UPS A & UPS B dapat dibuat paralel untuk mendapatkan redundancy seperti yang bapak inginkan dan pengaturan redundant-nya pada sistem UPS sehingga ke-2 UPS dapat bekerja saling memback up secara otomatis. Namun sebaiknya UPS mempunyai merk yang sama dengan spesifikasi dan kapasitas yang sama juga agar lebih memudahkan kerja paralelnya walaupun tidak mutlak tetapi minimal tegangan dan frekuensi UPS harus sama.

Tanya – Pandhu Lakshana

Kebetulan pada project yg saya tangani ini client menginginkan UPS pada switchboard dan Thruster yang tadinya independent mensupply systemnya masing2, sekarang mau di-interkoneksikan (UPS thruster A dg UPS thruster B dst…, UPS switchboard A dg UPS switchboard B dst..). MAksudnya tentunya adalah redundancy, supaya kegagalan pada UPS yg satu bisa dikompensasi pada UPS lainnya dg pengaturan circuit breaker

Apa rekan-rekan ada yang punya pengalaman / info ttg perubahan dari independent system (UPS stand-alone) menjadi terinterkoneksi satu sama lain ?
yang pasti penambahan circuit breaker pada masing2 UPS distribution breaker diperlukan untuk isolate kalo2 ada problem pada UPS di sebelahnya.

Untuk rating-nya, kira-kira apa ya yg mendasari perlu atau tidaknya upsizing, baik pada charger maupun inverternya, terutama untuk wattage/ KVA-nya ?

Terus, masih worth-kah kalo kita mesti tambahkan battery bank pada masing2 UPS-nya ? karena dg interkoneksi kan prinsip redundancy sudah tercapai ? atau ada pertimbangan lain kenapa kita mesti nambah battery ?

Terima kasih sebelumnya atas masukannya.

Tanggapan 1 – e_huntangadi

Dear Pak Pandu,

Pendapat saya, UPS A & UPS B dapat dibuat paralel untuk mendapatkan redundancy seperti yang bapak inginkan dan pengaturan redundant-nya pada sistem UPS sehingga ke-2 UPS dapat bekerja saling memback up secara otomatis.

Namun sebaiknya UPS mempunyai merk yang sama dengan spesifikasi dan kapasitas yang sama juga agar lebih memudahkan kerja paralelnya walaupun tidak mutlak tetapi minimal tegangan dan frekuensi UPS harus sama.

Penambahan battery & inverter tidak diperlukan jika beban masih dalam range kapasitas UPS dan back up time yang dibutuhkan masih sama dengan desain awal.

Namun, jika satu unit UPS harus menanggung 2 beban maka cara cepat & sederhananya, harus ditambahkan 1 unit UPS lagi sebagai penambah back up sehingga sistem kerja paralel 2+1.

Cara satu lagi, agak rumit karena harus menambah kapasitas rectifier, inverter, charger battery dan battery agar dapat memback up ke-2 beban.

Jika mau dilakukan penambahan battery pada masing-masing UPS, perlu diperhatikan kapasitas charger battery karena berkaitan dengan durasi charging battery nantinya.

Maaf, saya tidak bisa bantu banyak.

Tanggapan 2 – Pandhu Lakshana

Terima kasih pak Erwin dan juga pak Budiawan,

Masukannya sangat berharga sekali. Saya juga baru dapat informasi dari client bahwa mungkin untuk switchboard tidak akan ada perubahan kecuali penambahan battery bank-nya saja. Sedangkan untuk UPS thruster, dibutuhkan upsizing pada charger dan inverter disamping penambahan battery. Mungkin karena pertimbangan bahwa UPS pada switchboard di-interkoneksikan hanya pada 3 UPS, sedangkan pada thruster akan diinterkoneksikan dengan 8 thruster.