Surface tolerant coating biasanya bekerja dengan membentuk barrier antara permukaan yang diproteksi dengan lingkungannya, coating ini memiliki wetting agent yang bisa membuat coating penetrasi masuk hingga pori-pori surface terkecil sebelum berubah dari fase cair ke fase padat, membuatnya bisa diaplikasi di permukaan dengan surface preparation minimum. Surface tolerant coating biasanya dibuat dari binder epoxy dan hidrocarbon resin, ada beberapa produk ditambahkan pigment aluminum untuk memberi efek galvanis/sacrificial.

Tanya – yusuf chamdani

Rekan Milis…..

Mohon informasinya, Surface Tolerant Coating itu apa & Contoh Generiknya apa saja?

Kenapa yaa suatu platform yang sudah di Painting sedemikian rupa dan sesuai dengan standar, masih juga di pasang Anoda pada kaki platformnya?

Apa sich kelebihan& kekurangan dari kedua sistem tersebut…?

Tanggapan 1 – Dwi A.S. Utomo

Pak Yusuf Chamdani dan kawan-kawan,

Artikel berikut ini (saya copy paste dari posting bapak Alex Wijaya di mailing list IPCII) mungkin bisa memberi pencerahan tentang ‘surface tolerant’.

————————

Beware of the ‘Surface Tolerant’ Label

By L.D. “Lou” Vincent, President, NACE International

Inspect This!, Spring 2008 Issue

Just what does “surface tolerant” mean when it comes to the use of protective coatings?. If you ask that question to 10 people you are likely to get 10 different answers, some of which may be similar and others quite varied.

For the purposes of this article, let us accept this definition: “A surface-tolerant protective coating is one that can be applied over marginally cleaned surfaces.” Sounds good, doesn’t it?. Now, define “marginally clean.” To some, it can mean a surface that is commercially blasted. To others, it can mean a surface that is power tool-cleaned. To others, it can mean a surface that is solvent-cleaned.

The importance of an acceptable definition is that any level of cleanliness below NACE No. 1/SSPC-SP 5/ISO Sa3.0 causes a potential decrease in the performance of coatings applied over that abrasive-blasted surface. The same is true of power tool-cleaned surfaces. Anything less than SSPC-SP 11 causes a potential decrease in the performance of coatings applied over that power tool-cleaned surface. This is especially true of coatings applied to water-jetted surfaces where we have a double-sided effect on performance; one from a level of cleanliness below WJ-1 and one from a level of flash rusting below C WJ-2 L.

To compound the issue, none of the above statements takes into consideration the effect on the level of nonvisible contaminants on the cleaned substrate, such as chlorides, sulfates, etc. As a general guideline, to be a truly surface-tolerant coating, a product must be able to penetrate into and past surface contaminants of all kinds so as to gain an anchor to which it can adhere.

That anchor may be the original surface profile, existing sound coatings, tightly adhered rust, etc. To do this, the resins and curing agents in truly surface-tolerant coatings need time to achieve that penetration prior to being converted from a liquid coating to a solid film of cured coating. In addition, its performance properties should be as close to the same properties as those of a generic type of coating that was applied over perfectly cleaned surfaces. Therein lies the secret to the levels of performance of various surface-tolerant coatings. Chemists have many ways to achieve this penetrating ability over less than perfectly cleaned surfaces. For purposes of this article, only surface-tolerant epoxies will be discussed.

The original, so-called surface-tolerant epoxy base component was a combination of epoxy and hydrocarbon resins, and the curing agent was an alkylated phenolic polyamine. That material remains essentially the same today. It has a worldwide reputation for performance at both low and elevated temperatures over marginally prepared substrates. Because the supply of this curing agent was initially limited and available only from one source, other manufacturers took different approaches to achieve equivalent performance with varied results—some quite good and some with limitations such as low-temperature cure and a tendency to produce amine blush. So one can easily see that different products applied over different levels of cleanliness can yield different levels of surface tolerance.

The moral of this story is to be informed about the comparative performance of the surface-tolerant products you are considering for your projects. Ask for complete case histories, and study comparative test data before making your decision. You might even consider asking an experienced independent coatings consultant to research these products for you. The better informed you are, the greater the chance for success.

Tanggapan 1- mahir irfan irfan

Pak Yusuf,

Kalau area yg terendam air itu harus dipasang anoda tp kalau splash zone area perlu coating dan anode.

Tanggapan 2 – Dwi A.S. Utomo

IMHO, splash zone tidak efektif dipasangi anode.

