Jarak aman sumber percikan listrik dengan sumber gas tentunya kita bisa merefer Hazardous Area Classification misalnya API RP-500, RP-505 atau standard yg setara lainnya. Radius 3 meter dari Valve dan flange dari pipa gas ditentukan sebagai hazardous area class 1 div.2. Jadi kalau mau diambil sebagai engineering judgement bisa saja tentukan sendiri spec. nya bahwa kabel harus di install minimal 3 meter dari pipa gas. Tapi untuk aplikasi offshore kita harus hati2 menentukan jarak ini karena space di offshore selalu menjadi constraint. Dan biasanya untuk offshore kita sudah tentukan spec kabel harus sesuai untuk aplikasi di Hazardous Area Class untuk semua installasi baik di hazardous maupun di non hazardous area.

Tanya – yosi ohira

Mohon pencerahannya.

Berapa jarak aman antara jalur kabel listrik dengan pipa gas?

Apakah aman jika pipa gas berdampingan dengan cable tray..?Berapa jarak aman-nya?

Jika di tempatkan cable tray ditempatkan bawah gas pipe rack, berapa jarak amannya…??

Apakah cable tray-nya harus di beri penutup agar menghalangi masuknya uap gas ke dalam.

For info, kabel listriknya bertegangan 480 Volt dan 220 Volt.

Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Sebelum lebih jauh,
Company spec. bicara apa ttg min. distance and other requirement?

Tanggapan 2 – Triez

Om Yos,

Ini kalau mau ikutin rule aja ya,om..biasanya memang company spec dah ada omongan sendiri..

Coba refers kesini Kepmen No.300.K/38/1997, ASME B31.4, ASME B31.8 dan API RP 1102 klo ada higway n crossing..

Mungkin pertimbangannya bisa diambil dari situ bila mana company spec seperti kata Mas Nawir tidak menyebutkannya ( tapi biasanya company spec sudah menyebutkan ).
Semoga membantu,

Tanggapan 3 – bantetgundulgembrot

Pak Yos,

Yang Pak Yos tanyakan ini jarak antara cable tray dengan pipe rack yah, jadi bukan cable tray dengan pipeline….:).

Apakah ini tegak lurus atau paralel Pak Yos?

Masukan saya sih, cable dan pipa harus diyakinkan dalam kondisi shielded and isolated, tidak ada udara yang terperangkap diantara keduanya, lakukan studi mitigasi induksi AC terhadap pipa dan grounding system…

Sebenarnya mungkin ini tergantung dari risk assessment dari safety engineer yah…:) .

Jadi maaf saya tidak bisa bantu banyak.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Ikut nimbrung ah…

Kebanyakan pertanyaan seperti ini selalu diberi jawaban ‘lihat company spec’!

Tetapi, pada beberapa kasus, justru kita sekarang sedang mendevelop company spec, ayo gimana ?

Tanggapan 5 – Triez

Bukannya awalnya emang harus itu dulu om yg kita liat awalnya..tar klo udah ujug2 kita refers ke standard x dl,trus di company spec telah di specify.

gimana om 🙂

Wah klo case nya mendevelop lain lah,om..karena pertanyaan seperti ini memang biasanya sifatnya umum kecuali trus di bawa ke khusus , klo dalam kondisi khusus. Mungkin seperti itu klo menurut saya.

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Om Triez,

Kebetulan saya dan sebahagian kawan2 di sini kerja di design/engineering contractor, ya kadang client adalah small oil company, mereka nggak punya spec atawa standard. Nah justru sebahagian dari skup contractnya adalah mendevelop standard dan specification tersebut. Lain halnya kalau client gede-gede such Shell mereka udah punya DES dan DEP, Petronas udah punya PTS, TOTAL punya Gen Spec, tapi beberapa oil company kecil atau new co justru membeli jasa penetapan spec dan standard ke design/engineering contractor.

Tanggapan 7 – berlian syako

Saya belum nemu ada ketentuan mengenai jarak minimal kabel dengan pipa gas.
Tapi kalau jarak aman sumber percikan listrik dengan sumber gas tentunya kita bisa merefer Hazardous Area Classification misalnya API RP-500, RP-505 atau standard yg setara lainnya.

Radius 3 meter dari Valve dan flange dari pipa gas ditentukan sebagai hazardous area class 1 div.2.
Jadi kalau mau diambil sebagai engineering judgement bisa saja tentukan sendiri spec. nya bahwa kabel harus di install minimal 3 meter dari pipa gas.

Tapi untuk aplikasi offshore kita harus hati2 menentukan jarak ini karena space di offshore selalu menjadi constraint. Dan biasanya untuk offshore kita sudah tentukan spec kabel harus sesuai untuk aplikasi di Hazardous Area Class untuk semua installasi baik di hazardous maupun di non hazardous area.

Tanggapan 8 – Akh. Munawir

Dear Gents,

Sebenarnya pembahasannya bisa panjang lebar dan luas, itulah kenapa saya tanya Company Spec. karena ada ‘limitation’ ttg issue ini dimana requirementnya yang sangat bergantung pada SAFETY PHILOSOPHY yang dianut Company. Karena ‘Safety Bible’ tiap Company isinya berbeda-beda.

Okelah, jika Safety Issue yang diangkat hanyalah kabel tsb jangan sampai jadi potential ignation source, maka Anda cukup membuka Hazardous Area Drawings lalu buat Electric Spark Potentials i.e Any Cable Termination/Connection, Juction Box, Panel harus berada di Unclassified Area. Dan Jika perlu route of cable trays nya pun berada di Unclassified Areas.
Tetapi jika terpaksa device tsb harus berada di Area dgn klasifikasi Class I, Zone 0/1/2 or Class I Div.1/2 (Seperti halnya di Offshore Platform yang Area-nya sangat terbatas) maka pilihlah Devices dengan ‘Ex-proof’ Spec.
Sebagai tambahan NEC memiliki requirement untuk menggunakan Some Type of Armored Cable for Specific Hazardous Area.

Sekian dulu deh, sebelum dilanjut lagi.