Bila dibutuhkan insulasi untuk menahan laju penurunan temperature pada fluida, apakah tipe insulasi yang digunakan? Material apa yang digunakan ?
Bagaimana cara menggunakan insulasi thermal yang kita pilih?
Apakah concrete wall bisa dianggap sebagai insulasi?

Tanya – Adryan Wisnu Broto Suseno@enerkon

Rekan-rekan di Milis Migas,

Bila dibutuhkan insulasi untuk menahan laju penurunan temperature pada fluida, apakah tipe insulasi yang digunakan? Material apa yang digunakan ?

Bagaimana cara menggunakan insulasi thermal yang kita pilih?

Apakah concrete wall bisa dianggap sebagai insulasi?

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Amal Ashardian

Dear Pak Adryan

Ya, concrete coating bisa dianggap sebagai thermal insulator juga.. atau bahkan soil (tanah) kalau pipanya dikubur, soil bisa dianggap sebagai thermal insulator juga.>>>>>>>>>>>>>>Intinya ..menahan laju heat loss.

Dalam design saya pernah menambah tebal concrete lebih dari kebutuhan untuk stabilisasi. tujuannya mengurangi heat loss pada gas flowline (tujuan intinya sih untuk mengurangi kondensasi air karena pendinginan gas yang terlalu cepat yang biasa menyebabkan Top of Line Corrosion) tujuan lainnya menghindari pembentukkan hydrate.

Kalau berurusan dengan crude yang waxy… kalau berniat bermain dengan thermal insulator>>>. biasanya dengan polyurethane dengan konstruksi pipe in pipe..pipa luar bisa steel pipe bisa juga plastic pipe. >>>Kalau mau murahan yaa pasang heat tracing…

Ngga pakai heat tracing atau thermal insulator juga bisa asalkan kecepatan aliran tidak memberikan kesempatan fluida untuk mengental. begitu selesai langsung di isi dengan minyak tanah…Biasanya perlu dipasang 2 pipeline dan 1 storage tank untuk strategy beginian..tujuannya ya untuk simpan dan inject minyak tanah ini..

Tanggapan 2 – I Wayan Eka Putra

Concrete menyerap air, lama2 saturated. Air juga bisa jadi thermal konduktor. Kalo mau ya dihitung konduktivitas thermal concrete coating yang saturated water.

Tanggapan 3 – ricardus danisworo

Untuk deep water ,
seperti Shell Gumusut,

pakai Glass Syntetic PU,

Campuran micro Glass bubbles dengan PU.

Tehnology yang dipunyai Bredero ,Socoterm , dll

Teknologi ini lebih murah dari pipe in Pipe,

Yang belum dicoba mungkin campuran concrete dengan glass bubbles.

Initial study menunjukkan adanya perubahan thermal conductivity yang cukup siginificat.
Masalahnya siapa yang mau jadi pioner?

Tanggapan 4 – Tengku Andri Achwar

Dear Pak Andryan.

Pak untuk jenis fluidanya apa?

Tanggapan 5 – PJE 704748 BMC

Salam pak Adryan

Pemilihan type insulasi thermal yg akan digunakan tergantung variable nya antaralain : jenis fluida, viskositas fluida (densitas), besar dan jenis alirannya besar OD thickness pipa tsb dll.

Tanggapan 6 – Adryan Wisnu Broto Suseno@enerkon

Iyah maaf, saya tidak spesifik bertanyanya.

Apa yang membedakan untuk gas line dan untuk liquid line?

Bagimana kalo fluidanya multiphase?

Sepertinya partikel solidnya sudah di pisahkan jadi sudah berkurang amat sedikit.

Barusan saya mendapatkan telepon dari salah seorang anggota milis migas,

Wah milis ini benar-benar hidup,

Tadinya saya berharap bisa sharing knowledge bersama disini.

Terima kasih Milis_migas.

Tanggapan 7 – Adryan Wisnu Broto Suseno@enerkon

Terima kasih Pak Nurman,

Sementara saya sudah mendapat informasinya, ternyata dari luar ada vendor yang berhubungan sama subsea pipeline insulation, dan ada rating temperaturnya lagi.

Seperti jawaban rekan sebelumnya, biasanya digunakan PIP untuk menjaga temperature biar tidak turun drastis…

Memang banyak variasi tergantung prosesnya, sekarang lagi dihitung sama rekan dari proses.

Tanggapan 8 – hadiwinoto soedar

Pak Wisnu,

Kalau yang anda maksud subsea pipeline c/w hot insulation, maka harga material dan installationnya akan mahal. Saya pernah diskusi hal ini dengan BroderoAustrilia, mereka mengusulkan pipe in pipe. Kalau pipelinenya pendek, lebih baik anda increase temperatur inletnya. jika pressure < 225 psig & T < 180F, anda bisa pakai marine hose.