Anode hanya akan efektif dipasang di daerah immersed atau buried.

Tujuan pemasangan anode pada kaki platform, meskipun telah dicoating sesuai standard, adalah sebagai double protection. Ini adalah good engineering practice, dengan asumsi (valid) tidak ada coating/painting yang 100% sempurna dalam aplikasinya, plus juga (sampai saat ini) tidak ada coating/painting material yang 100% impermeable.
Jadi anoda ini adalah sebagai ‘back up’ corrosion protection, supaya pada kasus ada kegagalan coating, laju korosi kaki plaform pada masih bisa terkontrol.

Tanggapan 3 – Isya Muhajirin

Pa Yusuf,

Salam kenal, pak. Mengenai Surface Tolerant Coating, yaitu adalah jenis coating yang dapat digunakan dengan persiapan permukaan yang minimum. Dalam artian, kalau spesifikasi suatu coating mengharuskan tingkat kebersihan permukaan hingga base metal, kalo dengan coating jenis ini bisa diaplikasikan tanpa terlalu repot dengan surface preparation dan dengan hasil yang acceptable (high durability?). Walaupun banyak paint chemist dan praktisi coating (inspectors dan engineers) tidak begitu meyakini keefektifitasan dan keampuhan dari coating jenis ini, tetapi beberapa produk di pasaran menjamin bahwa produknya (surface tolerant coating) bisa diandalkan. Mengenai brandnya mungkin bisa ditanyakan pada coating manufacturer saja, ya pak…:).
Dan tentang anode yang dipasang pada jacket legs maupun submerged facility, seperti jawaban p’Dwi dibawah bahwa coating tidak benar2 ampuh dan butuh 2nd layer of corrosion protection. Ini bisa diantisipasi dengan menggunakan anode. Semakin bagus aplikasi coating pada facility, perhitungan coating breakdown akan semakin kecil dan quantity anode bisa berkurang (please refer to DNV RPB401). Keduanya (coating dan anode) tidak bisa dibandingkan karena keduanya saling melengkapi.

Tanggapan 4 – Mahatrisna

Menambahkan Pak,

Surface tolerant coating biasanya bekerja dengan membentuk barrier antara permukaan yang diproteksi dengan lingkungannya, coating ini memiliki wetting agent yang bisa membuat coating penetrasi masuk hingga pori-pori surface terkecil sebelum berubah dari fase cair ke fase padat, membuatnya bisa diaplikasi di permukaan dengan surface preparation minimum. Surface tolerant coating biasanya dibuat dari binder epoxy dan hidrocarbon resin, ada beberapa produk ditambahkan pigment aluminum untuk memberi efek galvanis/sacrificial.

Anode akan bekerja efektif saat berada dalam galvanic cell dengan metal yang diproteksi, disini keberadaan elecrolit menjadi menjadi faktor yang menentukan kelanjutan reaksi electrochemical di anode. sehingga dapat dibilang anode hanya akan efektif saat dipakai di kondisi full immersed/ buried. kalo di splash zone dimana electrolit/ air laut terpengaruh pasang surut, pamakaian anode menjadi tidak efektif… biasanya high solid epoxy coating, atau thermal spray aluminum menjadi pilihan.

Tanggapan 5 – ifan rifandi

Sumbang pendapat…

Saya setuju dengan pendapat pak Maha. Surface tolerant coating umumnya memang mempunyai kemampuan wetting yang bagus, bisa menyusup ke pori2/ lapisan karat yg tight adhered dan menutupinya. Sehingga dengan terselimutinya karat tsb diharapkan karat tersebut tidak berkembang/ bereaksi lagi. Selain dari penambahan wetting agent, ada juga yg ditambahkan aluminium flake untuk meningkatkan kemampaun coveringnya. unsur aluminium juga diharapkan dapat mengikat ion oksigen dari oxida besi/ karat. cat/ coating ini dinamakan mastic coating. Sacrificial anode diinstall dengan tujuan untuk back up corrosion protection (cathodic protection system) bila ada lapisan coating yg breakdown. Pemasangan anode di daerah splash zone tidak perlu, karena anode tsb tidak akan berfungsi pada saat anode tsb tidak terendam air. Untuk daerah splash zone untuk konstruksi baru bisa menggunakan tide guard coating yang umumnya mengandung silica untuk abrasion protection. untuk riser umumnya digunakan TSA coating untuk memudahkan inspection. Untuk maintenance umumnya digunakan coating yang immersion cured/ cure under water.
Jenisnya banyak dipasaran.
Mudah2an pendapat saya tsb bermanfaat.