Kebetulan saat ini saya mengalami masalah dalam mendeteksi penyebab suatu pompa triplex reciprocating tidak dapat mendeliver kapasitas sesuai design.
Pompa ini di design untuk dapat mendeliver kapasitas 15 m3/h dgn discharge press 179 kg/cm2, namun aktualnya pompa ini hanya mampu mendeliver 3,4 m3/h dgn discharge press 162 kg/cm2.
Dari segi NPSHa pompa ini masih mencukupi sebesar 6,29 m dan NPSHr 5 m. Dan apabila di plot dalam kurva performa pompa, titk aktual operasi pompa ini jauh di bawah design.
Bagi rekan2 milister yang mungkin pernah mengalami atau mengetahui masalah yang saya alami saat ini mohon sharing ilmunya.

Tanya – I Komang Arie Ronny Wijaya

Dear Milister,

Kebetulan saat ini saya mengalami masalah dalam mendeteksi penyebab suatu pompa triplex reciprocating tidak dapat mendeliver kapasitas sesuai design.
pompa ini di design untuk dapat mendeliver kapasitas 15 m3/h dgn discharge press 179 kg/cm2, namun aktualnya pompa ini hanya mampu mendeliver 3,4 m3/h dgn discharge press 162 kg/cm2.
Dari segi NPSHa pompa ini masih mencukupi sebesar 6,29 m dan NPSHr 5 m. Dan apabila di plot dalam kurva performa pompa, titk aktual operasi pompa ini jauh di bawah design.
Bagi rekan2 milister yang mungkin pernah mengalami atau mengetahui masalah yang saya alami saat ini mohon sharing ilmunya…

Tanggapan 1 – Adha Novriansyah

Dear Pak Arie…

Just sharing saja. Pernah terjadi ditempat saya, duplex pump turun pressure dan mass flowrate-nya. Setelah dilakukan investigasi, ternyata inlet valve yang berfungsi sebagai check valve pada pompa mengalama kebocoran (terjadi korosi pada pinggir dudukan (seat)). Sehingga terjadi aliran balik ke suction. Sebagai countermeasure, kami melakukan buid up (dilakukan pengelasan), dilanjutkan dengan machining untuk mendapatkan ukuran dudukan semula.

Kemungkinan lain bisa juga diakibatkan oleh adanya kotoran pada dudukan sehingga valve tidak menutup sempurna, atau apabila valve-nya menggunakan spring, bisa jadi spring-nya bermasalah.

Hal lain yang bisa mengakibatkan turunnya kapasitas dan pressure, adalah kebocoran pada sealing (kemungkinan kecil, karena indikasi bisa dilihat secara langsung). Atau terjadi masalah pada system transmisi daya khususnya pada pompa yang menggunakan V-belt.

Mungkin sedikit sumbang saran dari saya, silahkan rekan-rekan lain mungkin bisa menambahkan.

Tanggapan 2 – Teguh Santoso

Pak Komang,

Selain pressure dan flow, coba dicek stroke per menitnya apakah sudah sesuai dengan kurva performance nya..

Tanggapan 3 – Farid Maloni

Pak Arie,

Apakah kondisi ini baru2 saja terjadi, ataukah sejak commisioning pompa anda memnag tidak sanggup mendeliver kapasitas designnya? apakah fluida yang ditransfer?

Tanggapan 4 – I Komang Arie Ronny Wijaya

Pak Farid,

Kondisi ini baru saja terjadi, fluida yg di transfer adalah wash water. Nilai BHP pompa ini sebesar 77 kW dgn BHP design 82 kW namun nilai Daya aktual motornya sebesar 50 kW dgn Daya design 110 kW.
Apakah yg menyebabkan terjadinya fenomena ini pak?

Tanggapan 5 – Farid Maloni

Sorry Pak Baru sempat buka email,

Pak , Step2 saran saya sebagai berikut:

1. Bapak harus mengecheck RPM vs flowrate teoritis dulu.
Kalau bapak punya stroboscope, coba bapak ukur (di pulley crankshaft) berapa RPM putaran cranksaftnya,..kalau sudah tahu RPMnya bapak coba interpolasi di table RPM vs flowrate pump bapak (biasa ada di manual OEM). Kalau flowrate pada RPM terukur tersebut diatas 3.4 m3/hr (pengukuran bapak di email terdahulu) atau malahan seharusnya mendekat 15 m3/h, artinya ada masalah di suction.

PS: Hal yg agak aneh di pompa bapak adalah penurunan flowrate 15-3.4m3/h (turun hampir 80%) tapi pressure tidak significant dari 73 ke 162,..tidak linier penrunan pressure dan flow,..Mungkin ada perubahan demand di sisi supply? atau memang putaran turun dari putaran operasi yg seharusnya ?

Pastikan juga apakah ada slip di transmisi (apakah pakai V-belt??)

2. Check suction line.

Logikanya kalau RPMterukur di cocokan di-tabel, ternyata flowrate aktualnya kurang, ada beberapa kemungkinan yg harus di check 1; mungkin check valve suction ada masalah, coba lihat seatnya, masih rapihkah? apakah sudah duduk dengan benae (biasanya dalam kondisi spti ini check valve rusak efek kavitasi); 2- apakah ada perubahan viskositas wash water?; 3- apakah ada filter blok di sisi suction pompa? 4 apakah ada udara terikut di suction?..

Mungkin bapak perlu check dulu hal diatas,..mudah2an membantu.