

Butuh atau tidak butuhnya tergantung kondisi. MT adalah untuk mencari cacat subsurface (cacat dengan kedalaman maksimum 2-3 mm dari permukaan). Bila material bapak bukan carbon steel say Austenitic SS dan spec yang bapak rujuk mengharuskan adanya pemeriksaan subsurface defect, ya bapak tidak bisa menggunakan MT (karena SS austenitic non magnetic) sebagai teknik ujinya dan bapak harus menggunakan ET untuk memastikan bahwa PV bapak bebas subsurface defect. *

Mudah2an cukup jelas jawaban saya.

Sekalian ingin meluruskan beberapa hal terkait teknik NDE seperti yang diurai oleh Pak Nis Daniel:

1. UT tidak disarankan untuk material tipis, karena ada:

Deadzone: s/d 4mm, non radiation, no evidence, terpaksa harus witness

*Jawab:

UT dengan bulk wave (longitudinal wave dan shear vertical wave) memang tidak bisa untuk material tipis akibat adannya dead zone namun bukan berarti UT tidak bisa digunakan untuk pemeriksaan material2 tipis. Gelombang2 UT lainnya bisa digunakan untuk material2 tipis, seperti rayleigh wave, lamb wave, dan shear horizontal wave. Gelombang2 ini dikenal dengan guided wave dan biasanya disebut long range ultrasonic test. Mengenai evidence, saya artikan berupa image, dan ini bisa dengan mudah dibuat signal processing algorithmnya untuk mengconvert time based signal (A-scan) menjadi image* *baik berupa B-scan maupun C-scan.

*

2. Sekarang sudah mulai ada beberapa perusahaan yang menggunakan phase array yang merupakan perpaduan UT dan RT,dengan keuntungan non radiation, real time(seperti kita melihat janin di usg), ada evidence(bisa dicetak), tapi costly

Jawab:

*Phased Array UT (PAUT) bukanlah perpaduan UT dan RT. PAUT adalah murni UT namun berbeda di desain transducernya bila dibandingkan dengan conventional UT. PA UT menggunakan element transducer (min 32 element) yang terintegrasi sehingga anda bisa melakukan beam steering dan beam focusing secara elektronik sementara pada konvensional, anda bisa melakukan keduanya dengan menggunakan special wedge. Imaging algorithm PAUT juga berbeda dengan USG yang sebenernya adalah tomografi UT dengan algorithm fan beam projection (FBP) dan bukan Sinthetyc Aperture Focusing Technique (SAFT) seperti pada PAUT. Pada USG, anda tidak bisa melakukan focusing sebab imaging algorithmnya tidak berdasarkan focusing seperti pd PAUT.

Metode UT lainnya yang bisa menghasilkan image real time adalah ToFD. ASME sendiri sudah memasukkan ToFD dalam codenya sejak kalau tidak salah tahun 2005. teknik ini berbeda dengan UT konvesional dan PAUT yang mengandalkan refleksi gelombang, ToFD menggunakan gelombang difraksi pada crack tip yang tereksitasi saat gelombang UT mengenai cacat. Teknik ini sangat akurat dalam menentukan ukuran cacat dengan cacatan cacat berupa crack dan bukan berupa porosity.

Bila lokasi bapak ada di sekitar kalimantan timur, bapak bisa kontek PT. Pupuk Kaltim, Mereka sudah punya alat ini (PAUT & ToFD) sejak tahun 2007.*

Tanggapan 3 – Nis Daniel

Terima kasih buat pelurusannya Pak Farabirazy

*Phase Array = UT+RT

Saya hanya berusaha memberikan gambaran umum tentang teknik NDE, dalam bahasa orang pasaran, karena saya orang pasaran nih pak :), mengenai teknik NDE yang lebih teknikal, pak Bagus bisa me-refer comment dari sdr Farabirazy.

UT seperti comment saya sebelumnya bukan tidak BISA melainkan tidak disarankan, karena adanya dead zone.

Sedangkan mengenai UT in lieu of RT, seperti UW 11-7 ASME VIII div-1, pendapat saya tetap, UT bisa menggantikan RT DENGAN SYARAT……selengkapnya bapak bisa melihat di UW 11, UT dan RT punya kelebihan dan kekurangan masing masing, tapi yang paling penting sebetulnya adalah jangan lupa me-refer ke client specs, karena beda project bisa beda requirement,
Saya tunggu pencerahan dari para senior tentang ASME VIII div-2.

Tanggapan selengkapnya dari diskusi yang terangkum dari Mailing List Migas Indonesia bulan Agustus 2009 dapat dilihat dalam file berikut: