Kenapa kita perlu dedicated Diesel Engine untuk transfer pump? Apakah tidak memungkinkan untuk dapat power supply dari substation/ switchgear terdekat?
Diesel Engine tentu perlu diesel system untuk support fuel maka perlu system support semisal diesel centrifuge, diesel transfer etc.
Kalau memang diperlukan diesel engine dedicated tentunya requiment bisa mencontoh semisal Fire Water Pump yg memang mengharuskan dedicated diesel engine. Untuk Class 1 div 2, tentu enclosure harus sesuai dengan hazardous area, starting system semisal pake batteries harus di provide Ex-d enclosure, F&G detectors juga essential untuk dipasang.

Tanya – eddy_bachri

Dear fellows,

Do you have any info regarding requirement for Diesel Driven Engine that be used in Hazardous area Class 1 div. 2.
What method can be used for regular diesel engine as driven of crude oil transfer pump.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Saran saya,

Hubungi Vendor dari Engine tsb untuk minta di Upgrade menjadi Ex-proof Engine.

Selain memodifikasi engine/enclosure-nya, tahap selanjutnya adalah Ex-proofCERTIFICATION dr Lembaga berwenang spt UL (atau yg lainnya) agar Acceptable dr sisi Engineering dan Legal.
Untuk urusan certification saya kira Vendor bisa membantu.

Tanggapan 2 – faried mustawan

Pertanyaan,

Kenapa kita perlu dedicated Diesel Engine untuk transfer pump? Apakah tidak memungkinkan untuk dapat power supply dari substation/ switchgear terdekat?

Diesel Engine tentu perlu diesel system untuk support fuel maka perlu system support semisal diesel centrifuge, diesel transfer etc.
Kalau memang diperlukan diesel engine dedicated tentunya requiment bisa mencontoh semisal Fire Water Pump yg memang mengharuskan dedicated diesel engine. Untuk Class 1 div 2, tentu enclosure harus sesuai dengan hazardous area, starting system semisal pake batteries harus di provide Ex-d enclosure, F&G detectors juga essential untuk dipasang.

Tanggapan 3 – Sketska Naratama

Mungkin,

Sudah kadung di design systemnya dan ternyata stlh jalan operasi disadari perlu penambahan equipment (Salah satu nya engine).
Saran saya, selama manufacturer mau garansi mk silahkan saja melakukan modifikasi mis menjadikan nya dpt digunakan utk hazardous area. Tetapi yg saya temui jk kita sbg user memutuskan utk modif, mk tidak ada yg mau berikan garansi.

Solusi ter-ideal adl mendapatkan engine utk penggunaan hazardous area / peletakkan nya dipindah dgn design system tambahan.

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

Menarik sekali perbincangan tentang internal combustion engine di area Div2.

Umumnya untuk permanent instalation ya diesel nya disediakan tempat yang non clasified misalnya di buatkan partisi (rumah diesel sendiri dgn sirkulasi udara yang baik dan structure yang mengacu ke rekomended practis yng lain) inlet air ke diesel engine di pasangi detonation arrester/spark arester, begitu juga exhaust pipe.
anda bisa mods startter dgn pneumatica air dan yang terahir emergency shutdown system yang isolate the system saat engine ingested hidrocarbon vapor yang menyebabkan engine run away.

Selamat melakukan modifikasi, salam

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Memang selalu menarik membahas yang berhubungan dengan Fire/Explosion Versus Safety Protection.

Merefer pada table B.1 of IEC 60079-10 (Attachment), Degree & Availability of Ventilation dapat me-reduce Hazardous Zone Level hingga Un-classified area.

Implementasi-nya bisa demikian:

A. Saya bayangkan, posisi Diesel Engine tidak berada pada posisi searah dgn Preavailing Wind dari HC Process & Storage Area (= Against or Crossing Prevailing Wind) dan jaraknya diantaranya cukup jauh (Seandainya ada equipment layout pasti lebih mudah).

B. Kecepatan Angin cukup baik (Stable)

C. Diesel Engine be located within Shelter bukan building (Roof with column only without wall except for ‘Point D’).

D. Solid wall between Shelter & HC Process/Storage Area.

Jika kondisi A ~ D terpenuhi saya cukup confident untuk menurunkan Level of Hazardous Area hingga menjadi UNCLASSIFIED area.
Monggo dilanjutkan lagi diskusinya.

Attachment : IEC-60079Part10 Table B.1.jpg

Tanggapan 6 – Eddy Bachri

Rekan2 milister,

Terimakasih atas masukannya.

Dari masukan2 tersebut dapat saya simpulkan menjadi 3 option.

1. Merubah / memodifikasi yang kemudian disertifikasi oleh badan yang credibel atau mengganti dengan tipe yang memang explosion proof (certified by UlL or FM) type.

2. Membuat beroperasi pada daerah unclassified, dengan cara merelokasi pompa dan diesel enginenya sehingga cukup jauh dari fasilitas pengolahan minyak lainnya. Dan karena yang dipompakan adalah minyak yang nota bene bila bila terjadi kebocoran juga mempunyai potensi kebakaran jadi perlu pemanjangan shaftnya sekitar lebih dari 10 ft untuk memenuhi persyaratan unclassified area untuk pompa.

3. Mengganti penggeraknya dengan motor listrik yang sesuai dengan area tersebut (class 1 div. 2) dan menyiapkan emergency generator sebagai power motor listriknya.
Dari ketiga alaternatif tersebut, kemungkinan kami akan memilih alternatif yang ketiga karena dari segi biaya lebih murah dan dari sisi safety dapat memenuhi standard yang diminta.
Sekali lagi terimaksih atas perhatian dan bantuan teman2.