Saya ingin bertanya ttg masalah korosi kepada rekan2 yang berkecimpung di bidang ini.
Saya mempunyai alat penukar panas jenis cangkang dan buluh (shell & tube). Gas dialirkan ke buluh2 untuk dipertukarkan panasnya dengan air laut yang mengalir di bagian cangkangnya. Air laut tersebut di dalamnya mengandung hipoklorit untuk keperluan membunuh marine growth.
Cangkang alat penukar panas tersebut dibuat dari carbon steel, di mana di tempat2 tertentu ada plug yang menempel ke badan cangkang tersebut via sambungan model screw. Plug2 tersebut terbuat dari stainless steel (SS) 316L. Anehnya, menurut saya, plug yang terbuat dari SS-ini, ketika diperiksa, di area2 yang diulir (screw-nya), terjadi suatu bentuk korosi yang spesifik. Bentuknya seperti bolong2 dgn pola yang acak, bahkan ada yang seperti bekas dicabik2.
Kalau dipikir2 apakah ini salah satu bentuk dari galvanic corrosion?

Tanya – Cahyo Hardo

Saya ingin bertanya ttg masalah korosi kepada rekan2 yang berkecimpung di bidang ini.

Saya mempunyai alat penukar panas jenis cangkang dan buluh (shell & tube). Gas dialirkan ke buluh2 untuk dipertukarkan panasnya dengan air laut yang mengalir di bagian cangkangnya. Air laut tersebut di dalamnya mengandung hipoklorit untuk keperluan membunuh marine growth.
Cangkang alat penukar panas tersebut dibuat dari carbon steel, di mana di tempat2 tertentu ada plug yang menempel ke badan cangkang tersebut via sambungan model screw. Plug2 tersebut terbuat dari stainless steel (SS) 316L. Anehnya, menurut saya, plug yang terbuat dari SS-ini, ketika diperiksa, di area2 yang diulir (screw-nya), terjadi suatu bentuk korosi yang spesifik. Bentuknya seperti bolong2 dgn pola yang acak, bahkan ada yang seperti bekas dicabik2.

Kalau dipikir2 apakah ini salah satu bentuk dari galvanic corrosion?

Tetapi menurut saya, SS-ini harusnya lebih positif tegangannya ketimbang CS di deret galvanic. Jadi harusnya bukan plug-nya (terbuat dari bahan SS) yang karatan, tapi justru cangkangnya itu sendiri (yang terbuat dari CS). Benarkah?

Ketika iseng2 membuka internet, saya menemukan 2 paper yang membahas masalah yang kira2 mirip dgn hal ini (papernya terlampir). Katanya, sebenarnya SS itu juga terkorosi, tetapi hanya dipermukaannya saja.

Hasil korosi ini (dengan O2) akan membentuk suatu lapisan film yang akan melaminasi SS tersebut. Ini, katanya lagi, disebut sebagai passivasi. Keliatannya ini mirip2 dengan alumunium di mana alumunium yang kontak dengan O2 akan membentuk suatu lapisan Al2O3 (?) yang berfungsi sebagai tameng logam ini dari korosi lebih lanjut. Lalu, berarti syarat supaya SS bebas korosi tentunya harus ada O2 (?)

Jika ada bahan logam yang terbuat dari SS ini terendam air laut yang mengandung chloride, maka rusaknya passivasi semakin cepat. Untuk recovernya kembali dibutuhkan oksigen. Tetapi permasalahannya darimana datangnya oksigen wong dia khan terendam air laut. Paper berikut bilang, kerusakan korosi ini bentuknya seperti keju Swiss.

Nah, rekan2, yang saya ingin tanyakan adalah:

1.Apakah jenis korosi yang terjadi di plug saya?. Apakah memang galvanic corrosion penyebabnya, ataukah cacat di passivasi akibat serangan chloride serta miskinnya kandungan oksigen di sekitarnya?

2.Bagaimanakah cara menanggulanginya ? Bonding (?) jika galvanic ataukah metalnya diganti (jika cacat passivasi)?

Mohon saya diajari.

Tanggapan 1 – AGUS SUSANTO

Pak Cahyo,

Mungkin akibat Chlor(Cl) corosion attack yang berasal dari hipoklorit dapat menjadi pertimbangan bapak dalam menganalisa penyebab korosi dari SS304 tersebut. Kalo nggak salah stainless steel sekalipun seperti SS304, SS316 ,… dan lain-lain akan sensitif terhadap serangan korosi dari unsur-unsur halida (Cl,F,Br, etc).
Terima kasih and Salam MIGAS.

Tanggapan 2 – Haryono, Suharyo

Pak Cahyo,

Bisa diberitahu tentang tekanan kerja, temperatur kerja dan material dari HX tersebut?

Berapa kadar hipoklorit yang ditambahkan?

Tanggapan 3 – Cahyo Hardo

Tekanan kerjanya sekitar 100 psig dengan temperaturnya sekitar 100 – 120 F Kadar hipokloritnya kalau tidak salah 1 – 5 ppm.

Tanggapan 4 – ahmad mujib

Mas Cahyo,

Saya punya alat Chlorine Generator untuk treatment Sea Water System yang kami pakai.
Memang sifat Chlorine tsb sangat korosif sekali, Pengalaman kami dengan memakai SS316L sekalipun tetap korosi.

Material yang tahan terhadap Chlorine hanya sebagian dari plastik (PVC,Teflon, FRP dsb), Titanium dan Cupper Nickel.

Untuk shell galvanic dan busbarnya kami pakai Titanium coating sedangkan untuk shell sidenya CS rubber linning.

Mungkin hal ini bisa diterapkan di tempat Bapak.

Tanggapan selengkapnya dari diskusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: