Saya saat ini mengalami kesulitan dalam hal welding untuk qualification of WPS, dimana pipe SA335 Gr P9 akan di las dengan SA312 TP310S, filler yang digunakan ER-NiCr-3, sequence yang saya pilih adalah melakukan buttering dulu ke pipe SA335 dengan filler diatas kemudian PWHT sampai dengan 730 C, barulah melakukan welding ke 310S dengan filler yang sama, tapi hasilnya tidak sukses karena hasil fusionnya jelek terhadap 310S, yang lain OK, saya coba atur dengan heat input yang berbeda juga tidak sukses.

Tanya – Dani Yon Darwis

Rekan-rekan milis

Saya saat ini mengalami kesulitan dalam hal welding untuk qualification of WPS, dimana pipe SA335 Gr P9 akan di las dengan SA312 TP310S, filler yang digunakan ER-NiCr-3, sequence yang saya pilih adalah melakukan buttering dulu ke pipe SA335 dengan filler diatas kemudian PWHT sampai dengan 730 C, barulah melakukan welding ke 310S dengan filler yang sama, tapi hasilnya tidak sukses karena hasil fusionnya jelek terhadap 310S, yang lain OK, saya coba atur dengan heat input yang berbeda juga tidak sukses.

Kemudian saya coba ganti filler dengan ER-309L fusionnya sukses, tapi saat ingin stop atau start untuk pass berikutnya mengalami crack. saya coba analisa mungkin saat stop dan start masih terlalu panas sehingga melebihi interpass temp? mohon nasehat dari rekan-rekan milis semua tentang hal diatas.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Farid M Zamil

Saya akan coba membantu untuk memberikan pencerahan, Statement anda untuk menggunakan filler ER-NiCr-3 adalah BENAR dimana anda melakukan disimilar Joint antara P5 dengan P8. Tetapi applikasi welding tidak perlu dengan metode BUTTERING. Jika anda menggunaka jenis filler ini bila diapplikasikan dengan teknik penyambungan pada material CAST IRON dengan metode BUTTERING adalah metode yang tepat. Anda tidak perlu mengganti filler ER-309L karena lifetime dari welding joint ini akan mudah terserang oleh KOROSI bila diapplikasi pada kondisi panas. Tujuan dari pemakaian filler ER-NiCr-3 HEAT RESISTANCE. Perlu diketahui material P5 dikombinasikan dengan P8 yang nota bene 310 adalah applikasi HEAT SERVICE. Jadi kesimpulannya teruskan memakai filler jenis ER-NICr-3, karakteristik cairan filler ini sebenarnya tidak sulit, kesulitannya pada material P8 (310) karena material ini sangat keras ketemu dengan filler yang keras juga. Karakteristik cairan welding harus diketahui oleh seorang Welder. Biasanya Welder yang sering mengerjakan pekerjaan BOILER di PLTU akan lebih familiar dengan material.

Proses BUTTERING TIDAK perlu anda applikasikan jadi langsung anda welding pada joint tersebut.

Demikian pencerahan pagi ini semoga dapat membantu.

Tanggapan 2 – Dani Yon Darwis

Mas Farid,

Terima kasih pencerahannya, memang material jenis ini sangat keras dan kebetulan weldernya belum banyak paham ttg jenis material ini, apalagi dengan jenis sambungan butt joint dimana hasil penetrasi rootnya selalu tidak bagus. Dari masukan mas Farid ini, saya memutuskan qualifikasi WPS ini dibuat sbb:

1. Prosesnya saya rubah TIDAK ADA BUTTERING.

2. Sambungannya FILLET WELD, pipe to plate karena welder yang ada lebih PD dengan fillet weld, Dalam aplikasinya juga hanya fillet weld saja.

3. Setelah selesai fillet weld akan di lakukan Dye Penetrant kemudian diteruskan dengan PWHT ke temp 740 C dengan holding time 1,25 jam.

4. Specimen dibawa ke Lab untuk uji Macro sebanyak 4 pieces sesuai aturan ASME IX.

Demikian rencana saya mas Farid, saya ragu melakukan PWHT untuk material SS 310S pada suhu 740 C, bagaimana menurut Mas Farid? masih OK kah?

Tanggapan 3 – Farid M Zamil

P. Dani

Maaf kemarin saya tdk memantau MILIST karena ada Presentasi di Paiton. Material SS 310 (P8) yang masuk kategori TIDAK direkomendasikan untuk PWHT pada suhu 740 deg C dikarenakan struktur dari material ini akan terjadi pengikatan CARBON terhadap CHROM yang sering disebut dengan CARBIDA CHROM disekitaran temp 600-500 sehingga akan mereduce corrosion resistancenya.