Select Page

Pump performance digambarkan dalam bentuk graphic NPSH (Net Pressure Suction Head) Garphic dibuat berdasarkan teori.
Kemudian secara aktual, pompa tersebut diuji oleh manufacturer dan diberi tanda ‘Cross / Silang’ bisa juga ‘Dot / Titik’ pada graphic yang dibuat secara teori tsb.

Tanya – luki cahyadi

Bapak dan Ibu Yth,

Untuk menambah wawasan, saya membutuhkan penjelasan sbb :

1. Bagaimana setup peralatan dan procedure pengujian yang dilakukan pump manufacturer untuk menghasilkan pump performance curve termasuk efficiency curve, npsh curve dan power consumption.

2. Apakah system curve itu dihasilkan berdasarkan pengujian ataukah hasil perhitungan ?

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Dedy Suryana – IAOD

Pump performance digambarkan dalam bentuk graphic NPSH (Net Pressure Suction Head) Garphic dibuat berdasarkan teori.
Kemudian secara aktual, pompa tersebut diuji oleh manufacturer dan diberi tanda ‘Cross / Silang’ bisa juga ‘Dot / Titik’ pada graphic yang dibuat secara teori tsb.

Tanggapan 2 – Bambang Tjondro

Mas,pompa ESP atau torak dan dipasang dalam sumur atau di permukaan?

Tanggapan 3 – luki cahyadi

Untuk pompa centrifugal secara umum (dipasang dipermukaan).

Tanggapan 4 – restoto

Saya coba menambahkan….

Setiap pump manufacturer mempunyai class dan range untuk berbagai capacity dan head yang mampu dihasilkan oleh pump tsb. Pump Manufacturer punya calculation programnya dari hasil perhitungan dan terlah malaui pengujian. Bedasarkan data basenya tsb di hasilkan macam2 bentuk impelller (close type, open or semi-close type, etc.) yg bisa meet dgn requirement. NPSHRnya juga didapat dari perhitungan dan pengujian. Kalau ada requirement capacity & head yg not exactly same dgn standard impeller mereka, merka akan melakukan trimming impeller standardnya, shg meet dgn BEP yang diminta. Power consumption bisa dihitung dari hydraulic power dikalikan efficiency motor.

Untuk system curve adalah hasil dari perhitungan usernya, dimana pump tsb akan dioperasikan dan berapa head & capacity yang diperlukan system.
Setelah didapat system curve, coba di matchkan dgn pump performace curve tsb.

Mungkin ada rekans yg mau menambahkan…

Tanggapan 5 – Elwin Rachmat

Kalau pompa ESP atau torak yang dimaksud adalah pompa yang digunakan di ladang minyak, tentunya pompa tersebut dipasang di dalam sumur minyak.

ESP bukan lain adalah electric submergible pump yaitu pompa centrifugal multistage untuk memompakan minyak dari sumur ke permukaan yang memerlukan head yang cukup besar. ESP harus dimasukkan kedalam sumur terendam dalam cairan (minyak dan air) karena pada keadaan statik permukaan cairan cukup jauh dibawah tanah dan pada keadaan dinamik permukaan akan mengalami penurunan lebih dalam lagi sesuai dengan tingkat produktifitas reservoirnya. ESP biasanya dipakai untuk memproduksikan sumur minyak yang memiliki produktifitas relatif tinggi dimana kandungan gas (alam) terlarutnya relative kecil.

Sementara itu pompa torak atau yang biasa disebut sucker rod pump adalah pompa jenis lainnya yang juga dipasang didalam sumur minyak. Prinsip kerjanya sama dengan pompa isap. Pompa ini (umumnya) terdiri dari plunger (torak/piston) yang memiliki travelling valve (katup yang bergerak naik-turun) untuk mengisi pompa dan mengangkat cairan serta pump barrel yang memiliki standing valve (katup yang tidak bergerak) untuk menahan agar permukaan cairan tidak turun pada saat pengisian pompa.

Pompa ini digerakkan naik-turun oleh pumping unit yang kadang-kadang disebut juga pompa angguk karena bentuknya seperti kuda yang sedang mengangguk. Pompa ini digunakan pada sumur yang produktifitasnya relatif rendah.

Pembahasan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut:

Share This