Mohon pencerahaan tentang kelebihan dan kekurangan dari moscad di banding scada…sebab saya pernah mendengar moscad itu di pakai di chevron untuk mengendalikan well dengan jarak jauh!

Tanya – misbah el munir

Mohon pencerahaan kepada bapak/ibu yg tau tentang kelebihan dan kekurangan dari moscad di banding scada…sebab saya pernah mendengar moscad itu di pakai di chevron untuk mengendalikan well dengan jarak jauh!

Tanggapan 1 – Natajaya

Moscad itu motorala scada mas, jadinya yaa salah satu vendor peralatan SCADA.
Jadinya menurut saya kurang tepat kalo membandingkan antara MOSCAD dengan SCADA 😀
Mungkin salah satu kelebihan dari MOSCAD karena dia menggunakan radio MDS jadinya antenanya nggak perlu tinggi-tinggi amat..cukup menggunakan antena yang seperti yang terdapat di HT.
Untuk system architecturenya dia bisa pake ‘Report By Exception’, vendor2 yang lain juga bisa sih..
Jadi delay time bisa lebih kecil dibandingkan dengan ‘Connection Pooling’.

Mungkin ada teman-teman yang bisa menambahkan ataupun mengkoreksi.

Tanggapan 2 – Hero Hero

MOSCAD pakai MDS ? apakah sekarang mereka sudah ‘bersahabat’ ?
sedikit menambahkan, ketinggian & tipe antenna biasa nya dihubungkan dengan propagasi sinyalnya dari pada type radionya.

Tanggapan 3 – Natajaya

Dear Heroesge,

Terima kasih atas koreksinya.. di CPI MOSCAD menggunakan system radio trunking bukan MDS seperti yang saya sebut sebelumnya. saya tertukar dengan salah satu sistem mereka yang menggunakan siemens :D.

Tanggapan 4 – Adi Harianto@id.yokogawa

Saya setuju dengan pak Hero, kalo ketinggian, tipe antenna, frekuensi hingga bandwidth berhubunga dengan propagasi antenna sebagai media pengirim pengganti kabel/wire.

Sementara ini saya belum nemu scada plant yg menggunakan komunikasi tipe radio trunk HT, kalo menggunakan radio dengan frekuensi yg hampir sama dengan radio trunk HT (300-400an MHz) itu banyak.

Masalah bandwidth juga bisa di tentukan tergantung dari jarang antar tower antenna, semakin jauh jarak antar tower semakin rendah frekuensi yg di gunakan (disini dengan mengabaikan kapasitansi dari gain power). Maaf kalo salah dan mohon di koreksi.

Tanggapan 5 – Hero Hero

Ada mas Adi, tapi kurang menarik karena kompleksitasnya + pada tingkat tertentu perbedaan prinsip antara Scada dan Trunking mengakibatkan ‘defeat the requirement of the Scada itself’.
Komplek karena Scada system harus mengerti protokol nya Trunking. Ditambah lagi ada beberapa varian dari protokol Trunking itu sendiri tergantung vendornya.
Perbedaan prinsip karena Scada butuh ‘non blocking’ (real/near real time communication) sementara Trunking tujuannya efisiensi dimana ‘non blocking’ dimaafkan yang penting terjadi effisiensi penggunaan frekeunsi. Di Scada ‘non blocking’ merupakan keutamaan, kalaupun menunggu diperbolehkan tapi dalam orde detik atau milidetik (near real time) sementara di Trunking pengguna bisa menunggu lebih dari beberapa menit bila traffik sedang ramai.

Tanggapan 6 – Adi Harianto@id.yokogawa

Pak Nata,

“Untuk system architecturenya dia bisa pake ‘Report By Exception’.

Dari penjelasan bapak diatas saya malah bingung mengenai Report by Exception, bisa sedikit pencerahan nya pak nata? Soalnya dari dulu saya malah pusing masalah scada.

Terimakasih.

Tanggapan 7 – febri wardana

Mas Adi,

Mungkin yg dimaksud, data dikirim sesuai dgn request, kalau polling maka jumlah data yg dikirim dari A-Z, hal ini akan membuat lambatnya data update meskipun dgn setting baud rate yg sama……Mohon koreksi Pak Nata kalau salah atau terlalu simple penjelasannya…

Coba dech diskusi dgn Cak Landung…pasti paham…heheheheheh.

