Setiap tahun kita masih import BBM dari Singapura , kota negara yang sama sekali tidak memproduksi migas , namun dengan sense of businessnya bisa memanfaatkan peluang ketidak mampuan Negara lain untuk memenuhi BBMnya seperti Indonesia, Kamboja, Vietnam Burma dll.

Refinery kita ada di Balikpapan, Cilacap, Balongan, Plaju, Dumai dan Pangkalan Brandan (yang ini entah masih jalan/nggak ya). Refinery swata yang sudah lama disuarakan, nampaknya ya belum ada gregetnya. Terakhir berita akan membangun kilang di Bojanegara.

Perlukah kita membangun kilang baru , apa enakan import saja ?

Pembahasan – Sulistiyono sulistiyono@bwpmeruap

Setiap tahun kita masih import BBM dari Singapura , kota negara yang sama sekali tidak memproduksi migas , namun dengan sense of businessnya bisa memanfaatkan peluang ketidak mampuan Negara lain untuk memenuhi BBMnya seperti Indonesia, Kamboja, Vietnam Burma dll.

Refinery kita ada di Balikpapan, Cilacap, Balongan, Plaju, Dumai dan Pangkalan Brandan (yang ini entah masih jalan/nggak ya). Refinery swata yang sudah lama disuarakan, nampaknya ya belum ada gregetnya. Terakhir berita akan membangun kilang di Bojanegara.

Perlukah kita membangun kilang baru , apa enakan import saja ?

24 /08 /09 17:41:34

Kontan

Permintaan bahan bakar minyak (BBM) terus meningkat. Data Pertamina menunjukkan, kebutuhan BBM, yakni minyak tanah, premium dan solar tumbuh 3,2% per tahun. Pada tahun 2017 mendatang, kebutuhan ketiga jenis BBM itu diperkirakan akan naik mencapai 1,6 juta barel bph. Jumlah ini naik 400.000 bph dari realisasi 2008.

Tanggapan 1 – Henry Margatama

Sependapat. Saya juga merasa aneh pdhl produksi migas dalam negri bisa d bilang tinggi. Tapi kenapa hal tersebut masih terjadi.

Tanggapan 2 – hendra taruna

Mungkin kilang kita hanya bisa memproduksi BBM dengan spec Crude Oil yang berbeda dengan yang dieksploitasi di dalam negeri.
Jadi crude oil masih impor dari negara timur tengah. Mungkin kedepannya kita akan bisa bangun refinery yang cucok untuk mengolah crude oil dengan spec lokal.

Tanggapan 3 – Eko Prasetyo

Kalo gak salah kilang balikpapan pernah dihadapkan oleh kelangkaan minyak yang sesuai specnya dan terpaksa bikin ‘cocktail crude’ yang tak sesuai dan tetap bisa jalan.

Saya juga inget kalo safety factor pengolahan migas di Indonesia itu melewati 2, jadi spec terpasang lebih tinggi dari spec operasi…ini info jaman kuliah sepuluh taun lalu…

Berikut tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Agustus 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut: