Untuk Gas Turbin biasanya beberapa hal yang mempengaruhi kondisi part selain enviromental. Yang paling utama adalah kualitas bahan bakar: biasanya bahan bakar gas bisa dikatakan bahan bakar yang paling bagus kualitasnya sesuai dengan spesifikasi dari manufaktur. Biasanya pada saat overhaul kondisi HGP masih bagus (pd umumnya tidak terjadi elevated temp corrosion) bisa dibedakan dengan penggunaan bahan bakar minyak. dan aturan dari OEM pun merujuk pada TBO akan sangat berbeda jika menggunakan bahan bakar Oil no 2 (solar) akan menjadi lebih cepat 1.5x dibanding bbg. apalagi dengan bb minyak (residue oil) bisa menjadi 3x lebih cepat.

Tanya – purnama@umcntp

Newbie ingin menanyakan masalah preventive yang dilakukan dilapangan u/ gas turbine, sebetulnya praktis apa saja yang dilakukan di lapangan? mengingat TBO yang diberikan OEM bisa dilampaui dan saya melihat kondisi engine setelah overhaul pun kondisi part-nya masih ‘bagus’..meskipun, ada juga yang masih di bawah or pas TBO nya tapi kondisi engine ga ‘bagus2’ amat..bahkan sangat2 tidak bagus (biasanya karena pengaruh environment & produksi).

terimakasih atas pencerahannya..

Tanggapan – Sigit kumoro bekti

Halo M Purnama:

Untuk Gas Turbin biasanya beberapa hal yang mempengaruhi kondisi part selain enviromental:

Yang paling utama adalah:

1. Kualitas bahan bakar: biasanya bahan bakar gas bisa dikatakan bahan bakar yang paling bagus kualitasnya sesuai dengan spesifikasi dari manufaktur. Biasanya pada saat overhaul kondisi HGP masih bagus (pd umumnya tidak terjadi elevated temp corrosion) bisa dibedakan dengan penggunaan bahan bakar minyak. dan aturan dari OEM pun merujuk pada TBO akan sangat berbeda jika menggunakan bahan bakar Oil no 2 (solar) akan menjadi lebih cepat 1.5x dibanding bbg. apalagi dengan bb minyak (residue oil) bisa menjadi 3x lebih cepat.

2. Gas turbine sangat rawan terhadap thermal shock karena biasanya sering terjadi perubahan beban karena pengaruh free governer ataupun start up atau shut down karena range operasi dari temperature rendah ke temperature tinggi sehingga bisa dikatakan akan berpengaruh terhadap kondisi HGP. Pada umumnya manufaktur membagi reference inspection berdasarkan running hour atau start/stop cycle.

Biasanya di lapangan tentukan mana yang paling dominan untuk dilakukan inspection. ini akan berakibat fatal jika metode operasi GT adalah start/stop cycle tetapi metode inspection dengan running hour.

3. Dan tentu saja environment: berpengaruh terhadap running condition gas turbine

Biasanya dilapangan yg dilakukan secara praktikal pada umumnya adalah schedule inspection (Minor, mean, major) atau sebutan lain…. dengan mengambil data HGP sehingga kita bisa memprediksi kondisi material pada periode inspeksi berikut dengan merujuk pada pola pengoperasian. Atau pun schedule penggantian air filter yg optimum juga dapat memperbaiki unjuk kerja mesin dengan baik. Semoga bisa membantu.