Tanggapan 8 – febri wardana

Mas Adi,

Mungkin yg dimaksud, data dikirim sesuai dgn request, kalau polling maka jumlah data yg dikirim dari A-Z, hal ini akan membuat lambatnya data update meskipun dgn setting baud rate yg sama……Mohon koreksi Pak Nata kalau salah atau terlalu simple penjelasannya…

Coba dech diskusi dgn Cak Landung…pasti paham…heheheheheh.

Tanggapan 9 – Natajaya

SCADA saat ini memang makin berkembang jadi teknologi juga makin macem-macem 😀
kalo media komunikasi masih menggunakan serial, baik menggunakan modem tipe UHF maupun VHF saya mengenal ada dua tipe communication architecturenya (CMIW) yaitu connection pooling (seperti apa yang telah disampaikan oleh pak febri), dimana MTU akan menscanning semua RTU satu demi satu secara bergantian, bisa dibayangkan kalo ada 50 RTU berapa banyak tuh delay (tergantung dgn bandwith dan besar data yang direquest). misal, asumsi setiap RTU butuh 10 detik. maka RTU yang sama akan di request lagi datanya setelah 500 detik. makanya kadang kala SCADA itu sering di sebut almost realtime. keunggulannya karena si RTU ditanyain satu-satu secara bergantian maka kemungkinan besar collisions dapat dihindarkan.

Report by exception, dimana si RTU yang bersifat aktif, si MTU hanya nunggu aja tidak merequest data. tapi tidak setiap saat si RTU mengirimkan data ke MTU, laah lalu kapan..?? si RTU akan mengirimkan data ke MTU jika data saat ini berbeda dengan data sebelumnya..selama data tidak berubah si RTU tidak mengirimkan data ke MTU dan si MTU beranggapan bahwa datanya tetap sama dengan sebelumnya. kekurangannya kemungkinannya bisa terjadi collisions.

Tapi kalau SCADA yang sudah menggunakan ethernet, hal diatas mungkin sudah tidak relevan lagi karena antara si MTU dan RTU sudah always connected (CMIW), mungkin seperti STARDOM yak?

Tanggapan 10 – Hero Hero

Untuk ‘Report by Exception’ umumnya vendor scada radio juga mengimplementasikan prinsip ‘ethernet’, ada mekanisme CSMA-CD karena bagaimanapun pasti akan terjadi tabrakan. Hanya saja mereka biasa mengimprovisasi dengan cara masing2x dan saling klaim bahwa improvisasi mereka lebih baik.

Btw, banyak vendor radio scada saat ini yang klaim bahwa radio mereka cuma butuh waktu 5ms untuk aktivasi (keying dari idle ke transmit) dan 5ms release (dari tranmit ke idle). Bila data yang kirim 10bytes @ 9.6kbps maka radio cuma butuh waktu kurang lebih 20msec. Bagaimana dengan RTU ?

Tanggapan 11 – Adi Harianto@id.yokogawa

Terimakasih banyak atas pencerahannya pak Hero,

Bagaimanapun tangguhnya system radio, walau sudah di gunakan multiplexing berdasar kan waktu/frekuensi atau menggunakan metode phase-shift keying sekalipun collision yg menyebabkan full traffic di radio komunikasi tetap bisa terjadi.

Pak hero, kalau masalah berapa lama data yg dikirim (time transmit) semua sama waktu nya 😀

Toh sama2 menggunakan rumus load / baud rate….. hehhehe.

Terimakasih juga buat pak Nata untuk pencerahan nya :beer:

Saya setujuh dengan pak Nata bila system polling bisa menghindari collision data antar RTU, namun mungkin masalah (almost) realtime bukannya maksimal 1second?

Maksudnya bila scada dengan metode pengiriman data system polling sudah sulit disebut realtime.

Pak Nata, bila report by exception yg bapak maksud adalah RTU nya yg aktif lalu bagaimana bila terjadi kerusakan pada komponen radio nya, missal sisi radio yg dekat dengan RTU??

