PLC Royal Dutch Shell tidak berharap akan memulai produksi dari project floating LNG (FLNG) yang dimaksud di Browse basin off Western Australia sampai sedikitnya tahun 2016.

Penulis : Rick Wilkinson

PLC Royal Dutch Shell tidak berharap akan memulai produksi dari project floating LNG (FLNG) yang dimaksud di Browse basin off Western Australia sampai sedikitnya tahun 2016.

Meskipun front-end engineering and design process (yang dikontrak Technip SA France dan Samsung Heavy Industries South Korea) telah dimulai, Shell tidak mengharapkan membuat keputusan investasi final sampai awal tahun 2011.

Fasilitas FLNG 600,000-ton senilai 5 milyar diharapkan akan memakan waktu 5 tahun untuk membangun.

Sementara itu, Shell berniat untuk mengebor delapan sumur produksi subsea di penemuan gas Prelude dan Concerto di Browse basin 475 km north-northeast Broome. Development drilling dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2013 dan memakan waktu 2 tahun. Sumur akan dihubungkan kembali ke manifold subsea sebelum dihubungkan ke kapal FLNG melalui flowlines dan riser.

Kapal ditarik dari yard konstruksi Korea Selatan (Technip dan Samsung juga telah memiliki kontrak untuk membangun FLNG), bersama dengan pemasangan dan hook up, yang akan memakan waktu kira-kira 6 bulan, dengan commissioning pada akhir tahun 2015 sebelum produksi pertama tahun berikutnya.

Produksi diperkirakan terdiri dari 3.6 million tonnes/year LNG, 1.3 million tpy condensat, dan 400,000 tpy LPG.

Sumber: www.ogj.com