Di kemanain data2 yg siap terkirim? Lalu seandainya radio yg terjauh yg rusak, apakah data2 yg sudah di transmit dari radio pengirim (baca radio dekat RTU) akan hilang atau kembali ke RTU?

Pak Nata, maksud Ethernet disini bukan media komunikasi antara MTU dan RTU tapi haya media pengirim antara MTU/RTU dengan komponen radio, supaya lebih mudah dalam hal pensettingan dan data bisa dikirim lebih besar dibanding menggunakan serial, kalo scada kan biasanya jarak nya gak Cuma 1-2 km, jadi imposibel sekali menggunakan Ethernet sebagai media antara MTU – RTU (CMIIW).

Pak Nata, Stardom itu cuma RTU bukan scada, tapi sebelumnya saya disini tidak atas dasar saya bekerja di salah satu vendor, ini murni Karena saya ingin belajar lebih banyak di komunitas milist Migas, dan saya tidak membela vendor tsb (baca Yokogawa).

Tanggapan 12 – Hero Hero

Wah mas adi, anda membuat pernyataan menarik yang membuat saya penasaran dari mana anda mendapatkan.

–quote–

Bagaimanapun tangguhnya system radio, walau sudah di gunakan multiplexing berdasar kan waktu/frekuensi atau menggunakan metode phase-shift keying sekalipun collision yg menyebabkan full traffic di radio komunikasi tetap bisa terjadi.

–quote–

multiplexing frekuensi menggunakan metode phase shift keying seperti apa ya prinsip nya ?
kemudian anda nyatakan walaupun sudah di multiplex (katakanlah secara waktu) tapi masih tetap tetap terjadi collision bila full traffic, bagaimana ini ceritanya TDM bisa sampai collision ? bisa dijelaskan pengaturan ‘time slot’ nya ?

–quote–

Pak hero, kalau masalah berapa lama data yg dikirim (time transmit) semua sama waktu nya 😀

Toh sama2 menggunakan rumus load / baud rate….. hehhehe

–quote–

maksudnya sama apa mas ? panjang atau pendeknya data akan tetap butuh waktu yang sama ? atau semua vendor radio mempunyai kemampuan time transmit yang sama ? ambil contoh sederhana antara trunk mpt1327 dengan conventional mds SD4, apakah ‘kicking time’ nya sama ?

Btw, apakah ada bedanya antara bit rate dengan baud rate ?

Tanggapan 13 – Rachmadi Indrapraja

Ikut nimbrung sedikit Pak,

Saya setuju dengan Pak Adi bahwa system radio sebagai back bone transmisi data di SCADA sangat rentan collision/interferensi dengan radio komunikasi secara frekuensi (pengalaman waktu mengerjakan proyek sebelumnya).

Sedangkan protokol komunikasi transmisi data semisal Ethernet TCP/IP yang dilengkapi Carrier Sense Multiple Access / Collision Detect (CSMA/CD) menyediakan addressing dari tiap kerangka data terkirim tidak menyelesaikan permasalahan interferensi/collision frekuensi tadi. Ethernet TCP/IP sebagai metode programming di RTU/MTU hanyalah ‘bahasa dan metode’ untuk berkomunikasi sesuai panduan OSI (Open System Interconnection), tidak menyentuh permasalahan media transmisi data.

Solusi nya terletak pada ‘mengulik’ media yang digunakan, semisal : ganti frequency, ato ganti media transmisi yang lain (GSM network, kabel RJ, dll).

Mengenai system polling, sekali lagi saya setuju dengan Pak Adi bahwa sistem tersebut bukan realtime karena pastinya terdapat penambahan waktu transmisi ke RTU pengepul data.

Terus terakhir masalah kerusakan alat radio, tentunya tergantung kemampuan RTU apakah data yg gagal terkirim dapat disimpan untuk dicoba re-send atau hilang. Karena protokol komunikasi seperti Modbus TCP/IP mensyaratkan SYNCHRONIZE+ACKNOWLEDGE sebelum bisa mengirimkan data. Kemudian kasus ketika tidak ada ACKNOWLEDGE dari RTU/MTU tujuan, maka RTU pengirim akan terus mengirimkan sinyal SYN.

Semoga bermanfaat dan mohon dikoreksi maklum masih cupu,